
tak lama kemudian sebuah mobil mewah sampai pada halaman mansion, pak mun pun langsung bergegas membukakan pintu mobil untuk tuan rendra sedangkan para pelayan dan bodyguard berdiri sepanjang jalan menuju masuk ke dalam mansion sedangkan Vivian berdiri di dekat pintu masuk
"selamat datang tuan muda" kata para pelayan dan bodyguard sambil membungkuk kan tubuh mereka, sedangkan pak mun hanya menundukkan kepalanya saja
sedangkan yang disapa hanya berdem saja tanpa melirik pelayan ataupun pak mun, pandangannya tetap fokus ke depan dengan leo yang mengekori dari belakang beserta tas rendra dan sebuah ipad di tangannya
saat sampai di depan pintu tatapan rendra dan Vivian pun bertemu
"slamat datang tuan,,, air mandi anda sudah saya siapkan diatas, anda bis langsung mandi sekarang" ucap Vivian sedikit menunduk
sedangkan rendra hanya diam dengan tatapan dingin pada Vivian tanpa membalas sepatah kata pun,,, lalu ia pun melirik pada leo dan berbicara..
"leo, serahkan tas kerjaku padanya dan kau bisa langsung pulang, jangan lupa kirim berkas-berkas yang belum selesai tadi ke e-mail ku" kata rendra dalam.sati tarikan nafas
"baik tuan,, ini nona tas tuan rendra serta ipadnya" kata leo pada Vivian sambil menyerahkan tasnya rendra
"baik sekretaris leo" ucap Vivian
__ADS_1
setelah itu,, leo langsung keluar dari mansion itu, naik ke mobil dan menancap gas untuk segera pulang ke apartemen nya, sedangkan rendra sudah masuk dari tadi meninggalkan Vivian yang berlari lari kecil mengejar langkahnya yang besar
saat sampai rendra langsung ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya,, Vivian pun meletakkan tas rendra diatas meja yang berada di samping sofa dan masuk kedalam walk in closed untuk mengambil pakaian gnti rendra setelah siap ia langsung turun kebawah untuk menyuruh para pelayan memanaskan makanan karna mungkin sebentar lagi rendra akan turun untuk makan
disisi rendra,,
setelah selesai mandi rendra langsung keluar dari kamar mandi dengan handuk yang dililitkan ke pinggangnya, perutnya yang keras dan terbentuk, dengan sedikit sisa air yang masih menetes di tubuhnya meninggal kan kesan seksi padanya, ia pun melirik kasur dan melihat baju yang sudah disiapkan Vivian untuknya
setelah itu ia langsung turun kebawah untuk makan, saat sampai di meja makan ia melihat Vivian yang duduk di samping meja, menunggu kedatangannya, rendra pun langsung duduk begitu juga dengan Vivian yang duduk di kursinya, dan para pelayan pun menyajikan makanan
setelah selesai makan rendra langsung bangkit berdiri dan menuju meja kerjanya yang berada dilantai tiga,, dilantai tiga itu terdapat gym tempat rendra untuk olahraga, mini bar, tempat karoke, serta kolam renang yang menyajikan pemandangan bulan dan bintang dimalam hari.
tok tok tok
"tuan,, apakah aku boleh masuk" tanya Vivian sambil mengetuk pintu
"hmm" ujar rendra pendek,, mungkin Vivian Tidak akan mndengar deheman rendra yang mengizinkan nya masuk jika ia tidak meletakkan kuping nya di samping pintu
__ADS_1
"kau mau apa kesini" tanya rendra tajam sambil melirik tajam pada Vivian
" ini tuan saya membuat kopi untuk anda, pasti capek kan seharian kerja di tambah harus kerja seperti ini, jadi saya buat kopi untuk tuan biar anda semangat gitu, hehehe" jelas Vivian kikuk
"anda tidak menaruh racun kan?
untuk membunuh saya lalu kamu akan keluar dari mansion ini"tanya rendra meng intiminasi Vivian
"racun tikus yang saya kasih tadi tuan biar anda skit perut"ujuar Vivian kesal
"lagian buat apa aku harus kasih racun? hidupku sudah enak disini tidak perlu memikirkan aku harus makan dan minum apa, kan tuan sudah penuhi, dan tidak harus juga mendengar ocehan mama tiri aku, jadi aku mah seneng-seneng aj berada disini hehee" ujar Vivian sedikit kesal pada rendra tanpa takut pada tatapan intimidasi rendra
'kenapa ia tidak takut pada tatapan ku, bukankah setiap orang yang kutatap seperti ini pasti merasa menggigil tapi kenapa ia tidak'? tanya rendra dalam hatinya
jangan lupa like komen dan vote yah
kasih semangat dong buat author agar author semangat up hehehe😂🤣
__ADS_1
love you banyak"😍😘