Suamiku Berondong SMA

Suamiku Berondong SMA
eps. 2


__ADS_3

" halwa, Di panggil umy ! " seru zila, di ambang pintu kamar.


Halwa melirik sekilas. mencium kitab sebelum menutupnya. _gadis itu bangkit berdiri, meletakkan kitab nya ke rak yang terletak di atas lemari plastik tiga susun miliknya.


" ada apa yah? " tanya halwa lirih.


umy membawa dua cangkir kopi hitam ke ruang tengah, dimana halwa duduk sembari menunduk.


" soroganmu sudah sampai mana ? " tanya umy mendudukkan pantat di samping halwa.


" sulam, umy " jawab halwa sembari menunduk.


umy tersenyum, pelan tangannya menggenggam tangan halwa " ada yang ingin umi sampaikan "


" monggo umy ! " sahut halwa


" umurmu sudah dua puluh tahun kan ? " tanya umy.


halwa mendongak dengan kening mengkerut. kepalanya bergerak mengangguk sebagai jawaban.


" berarti, sudah siap berumah tangga ? " tanya umy hati - hati.


halwa terdiam, gadis itu menggigit bibir sembari mencerna pertanyaan umy yang sepertinya bukan sekedar pertanyaan melainkan ada maksud tertentu dari pertanyaan itu.


" belum ketemu jodoh umy " sahut halwa menunduk malu - malu.


umy tertawa kecil, tangannya terulur mengusap kepala halwa. " ridho seorang guru itu adalah berkah untuk murid. dan murid yang mendapat ridho seorang guru, niscaya segala ilmunya akan berkah dan bermanfaat "


" nak, ada yang ingin meminangmu ! dia berasal dari keluarga yang cukup dari segi materi. " umy menjeda, terkekeh saat mengingat wajah bocah yang hendak di pinangkan dengan halwa.


" tapi dia belum cukup umur. dia pria yang kemarin bertamu. bagaimana? apa kamu menerima ? " tanya umy


" halwa mengikuti apa baiknya menurut umy saja ! " putus halwa.


÷÷÷


zafran mengacak rambutnya frustasi, melirik jengkel ke arah ayahnya yang sekarang ini sedang menyiapkan berkas untuk acara pernikahan sirih nya.


" pih, " rengek zafran.


pak khoirul mendongak, mengerutkan kening ke arah putranya.

__ADS_1


" ada apa? " tanya pak khoirul. tangannya kembali sibuk memindai berkas - berkas.


" ckkk, " decak zafran melirik sebal ke arah ayahnya yang kelihatan sok sibuk sekarang.


" papih beneran mau nikahin aku sama cewek kampung itu ? aku masih sekolah pih, masih kecil, masih nete sama mamih masa' mau di kawinin " dumelnya tanpa menoleh.


pak zafran terkekeh, pria baya itu melangkah pelan mendudukkan pantatnya di sofa, di seberang putranya.


" ngakunya masih kecil, tapi kerjaannya mojok di gedung tua " sahut pak khoirul melirik sinis ke arah putranya yang wajahnya tertekuk.


bibir zafran mencebik " hoax lah, mana ada aku mojok di gedung tua "


" jauh - jauh dari amel, pernikahanmu dua hari lagi " putus pak khoirul membuat zafran terbatuk ludah sendiri.


" jan ngaco pih, papih kira aku kambing yang se'enak upil di kawin - kawinin. tega !" marahnya.


pak khoirul tak menggubris, lelaki itu malah bangkit berdiri meninggalkan putranya dengan menenteng berkas itu. Pria itu berjalan santai menaiki tangga. di anak tangga ke lima, pak khoirul mendengus kesal saat melihat istri mudanya yang sudah terlihat rapih dengan pakaian terbuka.


erika tersenyum mengecup lembut pipi suaminya " aku mau arisan mas ! "


" ka, mas kan sudah bilang jangan pakai pakaian yang terbuka " protes khoirul bertolak pinggang.


erika nyengir kuda " bajuku kan memang begitu semua mas. kalau mau beli baju katanya setiap satu kancing baju di hisab. ya sudah aku nggak beli baju lagi "


" nanti aku transfer uang, dan beli semua gamis. mahal nggak papa "


erika mencebikkan bibir " aku udah telat loh ! aku berangkat dulu ya " nyelonong pergi tanpa menggubris perintah suaminya, seperti biasa wanita itu akan mencuri ciuman suaminya sebelum benar - benar keluar rumah.


