
" Bismillahirrahmanirrahim... "
Zafran menyipitkan mata dengan setengah badan terangkat. tidurnya ke ganggu karena mendengar suara keras dari istrinya. enggak jadi ngomel saat istrinya dengan fasih melantunkan ayat suci al - Qur'an. Al- Kahfi, sebuah surat yang terdengar begitu menyejukkan hati dan meruntuhkan Emosi meledaknya.
Zafran kembali merebahkan tubuh, memandang takjub ke arah bibir istrinya yang dengan lancar dan jelas menggumamkan ayat - ayat indah itu.
" Sodaqollahul'adzim " Halwa mencium alqur'an seusai satu surat itu selesai di baca. lalu tersenyum manis saat suaminya diam memandangi nya dengan mata terbuka.
Halwa meletakkan alqur'an di atas laci, lalu melangkah pelan mendekati ranjang.
" Udah adem " gumam halwa dengan tangan menyentuh dahi zafran.
Zafran mematung, dengan bibir terkatup rapat. sejenak, dia terpana dengan pahatan indah wajah yang hanya beberapa senti darinya. Wajah tirus, bibir mungil, kulit berwarna putih dan mulus. enggak ada noda jerawat ataupun noda yang lainnya. bisa di pastikan itu terasa halus dan lembut.
" Udah mendingan kan? sholat yah? "
Zafran diam saja, saat tubuhnya di tarik lembut dan di tuntun ke kamar mandi.
" Asw " Umpat zafran saat baru tersadar dari lamunannya.
" Ashhh.. gue kenapa sih ? " gerutunya di depan cermin dengan tangan bergerak mengacak rambut belakang.
Halwa meletakkan mukenah dan sajadah di lemari besar. dia diem anteng di depan tumpukan baju. tangannya kemudian terulur, mengambil satu setel kaos dan juga rok untuk mengganti baju tidurnya.
Setelahnya, halwa berjalan menuruni tangga, menenteng ransel dan membawanya ke luar rumah. Tiba di jalan raya, tepatnya pukul setengah enam pagi, halwa menaiki ojek.
" Pasar ya pak ! " seru halwa dan di angguki si tukang ojek.
÷÷÷÷
Zafran membuka pintu, mengerutkan kening saat tak menemukan istrinya sudut manapun.Cowok itu menyandar ke sofa, menengadah dengan lamunan kecil.
Semalam dia tidur nyenyak dan kerasa aman, jadi badannya sekarang jauh lebih segar enggak kaya' biasanya.
Tapi ada sesuatu yang janggal, setiap dia meminum obat itu, badannya jadi demam. dan semakin hari badannya semakin lemas. belum cek ke dokter karena pasti ayahnya akan merekomendasikan dokter dari rekomend mamah tirinya, erika. jadi dia akan cari waktu untuk ke dokter lain.
Zafran naik tangga menuju kamarnya lagi, lalu memasuki kamar mandi untuk ritual mandi.
Mungkin jam setengah tujuh, halwa baru sampai di rumah. dengan tangan menenteng ransel rajutan bambu berisi beberapa sayur dan lainnya.
Halwa memasuki dapur mengiris tempe dan menggorengnya. sembari menunggu tempe kekuningan. tangannya sibuk memecah telur dan mengaduknya. setelah menu goreng - goreng matang, halwa mengiris brokoli, mencampurnya dengan bahan lainnya untuk di buat capcai. tepat pukul tujuh ketiga menu itu siap di sajikan.
" Zaf, sarapan dulu " ucap halwa saat zafran turun dari tangga dengan tas menyampir di bahu.
belum menyahut, karena zafran menatap menu sarapan lebih dulu. dia meneguk ludah saat tercium bau menggugah selera ke hidungnya.
tanpa sahutan, zafran langsung mendudukan pantat, menyambar piring berisi nasi yang di sodorkan oleh istrinya.
Dengan tergesa - gesa, zafran menyomotdadaean telur, menyendok capcai dan menyambar dua potong tempe.
" Pelan - pelan " tegur halwa sembari tersenyum saat zafran memakan nya dengan lahap .
" Ini namanya apa ? " tudingnya ke arah sayur.
" Capcai " sahut halwa
" Jangan kepedesan " ketus zafran.
__ADS_1
Halwa mengangguk saja, menyuap makanan sesekali melirik suaminya.
" Bawain gue kaya' gini ke sekolah " titah zafran.
Halwa mengangguk dengan senyum merekah. mengambil kotak makan di dapur dan membawanya ke meja makan.
Dengan telaten, halwa mengisi kotak itu dan menutupnya setelah terisi penuh .
