
gimana sih rasanya hidup sama orang yang nggak kita kenal sama Sekali ? orang asing yang malah menjadi orang terpenting dalam hidup kita. dan itulah yang sekarang ini di rasakan oleh halwa. Gadis itu sekarang Seolah - olah jadi laba - laba yang kudu susah payah membangun sarang lebih dulu baru bisa menempati dengan nyaman.
enggak ngeluh dan juga enggak nyesel. karena dia melakukan ini atas dasar keikhlasan dan juga pengabdian kepada gurunya. enggak sekedar seorang guru, umy zulfa adalah wanita tangguh yang mengasuhnya semenjak bayi. dia dulunya adalah seorang bayi malang yang terbuang di persawahan dan di temukan oleh salah seorang santri dan di bawa ke pesantren milik abah zayyin.
seperti kata umy zulfa, ridho nya seorang guru akan memberi keberkahan.
dan yang halwa harapkan sekarang adalah mendapatkan keberkahan dari pernikahan yang ia jalani . sebelum acara pernikahan sirihnya, dia udah di kasih bekal nasihat panjang lebar oleh umy. yang pada intinya dia harus menuruti dan melayani apa kata suami, dia juga di bekali sebuah pedoman kitab dimana tertera disana adab dan kewajiban seorang istri.
halwa menarik nafas panjang dan menghembuskannya secara perlahan. halwa mendekati ranjang yang Sekarang ini sudah di hias berbagai macam bunga serta lilin yang menyinari kamar yang gelapnya.
halwa meletakkan tas gendong nya di atas kasur yang sangat empuk bahkan selimutnya itu setebal kasur yang biasa dia pakai di pesantren.
halwa berjalan ke arah lemari besar yang kalau diukur bisa setinggi dua kali badannya dan panjangnya kira - kira sepuluh meter.
" luas banget sih " gumamnya setelah pintu lemari itu terbuka.
halwa berbalik badan, mengambil tas gendong dan meletakkan semua pakaian serta isi tasnya ke lemari besar itu.
halwa terkekeh " kalau lemari pesantren udah nggak muat sih kalau buat naruh barang - barangku "
tatapan halwa beralih ke koper besar yang ia yakini adalah milik suaminya. halwa melangkah ragu, menyentuh koper itu juga dengan ragu - ragu.
menarik nafas panjang dulu, sebelum benar - benar mengangkat koper itu. dengan telaten, halwa menata pakaian suaminya, kalau kemeja dia gantung, termasuk kemeja seragam sekolah, kalau kaos dan celana dia lipat Serapi mungkin.
tangan halwa mengambang di udara saat hendak menyentuh kain segitiga.
klekk
tatapan halwa beralih ke arah pintu yang berjarak beberapa meter darinya. Di ambang pintu sana, zafran menatap tajam ke arah halwa yang sekarang ini duduk menyilang di tikar lantai kamar, tatapan zafran tambah tajam saat melihat kopernya tergeletak dengan keadaan terbuka lebar.
" beraninya lo nyentuh barang gue ! " sentak zafran,
halwa menarik diri, beringsut mundur saat zafran melangkah lebar ke arahnya. lebih tepatnya berjongkok mengambil koper yang hanya menyisakan kain segitiga berwarna hitam dan boxer hitam.
__ADS_1
tatapan zafran terarah tajam ke arah halwa yang meremas jemarinya takut.
" dengar ! gue peringati ke elo. jangan seenaknya nyentuh barang tanpa se izin gue " ucapnya dengan nada kesal.
halwa mengangguk lemah, menggeser tubuh saat zafran meletakkan kopernya ke lemari.
halwa menundukkan kepala, karena tatapan zafran yang tajam seolah - olah hendak mencabik - cabiknya.
" gue nikahin elo, bukan berarti gue nganggep elo sebagai istri. elo salah, gue cuma terpaksa nikahin cewek kampung yang sama sekali bukan type gue. jangan berharap elo dapat perlakuan lembut dari gue. karena gue tau akal busuk elo " ucap zafran pedas.
halwa meneguk ludah, melirik sebentar ke arah suaminya yang masih menatapnya tajam.
" ngerti nggak lo ? " bentak zafran.