pak khiurul berdecak, berjalan menaiki tangga dengan menghentakkan kakinya kesal.


zafran menyelipkan rokok ke bibir, melantik korek dan mendekatkan ke rokoknya. detik berikutnya asap mengepul di udara.


zafran menatap dingin ke arah wanita muda yang berjalan angkuh memasuki mobil mewah keluaran terbaru yang pastinya berharga fantastis. cowok itu menatap tajam saat erika melayangkan ciuman jarak jauh ke arahnya.


udah sering sih erika ngasih godaan bertubi - tubi. alih - alih tergoda, cowok itu justru muak pengin banget nendang mukanya yang sok baik itu.


kalau dipikir - pikir ada baiknya dia menikah. karena dengan begitu dia akan jauh dari ibu tirinya. ada alasan kuat kenapa dia lebih milih jadi cowok brengsek yang urakan. kurang kasih sayang dan didikan dari kedua orang tua sangat berpengaruh sama perkembangan pola pikirnya. ibunya sibuk berkarier, ayahnya sibuk bekerja dan lebih banyak menghabiskan waktu dengan istri mudanya.


dibanding tinggal dengan ibu kandungnya, dia lebih milih tinggal dengan ayahnya. yang walaupun sibuk kerja tapi sempat memberikan perhatian barang seujung kuku.


drrttt

__ADS_1


panggilan dari ponselnya, membuyarkan lamunannya.


" baby " sapa amel di seberang telepon


" hm " gumam zafran


" kangen tauk " rengek amel


zafran tak menggubris, cowok itu terdiam dengan wajah dingin dan tangan mengepal, menyalurkan sesak yang memupuk dadanya saat mengingat kecurangan amel yang main di belakang sama temennya.


" ketemu yuk ! " ajak amel


zafran menarik sudut bibirnya dengan sering akan sinis " nggak bisa " sahut zafran dingin


tak menunggu jawaban lagi, zafran langsung mencet tombol merah. amel nggak tinggal diam, cewek itu memberondong zafran dengan beberapa pesan juga panggilan berkali - kali.


yang namanya udah muak dan kesel, zafran tetap nggak menggubris. cowok itu membuang pethilan rokok yang masih panjang dan menekan tombol off.


÷÷÷


" qabiltu nikahaha wa tazwijaha bil mahril madzkur. HALLAN "


" SAH "


" alhamdulillahi robbil'alamiin "


Do' a ijab qobul yang di pimpin oleh abah kyai muhammad zayyin langsung menjadi penutup acara sakral tersebut.


Seusai doa dipanjat kan, mungkin sekitar dua puluh orang tamu yang menghadiri satu persatu maju mengulurkan tangan untuk menjabat kedua pengantin muda yang sekarang duduk di panggung yang telah di hias dekorasi dengan susunan bunga yang indah dan rapi.


tak terasa air mata halwa menetes, dirinya tak menyangka sekarang benar - benar telah menjadi seorang istri. umy mengelus bahu halwa, menjadi orang pertama yang selalu ada saat gadis itu rapuh. umy juga meneteskan air mata, merasa haru karena setelah dua puluh tahun merawat dan membesarkan halwa bak seorang ibu kandung harus melepas tangan ke orang lain.


" semoga, kebahagiaan selalu ada untukmu nak, jadilah istri penurut dan jalani kewajiban sebagaimana mestinya. rumah umy akan selali terbuka lebar untukmu. datang jika kamu ingin datang. " nasihat umy sebelum meninggalkannya seorang diri bersama laki - laki yang baru dikenal yang menyandang status sebagai suaminya.


halwa menunduk, menyembunyikan air mata yang terus mengalir, membanjiri pipinya bahkan menetes ke kain kebayanya yang berwarna putih.


zafran memutar bola mata jengah, menatap julid ke arah istrinya yang sekarang ini bahunya bergetar.


" lebay " gumamnya lirih namun masih bisa di dengar oleh halwa.


halwa melirik jengkel, tangisnya tambah pecah kala menyadari suaminya itu memiliki mulut pedas dan kelihatan kalau nggak ada simapatik - simpatiknya.

__ADS_1


dengan seenak dengkul, zafran nyelonong pergi, meninggalkan istrinya yang masih tergugu di teras rumah. sebuah rumah berlantai dua yang sekarang menjadi rumah barunya dengan sang istri. rumah hadiah yang si berikan oleh susi, ibu kandungnya.


__ADS_2