Suamiku Bos Ayahku

Suamiku Bos Ayahku
Extra Part 1


__ADS_3

Hai kakak, terima kasih sudah sabar menunggu extra part kisah Alisya ini. Insya Allah sepuluh hari kedepan saya akan Up Extra partnya ya


Selamat membaca. 😘😘😘


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Di luar, Kanaya memejamkan mata, buliran bening menetes di pipi kumalnya. Pipi yang selalu dicium suaminya itu, kini penuh luka goresan pisau. Farrel menatap Kanaya penuh iba.


“Nay, maafkan aku, sudah menghianati kamu. Maafkan aku, selama ini tidak percaya ucapanmu tentang Anesya. Aku menyesal meninggalkan kamu.” ujar Farrel, wajahnya terlihat kusut.


“Sudahlah, Farrel, yang lalu biarkan berlalu. Lagi pula aku sudah menikah dengan orang lain.” balas Kanaya dengan teduh.


“Rel, tolong Anesya, ia masih di dalam.” Pinta Kanaya yang tidak tega pada Anesya yang masih terperangkap di dalam villa.

__ADS_1


“Nggak salah kamu, Nay? Nyuruh aku nolongin perempuan gila itu? lihat apa yang sudah dilakukannya padamu? Biar saja dia mati terpanggang di dalam sana! Aku tidak mau mempertaruhkan hidupku untuk menolongnya. cih!” cibir Farrel, ia tidak sudi menerobos api hanya untuk menyelamatkan perempuan yang telah membuatnya kehilangan Kanaya.


“Farrel, kamu nggak boleh gitu! Walau bagaimanapun, dia itu masih istrimu, kalian belum sah berceraikan?” ujar Kanaya, mencoba menyentuh hati Farrel agar menolong Anesya.


“Sudah terlambat, Nay. Paling dia juga udah gosong terpanggang api.” Sahut Farrel berkilah.


Kanaya menarik napas dalam, ia tidak tega melihat Anesya yang terpanggang didalam villa, namun ia juga tidak berdaya. Tenaganya tidak cukup kuat menolong anak sahabat ayahnya itu. Sesaat kemudian ia tampak gelisah.


Farrel mengerti apa yang diinginkan Kanaya, segera ia menghubungi Hamam.


“Ya, ampun, Nay, kenapa bisa begini?” Tanya Hamam panik. Perih hatinya mendapati istrinya penuh luka dan botak.


Kanaya menagis tersedu-sedu di dada Hamam. “Rambutku, mas! Rambutku habis di potong Anesya.” ujarnya kesal.

__ADS_1


Hamam memeluk erat istrinya, hatinya terluka melihat kondisi Kanaya. kemudia dengan lembut dan penuh kasih sayang, ia berbisik.


“Walau tanpa rambut, kamu tetap cantik, lagi pula, nanti juga tumbuh lagi, kan?” Kata-kata Hamam menyejukkan hati Kanaya. 


Hamam menoleh Farrel yang masih diam membisu. Wajahnya cemberut melihat kemesraan Hamam dan Kanaya.


“Tanks, Bro.” ujar Hamam sembari melayangkan tinjunya ke Pundak Farrel.


Farrel meringgis, menahan sakit. Farrel sengaja meninju tepat di daerah luka bakar Farrel. Hamam nyengir melihat Farrel mengaduh. Puas hatinya melihat mantan tunangan istrinya itu yang sok jagoan menyelamatkan Kanaya seorang diri.


“Mau jadi pahlawan” gumamnya, hampir tak terdengar oleh siapapun, kecuali Kanaya.


Kanaya melirik Hamam, kemudian gentian melirik Farrel.  Dua lelaki tampan itu saling buang muka. Kanaya mengulum senyumnya melihat tingkah dua pria dewasa di depannya. Kelakuan mereka persis seperti anak lelaki yang sedang musuhan.

__ADS_1


Penduduk berhasil memadamkan api, walau sijago merah itu telah meratakan villa Anesya. Namun, setidaknya tidak menjalar kemana-mana.


Setelah api padam, Kanaya, Hamam, dan Farrel berpamitan kepada penduduk sekitar. Hamam membawa Kanaya ke rumah sakit untuk memeriksa kondisi istri dan calon bayinya. Sengaja ia tidak mengajak Farrel ke rumah sakit yang sama, berharap tidak bertemu lagi dengan pahlawan penyelamat istrinya


__ADS_2