Suami Panasku

Suami Panasku
Datar


__ADS_3

Malam telah tiba, Klara terbangun dari tidurnya ia terkejut setelah melihat kearah jendela yang telah gelap. Ia merasa marah karena tidak dibangunkan oleh Radit untuk meminum obatnya atau obat itu belum ada, dia mengalihkan pandangannya ke arah radit yang sedang tertidur pulas sambil memeluknya dengan nada marah dia membangunkan Radit.


"Kak bangun... kak obatnya mana?", ucap Klara sambil mengguncangkan badan radit


"Iya baby, sudah kok obatnya di atas meja", jawab Radit berbicara sambil menutup matanya


Klara setelah mendengar ucapan Radit langsung bergegas dari ranjangnya menuju meja yang disebutkan oleh Radit tadi...


Radit yang tertidur berusaha mencari seseorang di samping dengan menyapu seluruh kasur dengan tangannya, menyadari yang tidak dicarinya tidak ada diapun bangun. melihat Klara yang sedang duduk di sofa membuat hatinya tenang dan bergegas menyusulnya.


"Selamat malam Baby" ucap Radit sambil mencium puncak kepala Klara


"Obatnya udah datang kenapa tidak dibangunkan kak?" ucap Klara dengan wajah yang masam ke arah Radit)


"Maaf baby kamu tidur terlalu lelap membuat aku tidak tegah untuk membangun kamu, maaf ya" ucap Radit sambil duduk jongkok di depan Klara

__ADS_1


"Baiklah...", ucap Klara


"Aku keluar dulu ya pastikan pelayan sudah siapkan makan malamnya atau belum", ucap Radit


"baik kak", ucap Klara sambil tersenyum kearah Radit


Radit berjalan keluar untuk mengecek pekerjaan parah karyawan apakah sudah atau beres, setelah dia pastikan semuanya beres di kembali ke kamar untuk mengajak klara untuk menyantap makan malam yang sudah di siapkan itu.


Klara menuruti setiap ucapan Radit yang mengajaknya untuk makan malam. Klara sangat menikmati makanan membuat Radit yang sedari tadi menatapnya semakin senang dan tentu saja setiap yang dilakukan klara membuat hati Radit bahaya.


"Baby aku sudah menghubungi keluarga kamu untuk datang besok membicarakan hubungan kita", kata Radit ke Klara


Klara hanya terdiam seribu bahasa sebenarnya dia tidak siap dengan semua ini tapi kalaupun menolak pada akhirnya keluarganya akan menjodohkannya dengan laki laki pilihan mereka yang belum tentu dia kenal dari pada seperti itu lebih baik meneri Radit yang sudah dia kenal baik itu dan sudah tentu jelas dia memiliki perasaan kepada Radit.


Melihat tidak Ada respon dari Klara dan pandangan yang kosong di penuhi keraguan Radit akhirnya merangkul Klara dalam dekapannya dan mengusap lengan klara dengan lembut dan menyandarkan kepala Klara di pundaknya.

__ADS_1


"Kamu tidak mau yahh sama kakak, kamu tidak percaya dengan saya ya. Setelah hubungan kita yang semakin diper erat kakak tidak akan pernah mengubah sikap kakak sama kamu... aku janji hubungan kita sekarang dan kedepannya akan semakin baik", ucap Radit sambil mencium rambut Klara


(Sambil tersenyum kearah Radit dan menggenggam erat tangannya) "Baik kak, aku siap menjadi istri kakak", ucap Klara


mendengarkan ucapan itu keluar dari mulut klara seakan membuat jantung Radit mau keluar sakin bahagianya, dia tidak sabar menunggu hari esok untuk bertemu dengan keluarga Klara. serta dengan sepontan dia mengangkat dagu Klara dan menciumnya yang perlahan secara lembut menjadi semakin panas.


Ciuman itu semakin dalam dan agresif, yang membuat pikiran Klara menjadi kosong dan mulai terbawa suasan serta semakin sulit bernafas. Nafasnya mulai terengah rengah sulit bernafas mencobah mendorong tubuh Radit tapi Karena kekuatan yang tidak seimbang membuatnya sulit mendorong tubuh kekar itu dan hanya bisa pasrah dengan perlakuan yang diberikan oleh Radit kepadanya. Bukan bibirnya saja yang menjadi nakal tangan Raditpun mulai bergerak lincah menyusuri seluruh tubuh Klara dan mulai masuk kedalam baju Klara mencari sesuatu harta karun.


Menyadari hal tersebut Klara spontan menggigit bibirnya dan kabur dari permainan Radit, rasa sakit dari permainan semalam saja belum sembuh dia tidak kuat bila harus ditambah lagi.


"Kak, STOP...Ok", ucap Klara sambil mendorong tubuh Radio


"OK baby", kata radit sambil menjawab dengan tidak bersemangat karena kecewa, tapi dia marus mengalah karena mengerti bahwa Klara belum sepenuhnya pulih dari rasa sakit permainan semalam.


Klara berpindah posisi ke kursi yang berada di seberang Radit karena bila dia tetap terus di posisinya itu akan menjadi titik bahaya untuknya.

__ADS_1


Setelah beberapa jam menghabiskan waktu menonton TV mereka beranjak dari duduknya karena Radit melihat Klara yang sudah mulai mengantuk. Didalam kamar mereka menghabiskan waktu saling bercengkerama hingga tertidur.


__ADS_2