Suami Panasku

Suami Panasku
Cerita


__ADS_3

Pagi hari tiba Radit terbangun dengan suasana hati bahagia yang disambut dengan pemandangan wajah cantik Klara yang ada di pelukannya. Dia menyandarkan kepalanya di dinding ranjang sambil menatap wajah klara yang cantik turun keleher putih klara yang dipenuhi tanda tanda cinta dia yang mengingatkannya tentang kejadian malam indah yang panjang itu.


Dia merasa bangga karena 1 per 1 rencana akhirnya tercapai, dia menyukai Klara sejak pertama di perkenalkan oleh sahabat nya yang tidak lain adalah sahabatnya sendiri kakak kandung Klara. Klara saat itu masih duduk di bangku SD dan Radit di bangku SMP, perasaan sayang saat pertama bertemu hanya terpintas dipikirannya sebatas kakak dan adik yang semakin lama rasa ingin menjaga dan rasa sakit saat Klara dekat dengan laki laki lain yang membuatnya sadar perasaan itu bukan sebatas kakak dan adik.


Karena memiliki pengaruh yang cukup kuat di lingkungannya dan memberikan peringatan kepada setiap lelaki yang menyukai Klara akhirnya semua menjauh untuk mencari aman. Walaupun terpaut usia yang begitu jauh bukanlah hal yang menghambat perasaan dia yakin akan bisa memiliki Klara seutuhnya.


Mengenang masa masa awal pertemuan itu yang sudah direncanakan rencana masa depan yang panjang bersama Klara.


Radit beranjak dari kasurnya untuk bersiap siap mandi dan menyelesaikan pekerjaannya yang sudah menumpuk di meja kerjanya yang sudah dipersiapkan oleh sekretarisnya.


Beberapa jam berlalu setelah semuanya selesai dan haripun semakin siang. Klara terbangun dan merasakan sekujur tubuhnya terasa sakit dan kepala yang pusing seketika dia teringat akan hal yang terjadi semalam membuat wajahnya menjadi memerah memanas.


Dia tidak pernah menyangka hal itu bisa terjadi kepada dirinya dan laki laki yang sudah dia anggap seperti kakaknya sendiri itu walaupun dia tidak bisa mengingkari bahwa dia sebenarnya menganggapnya lebih dari seorang kakak. Kesuciannya telah di ambil, kesucian yang ia jaga baik baik akhirnya telah hilang, dia ingin bergegas kekamar mandi tetapi rasa sakit di tubuhnya terutama dibagian bahan sensitifnya dia mengerang kesakitan tidak dapat menahan rasa sakit itu.


Mendengar suara Klara, Radit bergergas ke kamar mengecek kondisi Klara.


"Istirahat jangan terlalu bergerak bila ada hal yang kamu perlukan bilang saja hari ini tidak perlu kesekolah kakak sudah menghubungi pihak sekolah", ucap radit yang khawatir melihat Klara


Klara hanya menatap radit tanpa mengatakan apapun dan memperbaiki posisinya untuk kembali berbaring.


"Kamu tidak apa-apakan, kakak minta maaf semua yang terjadi kemarin ternyata ulah para pelayan kakak tapi kakak sudah mengurus semuanya", ucap radit Sambil mengelus kepala Klara "Kakak akan bertanggung jawab atas semuanya, kakak janji."


Tidak ada respon dari Klara membuat hati Radit merasa bimbang atas yang dia perbuat tapi dia tidak menyerah dalam membujuk Klara.


"Kalo kamu mau marah kakak siap terima semuanya hukuman dari kamu", ucap Radit


"Kak" (Terjedah hening beberapa waktu hingga sampai Klara melanjutkan ucapannya)


"Aku takut bagaimana kalo aku hamil Kakak pak pengaman kan??", ucap Klara yang merasa khawatir

__ADS_1


Sepanjang diamnya mendengar setiap kalimat yang keluar dari mulut Radit, Klara hanya terus bertempur dengan pikirannya sendiri bagaimana bila dia hamil, bagaimana bila dia merusak nama baik keluarganya, bagaimana masa depannya.


