
" Kenapa elo minta maaf ? kan elo nggak salah ? " protes zafran sambil mengikuti bokong mobil taxi.
" Ya kan aku yang salah, enggak ngasih uang cash. lagian kamu sih ngasih nya kartu, aku jadi nggak enak loh sama pak taxi " suara lembut yang terkesan mengomel
Zafran memutar bola matanya jengah. cowok itu berbalik badan, hendak masuk gerbang namun jaketnya di cekal halwa.
" Tolong Bantuin yah, Belanjaannya berat " Halwa menangkup dua tangannya.
Zafran melirik beberapa keresek besar di bawahnya, kembali putar badan dan berjalan santai " Ogah " ketusnya.
Bahu halwa melemah, memandangi tubuh suaminya yang menghilang di balik gerbang.
" Tega banget sih kamu " ucapnya yang hanya berani berdumel.
Karena ada sekitar enam plastik besar, jadilah halwa harus bolak balik mengangkut belanjaan.
Halwa, menyalakan kompor, menggoreng telur dan sosis untuk lauk nya makan malam, setelah meletakan dua menu itu ke dalam piring, halwa beranjak ke Magicom, membuka tutupnya dan memastikan nasi sudah tanak.
Halwa tersenyum kecil, mengambil dua piring dan mengisinya dengan nasi
" Makan dulu yah " halwa meletakan piring ke depan zafran yang duduk di sofa.
Zafran melirik tanpa minat, kembali bermain ponsel tanpa memperdulikan halwa yang sudah makan di depannya dengan tenang.
" Kamu nggak suka lauknya? mau aku buatin mie instan ? " tanya halwa.
Zafran mendongak, menatap datar ke arah halwa yang menatapnya dengan menjilati tangan berisi butiran nasi.
" Liat muka elo aja gue udah empet apalagi makan masakan elo " sahut zafran sewot
" Nggak boleh ngomong gitu loh, nggak boleh nyia - nyiakan makanan. di luar sana masih banyak yang kesusahan hanya sekedar mencari sesuap nasi " halwa meletakkan piring dan mengambil piring bagian zafran.
" Mau aku suapin ? " tanya halwa lembut.
Zafran berdecak " Lo,, bisa diem nggak ? "
" Aku cuma nawarin makan loh, " sahut halwa masih dengan nada tenang.
" Gue nggak sudi nyentuh pemberian elo " sarkas zafran dengan tatapan tajam
" Nyentuh makanan aku enggak dosa, nyentuh aku juga enggak dosa, kenapa enggak sudi? kita udah halal dan kita udah boleh sentuh - sentuhan " Halwa kembali berceramah.
Zafran memejamkan mata, bangkit berdiri dengan sentaan nafas kasar.
" Sampe ketek monyet jadi glowing pun, gue enggak bakal sudi nyentuh cewek aneh kaya' elo ! " Zafran menuding dengan tatapan kesal.
Tak melanjutkan kata - katanya, cowok itu melenggang pergi menaiki tangga.
Halwa mendesah, menyandarkan punggung ke sandaran sofa " Kaya' nya aku enggak punya salah deh sama dia, kenapa dia benci banget sama aku ? " gumam halwa.
Halwa berjalan pelan ke ruang tengah, mengambil telepon bergagang dan meemncet nomor yang dia tulis di kertas.
" Halo " sapa pria di seberang sana
__ADS_1
" Halo, eumhh... pa " sahut halwa.
" Iya nak, kenapa ? " tanya pak khoirul
" Zafran biasanya suka lauk apa ya? " tanya halwa
hening tak ada sahutan, dan terdengar tawa kecil samar " Dia suka mie kuah telur.. kenapa? zafran mogok makan ? " tanya pak khoirul
" Iya, zafran nggak mau makan. padahal kan dia harus minum obat " jelas halwa.
" Iya, dia memang kaya' gitu. kadang juga dia nggak mau minum obat. wajar sih, soalnya sehabis minum obat dia demam. tapi menjelang pagi demamnya sembuh " terang pak khoirul.
" Jadi gimana pa? " tanya halwa
" Kamu bujuk saja, pake mie kuah telur. dia pasti mau kok " sahut pak khoirul
" Oh, ya udah deh pa, aku mau masak mie dulu ya "
" Ok, sayang ! good luck "
Halwa melangkah pelan dengan tangan memegang nampan berisi satu mangkuk mie, air putih dan satu butir obat. Posisi pintu kamar terbuka lebar, jadilah halwa mudah untuk masuk.
" Zaf, maem dulu ya ! aku buatin mie kuah telur " meletakan nampan ke meja rias.
zafran mendengus, berbaring memunggungi halwa dengan tangan sibuk memegangi ponsel.
