
hal yang pertama terlihat ada penglihatan Vivian yaitu sebuah mansion bercat putih yang berdiri kokoh berlantai 3,,,bertampilan elegan tapi klasik Vivian tak bisa tudk kagum dengan penampilan mansion ini.
"nona mari kita masuk,,tuan muda sudah menunggu anda di dalam"kata leo membuyarkan lamunannya
"huh,,indah sekali mansion ini"kata Vivian tanpa peduli pada perkataan leo
"nona Vivian"kata leo sambil menekankan kalimatnya
"ah leo,,kau memanggil ku?"tanya Vivian menunjuk dirinya sendiri.
'anda pikir siapa yang memanggil anda dari tadi nona'batin leo dalam hati
"iya nona mari kita masuk"sambung leo
"yah,,baiklah"kata Vivian
mereka pun berjalan masuk dengan leo di depan,,saat merek sampai di pintu mereka pun di sambut oleh kepala pelayan
"selamat datang assisten leo,nona"sapa pal mun sambil menundukkan kepala nya
"ah pak,,,tak usah hormat saya jadi tidak enak sendiri"kata Vivian sambil memperbaiki cara berdiri pak mun
"sudah kewajiban saya nona"kata pak mun sambil melirik ke arah leo
__ADS_1
"kembali pada pekerjaan mu pak mun,,,dan untuk anda nona mari ikuti saya"kata leo sambil melangkah sedangkan Vivian hanya mengikuti nya dari belakang
mereka pun berjalan menuju lift yang ada,,, dan menuju ke lantai 2,,,setelah sampai
"silahkan masuk nona,,tuan sudah menunggu anda di dalam"kata leo
"assisten leo apa maksudnya ini apa ia menagih haknya?"tanya Vivian hati hati
"tidak nona,,,mungkin anda akan di hukum oleh tuan muda karna anda terlalu banyak nanya"kata leo acuh
"silahkan nona"kata leo mendorong Vivian masuk dan langsung menutup pintu
"dasar assisten menyebalkan,,lihat saja aku pasti akan membalas mu untuk ini"kata Vivian sambil mengedarkan pandangannya pada ruangan yang ia maksud sebagai kamardi tempat ini karna ia melihat ranjang
Vivian pun melihat iai dari kamar ini ia melihat sebuah ranjang dengan ukuran king size,,,terdapat sofa,,,terdapat pintu yang ia duga sebagai kamar mandi dan tempat berganti pakaian di sudut ruangan,,,ia juga melihat kaca yan terhubung di balkon.
ceklek
suara pintu terbuka mengalihkan pandangan Vivian dari seisi kamar,,ia pun membalikkan badannya dan melihat ke arah pintu yang terbuka,,ia pun melihat rendra yang berjalan masuk ke dalam kamar tanpa peduli akan keberadaan Vivian di situ,,dan melewatinya begitu saja tidak melihat ataupun menyapanya.
'dasar monster,,apa ia tidak lihata apa ada orang disini,,,main lewat aja' gerutu Vivian dalam hati
"hey kau,,,sebagai pekerjaan pertama mu siapa kan air mandi dan baju ku sekarang,,,nanti leo akan memberi daftar pekerjaan agar kamu tau apa saja yang perlu kamu lakukan untuk melayaniku"kata rendra pada Vivian sambil membukakan bajunya bersiap mandi.
__ADS_1
"aku"tanya nya polos
"memang nya ada orang lain lagi di kamar ini selain kau hah"katanya kesel
"baiklah tuan" kata vivian menurut dan melangkah kakinya ke arah kamar mandi
"ahh,,tuan bagaimana ini kok airnya malah tercepret kemana mana"teriak Vivian dari kamar mandi
"kau,,apa kau tak bisa bekerja dengan benar hah"katanya sambil mendorong Vivian ke samping,,dan menutup kran air
sedangkan yang ditanya sedang melongo melihat ketampanan rendra apalagi dengan tampilannya yang tidak memakai baju hanya bokser.
"hey,,,hey kau,,,apa kau tak ada malunya melihat laki laki dengan tatapan laparmu itu"kata rendra sambil mengetuk dahi Vivian menggunakan jarinya
"dari yang aq lihat di informasi yang aku dapat kau itu orang nya polos tapi ini bukannya polos tapi mesum"katanya lagi sambil menatap tajam ada Vivian
"aku memang polos tuan,,buktinya aja aku tidak bisa menghidupkan air dengan benar"jawab Vivian
"kau,,,"tunjuk nya pada Vivian
"itu bukan polos tapi bodoh"kata rendra kesel
"benarkah"tanya Vivian bego
__ADS_1
segini dlu,,,besok lanjut lagi 🤓👌