
Setelah tiba di dalam apartemen Radit langsung memeluk kekasihnya, dia sudah tidak sabar untuk memangsa makan malamnya itu.
Klara yang kaget tidak dapat berbuat apa-apa dengan yang dilakukan oleh Radit kepadanya, dia berusaha menghindar tetapi tetap saja kemampuannya tidak seimbang dengan tenaga Radit. Dia menerima permainan Radit dengan pasrah dan pada akhirnya dia terbuwai dengan permainan bibir itu.
Klara yang sudah terbius dengan permainan itupun mulai menggila dengan permainannya. Radit memeluk Klara semakin dalam hingga membuat Klara tidak dapar bernafas.. Radit yang menyadari itu melepaskan lumatannya dan memberikan jeda pada permainannya itu.
Radit memperhatikan wajah kekasihnya itu yang sangat manis membuat nafsunya semakin membara, bibir yang merah dan terbuka itu seakan meminta untuk di ***** habis oleh Radit.
__ADS_1
"Bagaimana Baby" ucap Radit
"Hmmm" balas Klara
Mendengar jawaban singkat Klara Radit langsung ******* bibir Klara dengan buas dan semakin dalam tidak ada ampun untuk Klara, Radit seakan telah di Rasuki lumatannya semakin lama semakin panas yang membuat klara tidak bisa menahan diri melingkarkan tangannya di leher Radit dan sesekali menambal rambut Radit.
Tangan Radit mulai menarik res leting pakaian Klara dan membantunya melepaskan gaun itu serta Radit melemparkan kain penutup badan Klara itu ke sembarangan tempat. Klara sekarang hanya menggunakan ****** ***** bagian atasnya telah terpampang nyata di depan Radit. Mata Radit melihat itu tidak berkedip sedikit pun dan langsung memangsa makanan yang ada di depannya itu yang dari leher turun ke dada yang membuat Klara mendesah hebat tidak dapat menahan suaranya.
__ADS_1
Setelah Radit merasa cukup dengan permainan itu iya langsung menggendong Klara masuk kedalaman kamarnya dan melepaskan pakaiannya satu per satu yang di bantu oleh Klara. Nafsu keduanya sudah berada di ubun ubun tidak dapat terkendalikan lagi.
Radit tidak berhenti begitu saja dalam 1 ronde permainan dia tidak menyia nyiakan kesempatan ini dan juga Klara sudah tidak merasakan rasa sakit lagi yang membuatnya mendapatkan kesempatan yang lebih besar untuk memenuhi hasratnya dan mereka juga akan nantinya menikah sehingga Klara tidak menolak semua permainan Radit malah menikmatinya dan tatapan yang makin merangsang nafsu Radit semakin dalam.
Malam panjang itu di lalui mereka saling bersahutan dengan panas, tidak ada jeda dari permainan mereka ataupun rasa lelah seakan mereka telah di berikan kekuatan untuk melakukannya sepanjang malam dan Radit sangat senang dengan semua itu akhirnya puasanya beberapa hari terpenuhi.
Tubuh Klara yang kecil itu yang awanya tidak dapat menyesuaikan diri akhirnya bisa menyesuaikan serta rasa sakit itu juga sudah hilang dari tubuh dia. sekarang dia betul betul sudah menyerahkan dirinya dengan laki laki yang dia anggap kakak itu laki laki yang menjadi sahabat kakaknya itu yang sudah dia kenal lama.
__ADS_1