Suamiku Menikah Diam-diam

Suamiku Menikah Diam-diam
Istrinya


__ADS_3

Suamiku Tergoda PELAKOR Bagian 6


Oleh Sept


Jantungku dibuat berdegup kencang akhir-akhir ini. Suamiku yang penyabar, penyayang, sikapnya yang selalu hangat dan cinta keluarga, mendadak membuatku tidak percaya dengan apa yang terjadi. Tidak percaya dengan apa yang aku sangkakan. Tidak mungkin, rasanya mustahil. Laki-laki yang aku cinta, lelaki yang sejak dulu menemaniku, mencurahkan segala cintanya untuk kami, kini membawa wanita hamil besar ke rumah kami.


Rumah di mana kami bangun dengan kucuran keringat dan doa, tunggu. Biar aku dengar dulu, alasan mas Irwan membawa wanita lain ke rumah kami. Mungkin hanya bertamu, mungkin temannya, mungkin istri temannya. Banyak pikiran positif aku tanam, agar hatiku tidak tumbang.


Dengan langkah kaki berat, akhirnya aku maju dan mencoba untuk tetap tenang meskipun jantungku berdegup cepat dan hatiku terasa dilema.


Wanita cantik itu menatapku kemudian mengangguk sedikit, lalu ia langsung ke teras bersama dengan mas Irwan.


Aku mempersilahkan mereka masuk kemudian kami duduk bertiga di ruang tamu.


"Ini istriku Delia," kata Mas Irwan kepada perempuan itu.


"Salam kenal saya Sarah," ucap wanita tersebut. Tangannya mengusap perutnya yang telah besar kemudian sesekali menatap suamiku.

__ADS_1


"Apa hubungan kalian?" tanyaku langsung to the point. Karena aku melihat sesuatu yang tidak beres dari tatapan keduanya.


Aku perhatikan Mas Irwan menarik nafas dengan berat, kemudian tangannya menyentuh tangan wanita yang bernama Sarah tersebut tepat di depanku.


Aku jelas gelisah menatap pemandangan yang tak tidak biasa tersebut. Bagaimana mungkin Mas Irwan yang selama ini setia, malah menyentuh tangan wanita lain tepat di depan mata kepalaku.


"Kami sudah menikah, dan dia kini sedang mengandung anakku."


Seketika langitku terasa runtuh, mataku langsung gelap, seakan-akan ada pisauu tajam menghunus tepat di jantungku. Ini salah, telingaku salah, tidak mungkin. Ini salah, ini pasti salah. Dadakuu langsung sesak, napasku seperti terhenti.


Sungguh, kenyataan apa ini? Bukankah kami harmonis? Mana mungkin mas Irwan menghamiliii wanita lain? Mana mungkin dia menikah lagi di belakangku? Tidak! Ini salah, ini hanya mimpi buruk.


"Kalian bercanda, kan?" tanyaku gugup.


"Tidak, kami sudah menikah setahun lalu," jawab mas Irwan dengan begitu tenang.


Sekali lagi, hatiku seperti dihempaskan oleh pria ini. Laki-laki yang selalu bersamaku sejak lama.

__ADS_1


"Kenapa Mas lakukan ini padaku? Dan kamu ... Mbk ... kenapa menikah dengan suamiku?"


Aku bertanya-tanya, ada tanda tanda besar dalam kepalaku.


"Maaf, Mbak. Saya mencintai Mas Irwan."


JLEB


Lengkap sudah deritaku. Dia manusia ini mengatakan kecintaan mereka di depanku.


"Mas ... Mas gak bisa kaya gini, bagaimana dengan Kami? Bagaimana dengan Diaz? Bagaimana dengan Fanny?" teriakku kencang.


Dengan mata yang sudah basah, karena aku tidak bisa lagi menahannya. Aku teriak pada suamiku, bertanya mengapa dia lakukan ini padaku? Mengapa dia menikah lagi tanpa mengatakan apapun padaku selama ini? Aku bertanya, tapi dua manusia di depanku hanya diam.


"Kenapa Mas lakukan ini pada Dela? Apa salah Dela?" tangis ku menjadi. Namun, mas Irwan hanya diam. Dia membatu, tidak peduli aku terisak dan mengisi ulahnya.


Sedangkan wanita itu, tangannya malah memegangi lengan suamiku, hal itu jelas membuatku emosional.

__ADS_1


"Kamu jahat, Mbk. Kamu sudah merusak rumah tangga kami!" Amarahku kembali membuncah.


Aku tunjuk wanita itu dengan ujung jari, tapi sikap Mas Irwan justru membuat hatiku langsung patah. BERSAMBUNG


__ADS_2