Halwa menghela nafas, mendudukan pantat di ranjang dengan sebelah tangan memegang mangkok.
" Zaf, nanti mienya jadi gendut loh kalau dingin " menoleh ke punggung zafran
" Zaf " panggil halwa.
Halwa menggigit bibir bawah " Beneran enggak mau? aku suapin yah ! katanya kamu minum obat. makan dulu ya. nanti kalau nggak minum obat kamu nggak bisa tidur "
" Bisa diem nggak sih, berisik tau ! " omel zafran sembari berbalik.
" Duduk yah ! aku suapin " Sahut halwa dengan menunduk menyembunyikan matanya yang basah.
zafran tertegun, semburat penyesalan menyusup ke dada saat melihat sudut mata halwa yang bertelaga air mata.
" Gue makan sendiri " putus zafran merebut mangkuk.
Halwa mengangguk, berjalan ke kamar mandi untuk bebersih.
Mungkin sepuluh menit, halwa keluar dengan piyama lengan pendek dan juga rambut tergerai.
Zafran terpaku, melihat rambut hitam lurus dan terawat. wajah imut dan putih membuat jantungnya berdegup kencang. apalagi senyum yang istrinya suguhkan membuatnya kian terpana.
Zafran membuang muka, menyembunyikan wajahnya yang merona.
" Belum tidur ? " tanya halwa, duduk di atas ranjang.
" Ngapain ? " galak zafran saat halwa merebahkan tubuh
__ADS_1
" Mau tidur, ngantuk " sahutnya polos
" Enggak... enggak... elo.. tidur di sofa " Zafran menuding ke arah sofa.
" Kenapa? kita kan suami istri. kok tidurnya pisahan? "
" Kita pasutri bohongan, yah " sewot zafran.
Halwa menurut saja, mengambil bantal membawanya ke sofa dan merebahkan tubuh menghadap suaminya.
Zafran merengut sebal, merebahkan tubuh dan memunggungi istrinya.
" Kamu udah minum obat ? " tanya halwa
" Hm " gumam zafran.
Halwa masih memandangi punggung zafran. sampai nggak sadar kalau suaminya sudah tertidur dan hanya dengkuran halus yang terdengar.
Halwa mendesah, menatap nanar tubuh cowok itu dengan mata berkaca.
" Aku emang belum sepenuhnya suka sama kamu, tapi aku nggak bisa ninggalin kewajiban aku sebagai istri. jadi tolong jangan galak - galak sama aku. aku hanya manusia biasa yang punya hati. aku takut durhaka karena ngedumelin suami terus " Halwa berbalik badan, menatap langit - langit kamar dengan posisi telentang.
" Ssshh "
Halwa menoleh cepat saat mendengar suara rintihan dari mulut zafran.
" Zaf "
" enggghhh,,, shhh " desis zafran meringkuk.
Halwa memegangi dahi zafran. tubuh halwa tersentak saat merasakan panas menyengat di kulit suaminya.
" Demam " Halwa mendudukkan pantat di ranjang, mengelus dahi zafran yang basah.
" enggghhh " zafran membalik badan menghadap ke halwa.
Cepat, zafran menyambar tangan halwa dan meletakannya di pipi.
" Dingin ? " tanya halwa lembut
Zafran mengangguk.
Halwa menggaruk tengkuknya, merebahkan tubuhnya perlahan di samping suaminya. Zafran menenggelamkan kepala di ceruk leher halwa, ngusel dan mempererat pelukan.
Halwa meringis dan bergerak gelisah. pasalnya, dia enggak pernah berdekatan dengan lawan jenis. jadilah dia ngerasa risih dan gerogi. jantungnya bahkan sudah berjingkrak - jingkrak hendak loncat dari tempatnya.
Zafran semakin ngusel, dan nguselnya ke dada. halwa menunduk, mendorong pelan kepala zafran agar menjauh dari dadanya. Halwa mendesah saat zafran enggak mau menjauh. Halal dan berkah, tapi tetap saja dia nggak nyaman di posisi seperti itu.
" Bobok yang nyenyak yah " Halwa menepuk - nepuk punggung suaminya dengan sebelah tangan mengelus kepala zafran. tanpa sadar, dia juga menyusul suaminya ke alam mimpi
Pukul empat pagi, Halwa terbangun saat mendengar adzan berkumandang. halwa mengguncang bahu zafran yang masih nemplok di tubuhnya.
" Zaf, bangun ! sholat yuk "
__ADS_1
Tak ada sahutan hanya terdengar deru nafas teratur. Halwa mendorong kencang tubuh zafran saat cowok itu enggak mau melepas pelukan.