" Ckk.. lelet " omel zafran, menyambar kotak itu.
" Zaf " seru halwa saat zafran melangkah keluar.
Di ambang pintu, zafran menoleh dengan kening mengkerut. lalu terlonjak saat halwa meraih tangan dan mencium punggung tangannya.
" Hati - hati ya ! semoga sekolahnya lancar "
Zafran loading sejenak, menatap dalam wajah imut halwa yang semakin mempesona kala menampilkan senyum. pelan, kepalanya mengangguk.
÷÷÷
Kalau biasanya mangkal ke kantin, zafran memilih diam di kelas. mengambil kotak makan dan melegakannya di atas meja.
padahal dia enggak suka sayur, tapi kali ini dia akui mulai jatuh cinta dengan daun berwarna hijau berbentuk keriting itu.
" Nyet " Panggil kiko di ambang pintu
Zafran menaikkan dagu
" Kantin kuy " seru kiko dan di balas gelengan
Kiko memilih masuk ke kelas, berjalan ke arah zafran yang kepalanya menunduk sembari menyantap makanan.
" Elo bawa bekal ? " tanya kiko.
Zafran mengangguk santai sembari mengunyah.
" Kaya' nya enak tuh " tangan kiko terulur menyambar telur.
" Woahh... mantep " puji nya dengan wajah girang seraya mengunyah dadar telur.
Plak
Zafran nabok tangan kiko yang hendak menyambar tempe goreng.
" Segitu ajah ! "
Bibir kiko mencebik " pelit " ketus nya
" Siapa yang masak ? " tanya kiko kepo.
" Bini " Sahutnya enteng.
Kiko cengengesan, menatap geli ke arah zafran yang dengan lahapnya menyantap makanan itu.
" Elo udah demen ya sama istri solehah lo itu? "
" Enggak " zafran menjawab santai.
__ADS_1
Kiko berdecak " padahal gue pengin koleksi video unyil "
Zafran mendelik tajam " Lu kira kalau gue ngecas bakal gue pamerin ke elu " sungutnya.
Kiko nyengir kuda " buat edukasi nyet. siapa tau gue kaya' elo nikah muda jadi nggak kaku "
Zafran menutup kotak makan yang sudah kosong, menenggak minuman yang dia bawa. lalu tatapannya beralih ke kiko yang wajahnya kaya' pengen ngeluarin berondongan pertanyaan.
" Nikah muda itu enggak enak, apalagi kalau di jodohin "
" Tapi kalau yang di jodohin spek bini elo gue juga mau nyet " sahut kiko bertopang dagu.
" Ckkk gue belum percaya sama dia, barang kali dia emang suruhan erika " sahut zafran.
Kiko menggeleng " enggak, gue yakin swyakinnya dia cuma di manfaatin. oh iya, lu masih demam tengah malem ? "
Zafran mengangguk
" Elo mending ke rumah gue, soalnya mbak gue baru pulang dari Singapura. dia ambil kedokteran " terang kiko
" Kapan - kapan " sahut zafran.
Kiko berdecak " mau sampai kapan ? sampai elo jadi mayat ? "
Zafran menoyor kening kilo " nyumpahin gue mati ? " sungutnya.
Kiko beranjak bangun, menatap ke luar jendela dimana ada alan yang lagi ngerumpi sama anis dan amel. " Gue suka herman sama alan, ngomongnya suka sama amel. yang si gaet malah anis. ckk "
Zafran terkekeh " biarin lah, entar kena getahnya sendiri main - main sama anis "
÷÷÷
" Assalamu'alaikum "
" Wa'alaikum salam. papa " halwa membulatkan mata dengan bibir tertarik ke aras membentuk senyum manis.
" Zafran belum pulang ? " tanya pak khoirul, mendudukkan pantat di sofa.
" Belum pa " sahut halwa,
Pak khoirul melirik arloji yang sekarang menunjukkan pukul tiga sore.
" Apa dia les ya ? " gumamnya.
" Zafran kelas dua belas ? " tanya halwa.
Pak khoirul mengangguk " iya, biasanya pulangnya jam dua kalau enggak ngeluyur "
Halwa mengerutkan kening " emang zafran suka ngeluyur ? "
Pak khoirul mengangguk " iya, kadang balapan, kadang tawuran "
Halwa melototkan mata. kaya' nggak percaya sama ucapan mertuanya.
" Padahal dia badannya enggak fit kaya' temennya yang lain. tapi polahnya kaya anak berandal " gerutu pak khoirul.
" Aku buatin kopi dulu ya pa " tawar halwa dan di angguki oleh mertuanya.
__ADS_1