"Kakak sudah mengatakannya sebelumnya, kakak akan bertanggung jawab atas apa yang terjadi semalam, kakak janji". ucap Radit sambil mencium kening Klara


Klara diam seribuh bahasa entah apa yang ada dipikirannya.


"Aku tidak ingin merusak hubungan kakak dengan orang pilihan kakak jangan jadikan ini menjadi beban kakak hingga mengorbankan kebahagiaan kakak", ucap Klara


(Sambil menggenggam tangan Klara) "tidak ada rasa beban di hati kakak, kakak sudah menyukaimu sejak lama dan kakak akan bertanggung jawab bukan karena keterpaksaan", ucap Radit Sambil menarik nafas yang panjang dan menghembuskannya dengan panjang "besok kita bertemu dengan tante dan om ya orang tua kamu untuk status hubungan kita, kakak akan melamar kamu"


"Tapi kak apa kakak yakin dengan semua ini?", ucap Klara yang penuh tanya


"Kakak yakin, kakak benar benar suka dengan kamu dan sayang sama kamu" ucap Radit sambil memegang wajah cantik Klara


Memberanikan diri menatap mata Radit "Kakak serius?"


"Serius baby" Radit sambil mencium kening Klara


"Aku sayang kamu, izinkan kakak menjaga kamu ya baby...", Radit mencoba meyakinkan


"Hmm" sambil membalas pelukan Radit


"Kamu mau kan jadi Istri aku, aku janji akan bahagiakan kamu bagaimanapun caranya, aku janji..." ucap Radit


Klara hanya diam, tapi itu bukan masalah buat Radit karena kalaupun Klara menolak dia tidak akan begitu saja menyerah belum lagi benih yang dia yakin sudah tertanam di rahim Klara.


Klara hanya berpikir tentang apakah Radit menggunakan pengaman kemarin bagaimana bila tidak, bagaimana kalau dia hamil, rancangan masa depan yang dia susun rapi untuk bisa kuliah keluar negeri bisa hancur berantakan begitu saja...


"Kak hmmmm, kemarin pake pengaman kan??? yakan kak??" tanya Klara

__ADS_1


"Iya baby...", ucap Radit


"Untunglah....", ucap Klara yang merasa lega


Sikap polos Klara yang memercayai Radit begitu saja membuat Radit semakin senang karena rencananya berjalan dengan lancar tanpa hambatan... Tapi tidak lama Klara bertanya kembali


"Aku tidak yakin kakak memakai pengaman bagaimana bisa kakak menyiapkan semuanya setelah kejadian yang tiba tiba itu", ucap Klara sambil menatap Radit penuh tanya


"Baiklah kalo kamu tidak percaya nanti aku pesankan obat pencegah kehamilan ya...", ucap Radit


Mendengar ucapan Radit sontak membuatnya senang dan menganggup bahagia...


"Ayo beli obatnya sekarang kak..", ucap Klara


"Nanti kakak hubungi orang untuk mengantarkannya, sekarang kamu istirahat sambil menunggu obatnya datang", ucap Radit


"Baik kak", ucap Klara sambil berbaring di ranjang


Radit yang untuk membuat Klara percaya dengan dia, diapit menghubungi teman baiknya yang bekerja di suatu Rumah sakit internasional untuk mengirimkan dia obat penyubur rahim yang bungkusannya di ubah ke obat kontrasepsi.


"Ben tolong ya kirimkan obat penyihir kandungan ke apartemen aku tapi dengan bungkusannya diubah menjadi tempat kontrasepsi..", isi pesan Radit


Tidak butuh waktu lama pesan yang dikirim tersebut direspon dengan cepat oleh sahabatnya


"Untuk apaan, lagi buat eksperimen ya?", balas Ben


"kirimkan saja... ok", respon Radit


"Ok", lanjut Ben

__ADS_1


Setelah semuanya beres Raditpun juga membaringkan tubuhnya di samping Klara dan memeluknya...


__ADS_2