
Keesokan harinya Radit bersiap untuk mengantarkan Klara pulang dan untuk menemui orang tua klara menyampaikan maksudnya melamar Klara. Semuanya sudah di persiapkan dengan baik oleh Radit agar dia dapat mudah di terima keluarga Klara.
Sesampainya dia di rumah Klara mereka di sambut dengan hangat oleh kedua orang tua dan kakak Klara. Mereka semua berkumpul di ruang tamu dan Radit langsung menyampaikan maksudnya walaupun keluarga Klara sudah tau dan mereka juga sudah tau bahwa sudah sejak lama Radit menyukai Klara.
Percakapkanpun dimulai Radit menceritakan semua aktivitas dia sejak di luar negeri dan semua prestasi yang sudah dia capai. Keluarga Klara bangga mendengar semua prestasi yang telah dia capai belum lagi Radit berasal dari keluarga Yang kaya dan terhormat, dia tidak pernah menjadi anak kaya manja.
Rencana yang disusun Radit berhasil membuat calon mertuanya bangga dan berhasil mengambil hati calon mertuanya itu. Meskipun Radit tidak menceritakan tentang keberhasilannya dia akan tetap bisa di terima keluarga Klara karena kesuksesan yang dicapai sekarang sudah menunjukkan bahwa Radit adalah laki laki yang cocok untuk menjadi pendamping Klara.
Setelah berbincang lama mereka melanjutkan makan malam bersama. Malam panjang itu mereka habiskan dengan penuh rasa kekeluargaan yang harmonis jauh dari kesibukan yang biasanya mereka lalui. Mereka membahas semua dari tanggal pertunangan hingga tanggal pernikahan.
Tanggal pernikahan dilaksanakan cukup mendadak karena Radit tidak ingin menunda waktu baik itu dan tentunya dia tidak sabar untuk memberitahu semua orang bahwa Klara adalah miliknya.
"Apa tidak mendadak kak, aku juga belum tamat", kata Klara
"Tenang saja kakak sudah atur semua.." ucap Radit tersenyum manis ke arah Klara.
"Orang tua kamu bagaimana nak?", ucap ibu (klara)
"Mereka sebelum kesini saya sudah mengabarinya tentang niat saya ini dan mereka mempercayakan semua dengan saya tante karena urusan bisnis mereka tidak sempat datang langsung bersama saya dan di acara nanti mereka pasti akan datang", jawab Radit
:"Iya nak kami juga percaya dengan kamu seperti orang tua kamu percaya dengan kamu nak", ucap Ibu dan Ayah (Klara)
__ADS_1
Malam sudah semakin larut Radit meminta izin untuk berkemas pulang ke apartemennya. Dalam hatinya dia tidak sabar bisa pulang bersama calon istrinya itu tapi dia masih menahan hati sampai hari yang di tentukan telah tiba.
Bayangan-bayangan cinta mereka malam kemarin tidak bisa pudar dari fikiran Radit dan membuat dia semakin ingin melakukannya lagi bersama Klara.
Mereka berjalan ke teras rumah Radit tidak bisa mengalihkan pandangannya pada Klara membuat Klara tersipu malu dan orang tua Klar hanya bisa tersenyum bahagia melihat tingkah anak-anak itu.
"Hati hati ya kak", ucap Klara
"Iya, besok kita jalan ya?", kata Radit Sambil mengelus lembut rambut Klara)
"Mau kenapa kak?", tanya Klara
"Ada dong, Rahasia.. ", jawab Tadi sambil membuka pintu mobil
Radit sudah menyusun rencana baru untuk menghabiskan waktunya besok bersama Klara di singa sana ranjang mewahnya tanpa di ketahui oleh Klara dia tidak sabar menunggu hari esok itu untuk bermain dengan gadis cantik itu.
Radit pamit dengan kedua orang tua Klara dan langsung menancap gas mobilnya menjauh dari rumah Klara.
..........
Keesokan harinya dikantor setelah semua pekerjaan Radit selesai dia bersiap untuk menjemput Klara di sekolahnya. Setelah beberapa menit perjalanan menuju sekolah Klara yang tidak ada hambatan itu diapun sampai di depan gerbang sekolah Klara yang sudah di sambut oleh Klara dan merasakan langsung menuju ke suatu daerah yang penuhi gedung-gedung elit. Radit menggandeng kekasihnya itu masuk ke suatu gedung yang di penuhi oleh perhiasan mewah yang pemiliknya bukan lain sahabatnya sendiri sejak berada di luar negeri dia sudah memesan suatu desai cincin khusus untuk pernikahan mereka dan dia yakin bahwa Klara pasti akan menyukai desain tersebut.
__ADS_1
Setelah memasuki gedung tersebut Radit langsung menunjukkan kartu namanya ke staff yang bertugas dan langsung di persilakan kesuatu ruangan VVIP khusus yang di dalamnya terdapat banyak berlian dan emas cantik yang harganya sangat fantastis.
Setelah memasuki ruangan tersebut mereka di perlihatkanlah banyak koleksi yang cantik dan sesuai dengan yang di rencanakan Radit, Klara langsung menyukai cincin desain pilihan Radit.
Setelah selesai memilih cincin pertunangan mereka langsung beranjak pergi ke suatu restoran mewah yang tidak jauh dari tempat sebelumnya. Suasana hati mereka cukup bahagia di tambah lagi semua yang di rencanakan Radit sesuai yang di harapkan.
Radit memanjakan semua apa yang di inginkan Klara hari ini tidak ada satupun yang dia tidak kabulkan dari permintaan Klara, setelah selesai merekapun pulang dan tentu saja Radit tidak membawa Klara pulang ke rumahnya tetapi membawa dia ke apartemennya. Dia tidak sabar menyantap makan malamnya itu setelah beberapa hari menahan diri. Dia tersenyum licik memandang Klara dari sudut matanya.
Klara yang sadar bahwa itu bukanlah jalan menuju ke rumahnya langsung menatap Radit dengan penuh tanya.
"Kita nggak pulang kak?", tanya Klara
"Pulang kok baby...", jawab Radit
"Ini bukan jalan ke rumah Klara Kak?", tanya kembali Klara
"Kita ke apartemen Kakak dulu ya sebentar setelah itu kakak antar pulang, OK?", ucap Radit sambil tersenyum kearah Klara
"Baik kak", jawab Klara Tanpa ada rasa curiga
__ADS_1
Selama perjalanan Radit tidak sabar untuk segera tiba di apartemennya untuk menyantap hidangan manisnya. Di sisi lain Klara tersadar tentang kejadian malam sebelumnya dan merasa takut bila hal itu terjadi lagi tapi kalaupun itu terjadi bukan kah masalah besar karena dia sudah akan menikah dengan Radit serta tubuhnya juga di nikmati sebelumnya oleh Radit dan dia hanya bisa pasrah apapun terjadi nantinya.
Merekapun tiba di apartemen Radit dengan hati yang berdegup kencang dan hati yang was was saat turun dari mobil mewah itu. Apartemen Radit terlihat sepi karena memang sudah di atur oleh Radit, para pelayan di minta untuk pergi.