" i,iyah " gagap halwa sembari mengangguk.
nggak mengatakan apa - apa lagi, dengan seenaknya zafran nyelonong keluar dari kamar.
halwa terduduk di lantai, matanya memanas seiring gelenyar nyeri yang menghimpit dadanya.
halwa menarik nafas dalam, lalu menghembuskannya perlahan. gadis itu melepaskan pengait bros, melepaskan hijabnya dan membawanya ke kamar mandi.
enggak menguncinya karena halwa tau kalau suaminya udah pergi. tapi, siapa sangka kalau suaminya tiba - tiba masuk ke dalam dan melihat tubuhnya yang udah setengah toples.
pasangan suami itu saling melotot lebar, dengan jantung yang sama - sama berdenyut keras. zafran mencengkeram handle pintu sedangkan halwa langsung menyambar handuk dan menutup kan ke dadanya yang ukurannya nggak kecil itu, bisa di bilang itu besar karena nggak sesuai dengan umurnya yang baru dua puluh tahun itu.
" keluar ! " bentak halwa. dengan wajah syok dan panik. iya sih mereka menikah tetapi mereka sama - sama asing jadi tetap aja ngerasa nggak nyaman. tanpa sepatah kata pun zafran meninggalkan kamar mandi dengan pintu yang masih terbuka lebar.
" astaghfirullah " cuma halwa memegang dadanya yang masih berdegup kencang.
halwa menghampiri pintu dan menutupnya dengan perlahan sambil melongok keluar yang memang masih ada suaminya di ranjang sana yang entah sedang apa.
mungkin sekitar sepuluh menit, karena halwa mandinya buru - buru, gadis itu keluar dari kamar mandi dengan keadaan yang sudah rapi. sudah make jilbab serta rok dan kaos panjang warna putih.
__ADS_1
zafran melirik sekilas, kembali menatap ke arah ponsel saat satu pesan chat masuk.
cowok itu beranjak turun, melangkah lebar memasuki kamar mandi. selang beberapa menit, zafran keluar dengan tangan serta muka yang basah.
" gue mau pergi ! " pamitnya, melenggang pergi begitu saja.
Bibir halwa mencebik " nggak usah pamit kalau ujung - ujungnya pergi gitu aja tanpa persetujuan aku " dumelnya lirih menatap jengkel ke arah punggung zafran yang sudah menghilang di balik pintu.
sebenarnya belum melangkah jauh, zafran yang masih berada di balik tembok jadi memberhentikan langkah, menoleh sebentar dengan sunggingan bibir.
" cewek aneh ! " gumamnya.
÷÷÷
" elo yakin zafran bakal dateng ? " tanya amel dan di angguki oleh alan.
mata amel bergerak liar, menatap satu persatu pengunjung cafe yang tampak ramai. matanya berhenti tepat di ambang pintu masuk. dimana lelaki yang ia tunggu - tunggu berjalan ke arahnya.
zafran berjabat tangan dengan beberapa teman - temannya ala mereka, setelahnya mendudukkan pantat di samping amel.
tau kalau zafran datang sendiri, amel sengaja gelendotan di lengan kekarnya.
" sendiri aja zaf ? " tanya amel manja.
zafran hanya mengangguk. tangannya terulur mengambil sebatang rokok di atas meja. enggak ada warning kalau di larang merokok di cafe itu, jadilah mereka bebas merokok.
" li beneran udah kawin zaf ? " tanya koki dengan wajah serius.
zafran mengangguk kembali, nggak memperdulikan tatapan terkejut beberapa temannya.
zafran terkekeh, menyesap minuman dion dengan santai layaknya tanpa beban. dia nggak mengelak atau menampik mengenai pernikahannya, jadilah kalau di tanya ya di jawab iya.
amel mengepalkan tangannya, nggak terima banget kalau cowok yang di idam - idamkannya sedari dulu telah di miliki orang lain. cuma tinggal selangkah dia bisa menjerat zafran, tapi karena ke begoannya yang menjalin hubungan dengan rival zafran menyebabkan hubungannya jadi kandas.
__ADS_1
tapi nggak semudah buang kulit kacang dia mau menyerah, itu justru jadi tantangannya untuk mendapatkan zafran. terlebih katanya, istri zafran adalah cewek kampung yang hanya lulusan smp. ckkk, nggak sepadan sama dia yang cantik, kaya, dan berpendidikan Lebih tinggi.