Suami Panasku

Suami Panasku
Hari panjang


__ADS_3

Radit mulai memainkan aksinya dia tidak akan menyia nyiakan mangsanya itu yang sedang menyerahkan diri langsung kepadanya. Radit mulain melepaskan satu persatu pakaian Klara dan juga pakaiannya yang di bantu oleh Klara.


Mereka tidak peduli lagi sedang berada dimana nafsu telah menguasai keduanya. Radit bermain di tubuh gadis kecilnya itu secara perlahan sambil memainkan daerah favoritnya itu dada Klara.


******* demi ******* saling bersahutan memenuhi ruangan kerja Radit yang untungnya ruangan itu kedap suara. Mereka bermain di atas sofa panjang kerja Radit. Permainan yang awalnya pelan dan lembut beralih menjadi cepat, kasar dan panas yang membuat tubuh Klara setiap beberapa menit menjadi bergetar hebat yang menandakan dia telah sampai di titik kenikmatannya.


Setelah beberapa Jam dan beberapa gaya permainan yang mereka gunakan hingga tidak mempedulikan orang orang yang berada di luar ruangan tersebut dan beberapa ketukan pintu yang pasti dari sekretaris Radit itu tidak ia pedulikan.


Setelah Radit mencapai puncaknya iapun terkulai lemas diatasi tubuh Klara menindihnya dan berusaha menggunakan sedikit tenaganya agar tidak membuat kekasi kecilnya itu merasa tidak sesak karena tertimpa tubuh kekarnya.


Berapa menit telah berlalu, Radit membersihkan tubuh kekasihnya itu dengan tisu basah. setiap dia membersihkan tubuh kekasihnya itu sebenarnya nafsunya kembali tetapi ia mencoba menahannya karena ia tahu betul tenaganya tidaklah sama dengan tenaga Klara. Dia takut membuat Klara terlalu kelelahan.


Setelah selesai dia memakaikan pakai kekasih kecilnya itu kembali dan juga kembali memakai pakaiannya dia memperhatikan wajah Klara yang sedang tertidur karena kelelahan itu setelah beberapa ronde permainan.

__ADS_1


Dia tersenyum bahagia akhirnya puasanya beberapa hari ini telah terbayarkan. Klara terbangun dari tidurnya dan mendapati Radit sedang memandangnya sambil tersenyum.


"Sudah bangun baby" ucap Radit


" hmmm" balas Klara sambil tersenyum dan mengganggukan kepalanya


Radit mendekati Klara dan mencium kening gadis manis itu. Klara bangun dari tidurnya dan segera duduk mengsejajarkan tubuh Radit. Radit menggenggam tangan Klara sambil sesekali mengusapnya.


"Padahal masih kangen" balas Radit sambil menunjukkan wajah lesunya


"Kan sudah ketemu bahkan sudah dapat jatah, terus dapatnya lama lagi" ucap Klara sambil menundukkan pandangannya karena tidak menyangka kata kata itu akan keluar dari bibirnya.


Radit tersenyum menggoda menatap Klara "sekarang sudah sangat nakal ya" ucap Radit

__ADS_1


"Nggak kok" balas Klara sambil memberanikan diri menatap Radit


Radit meraih wajah Klara dan mencium kembali bibir gadis kecil itu dia terpancing dengan kata kata Klara tapi berhasil di hentikan oleh Klara. Klara tidak dapat membayangkan apa yang akan terjadi jika dia tidak menghentikan Radit segera.


Klara berdiri dari duduknya dan segera meraih tasnya. bersiap untuk pergi.


"Aku pulang dulu ya sayang" bisik Klara di telinga Radit yang sontak membuat nya ingin menerkam kembali mangsanya itu


Klara berlari sambil tertawa ke arah pintu keluar dia tahu bahwa dia sedang membangunkan harimau yang sedang tertidur tetapi itu membuatnya puas menjahili kekasihnya.


Radit merasa kacau di buat Klara, dia ingin mengejar kekasihnya itu tetapi di hadang oleh sekretarisnya itu yang sedari tadi sedang menunggunya di luar ruangan.


Pekerja Radit cukup banyak tertunda karena waktu yang ia habiskan bersama Klara. Dia harus bekerja lebih banyak waktu lagi untuk menyelesaikan pekerjaan pekerjaannya yang tertunda tadi.

__ADS_1


__ADS_2