
"sampai jumpa tuan" kata Vivian sambil melambaikan tangannya,, padahal rendra sudah menutup kaca mobil,,, yang artinya dia tak peduli akan lambaian Vivian
"dasar bos aneh" gerutu vivian
setalah melihat mobil rendra pergi,,, ia memutuskan masuk ke kamar untuk bersiap-siap pergi ketempat kerjanya,, tapi saat lewat ia melihat seorang pelayan yang sedang membawakan makan diatas nampan,,, karna penasaran ia pun bertanya
"maaf,,, tapi makanan itu untuk siapa yah?" katanya sambil menunjuk nampan yang dibawa oleh pelayan tersebut
"ini nona,, saya mau antar untuk nona besar" jawab pelayan itu
"nona besar?" ulang Vivian
"iya nona ini untuk nona besar,, nona besar adakah ibu dari tuan muda,,, tapi sebulan terakhir ini kesehatannya menurun,,,bahkan untuk pergi ke meja makan aj susah,,, jadi saya mengantar makanan ini untuknya" jelas pelayan tersebut
saat asik bercakap-cakap pak mun pun datang
__ADS_1
"hani,,, kenapa makanannya blom kamu antar? atau kau baru bsok mengantar nya?"kata pak mun dengan intonasi tajam
"maaf,,maaf kan saya pak,,ini saya akan segera antar permisi" katanya sambil menunduk dan berlalu pergi
"pak mun,,, gausah marah-marah ntar cepat tua loh" kata Vivian mengingatkan di saat pak mun lagi marah
"maaf nona,,, rapi jika saya tidak tegas maka pelayan pun bisa membunuh anda sendiri" katanya sambil menjawab dan menatap tajam pada Vivian
"sudahlah pak,,, gausah melotot gitu,,, ntar mata anda keluar,,, em pak mun,,, saya pergi dulu buat siap-siap pergi kerja,, permisi pak mun"katanya sambil berlalu pergi
setalah selesai bersiap-siap dengan sepatu sneakers dan sebuah tas menggantung di bahunya,,, Vivian pun pergi,,, ia menaiki ojol yang sudah ia pesan tadi lewat handphone
setelah berkendara selama 30 menit akhirnya Vivian sampai ditempat kerjanya,,, Aluna sudah menunggu Vivian di depan kafe selama 20 menit yang lalu,, rasanya kakinya sudah mulai lelah menunggu teman nya yang laknat ini
"vi,,, kau lama sekali,,, kaki hampir patah menunggu mu kau darimana saja sih,, atau tuan rendra sudah membobol gawangmu,,, hingga kau jadi terlambat begini"gerutu Aluna saat Vivian sampai di depannya
__ADS_1
Vivian langsung membungkam mulut Aluna dengan tangannya,,, sebelum ada orang lain yang mendengar perkataan absurd sahabat nya yang satu ini
"kau ini"sambil memukul lengan Aluna,,
bisa tidak,,mulut mu itu gausah kelepasan kayak ember bocor,, jika ada yang mendengar bagaimana,, bisa-bisa si tuan rendra yang sombong itu merata tanah kan kafe ibuku ini"
"baik-baik maaf,,, tapi kau membuatku penasaran hingga kau dtang selama ini,,, udah hampir jam 9 juga" kata Aluna
"jarak antara rumah tuan rendra sampai kesini sangat jauh,, makanya aku lama,,, mending lo gausah bawell deh,, gimana pekerjaan kalian semalam?" kata Vivian mengalihkan pembicaraan sebelum temannya bertanya yang gak-gak dan melangkah masuk ke dalam kafe,,, atau lebih tepatnya ke ruang Aluna,,, karna ia bekerja sebagai pelayan yang melayani dan membantu Aluna dalam memimpin kafe tersebut,,, padahal ia adalah pemilik kafe tersebut tapi ia tidak masalah akan hal itu,, karna itu sudah kesepakatan mereka sedaru awal buat nutupin identitas mereka
"semua nya,,, berjalan baik
aku sudah membagi rata hasilnya kepada anak-anak dan sisanya aku kasih kedalam uang simpenan kebutuhan kafe ini
"baguslah kalau begitu" ujar Vivian sambil melangkah duduk "kalau ada pekerjaan lagi,,, usahakan harganya bisa naik,,, pekerjaan yang kita lakukan juga tidak mudah,,, kita harus bisa mendapatkan hasil yang sepadan lain kali"kata Vivian
__ADS_1
" akan aku coba bilang,,, jika kita dapat pekerjaan lagi