
krrukk... krruukkk
Halwa memegangi perutnya yang kerasa perih dan lapar, sedari pagi belum makan apa - apa di tambah di rumah barunya dia di sibukkan. dengan kegiatan beberes. jadilah dia nggak sempat untuk makan.
Halwa bangkit dari duduknya, berjalan keluar kamar dan menuruni tangga. kakinya ia belok kan ke kanan untuk menuju ke arah dapur yang jaraknya masih beberapa meter dari ruang utama. ckk, rumah segede gaban tapi cuma di tempati dua orang.
Dengan gerakan tangan yang ragu - ragu, halwa menyentuh pintu kulkas berukuran tinggi, yang jelas lebih tinggi dari tinggi badannya.
Udah di peringatin sama zafran untuk jangan asal sentuh barang - barangnya, yang ada di pikiran halwa itu termasuk si kulkas yang berada di depannya.
Cepat, halwa menarik tangannya, enggak berani buka pintu ataupun ambil isi dari lemari kulkas itu.
" Kamu halwa kan ? "
Langkah kaki halwa terhenti, pelan badannya berbalik untuk menghadap ke arah sumber yang memanggilnya.
Halwa mengangguk pelan, menunduk saat erika datang menghampiri nya.
" Zafran mana ? " tanya erika celingukan.
" Pergi bu, " jawab halwa lirih.
" Kamu sedang apa di dapur ? " tanya erika
" Cari makan bu " jawab halwa masih dengan posisi menunduk.
" Oh ya ampun aku lupa, " erika menepuk kening, merogoh sesuatu di dalam tasnya.
__ADS_1
Erika menyodorkan satu botol kecil kepada halwa.
Dengan ragu, halwa meraih botol kecil yang didalamnya berisi beberapa biji obat. kening halwa mengkerut, mengamati botol itu dengan seksama
" Itu obat buat zafran, diminum sebelum tidur " jelas erika.
" Zafran sakit apa bu? " tanya halwa dengan raut bingung.
Erika menggeleng " enggak sakit sih, tapi zafran susah tidur kalau malam. Eumh bisa di bilang insomnia "
Halwa manggut - manggut
" Jangan lupa di kasih ya, ingat ! sebelum tidur " erika menepuk pundak halwa sebelum melenggang pergi dari dapur.
Halwa yang nggak mengerti apapun hanya mengangguk. kembali berjalan untuk mencari sesuatu yang kiranya bisa di makan.
" Ngapain lo ? " ketus zafran saat melihat halwa duduk berdiam diri.
Halwa berjengit kaget, menoleh ke belakang saat mendengar suara suaminya.
" Ada makanan nggak ? " tanya halwa polos.
Zafran menggeleng " enggak " jawabnya singkat.
Halwa menggigit bibirnya saat merasakan perutnya yang semakin perih. halwa beranjak berdiri berdiam menatap punggung suaminya yang sedang mengaduk - aduk beberapa cangkir berisi kopi.
" Aws " ringis zafran saat kopi yang berada si cangkir itu tumpah ke tangan gara - gara si halwa yang mematung jadilah nampan di tangan zafran menabrak perut halwa
__ADS_1
" Elo ngapain sih ? " bentak zafran.
" Aa.. aku laper " akunya dengan wajah yang sudah memucat.
Zafran mendengus, tangannya merogoh saku dan menyodorkan satu kartu berwarna hitam ke halwa.
" Belanja sana ! " titahnya galak
Halwa menatap lamat - lamat kartu itu, mendongak dengan wajah bingung ke wajah suaminya yang beberapa senti lebih tinggi darinya.
" Ini apa? "
" Ckkk, bego !. ashhh gue lupa, cewek kampung mana tau kayak gituan " bukannya menjawab, zafran malah memaki.
Halwa menunduk untuk menyembunyikan matanya yang berkaca. dia udah nahan laper, ke tambah capek. terus ketambah lagi mendapat hinaan dari suaminya.
Iya dia tahu dia cewek kampung, tapi enggak sepantasnya kan, seorang suami menghina istrinya. apakah sebenci itu suaminya ke dia?
" Ngapain melamun ? pergi sana ! " zafran mendorong kasar bahu halwa, membuat gadis itu nyaris terhuyung.
" Eh tunggu ! " teriak zafran setelah halwa berjalan beberapa langkah.
Halwa membalik badan dengan kepala yang masih menunduk.
" Beresin ini dulu. terus kopinya ganti yang baru " nyelonong pergi setelah memberi perintah.
Bahu halwa melemah, menatap dongkol ke arah suaminya yang suka seenaknya.
__ADS_1
" Astaghfirullahal'adzim " nyebut, saat hatinya dongkol.