
Suamiku Tergoda PELAKOR Bagian 8
Oleh Sept
Aku menelpon orang tersebut, suaranya terdengar masih muda. Aku perkirakan usianya tidak jauh dari usiaku.
"Mas ... Mas siapa? Kok ngancam-ngancam saya?" tanyaku di telepon.
Aku tidak mendengar begitu jelas, karena suara jalan yang berisik di telepon. Bunyi klakson beradu dengan kendaraan lalu lalang. Yang jelas aku tangkap, orang ini mengancam akan mencelakai mas Irwan.
Sampai akhirnya, karena aku khawatir. Bagaimana pun juga mas Irwan ayah dari anak-anakku. Tidak peduli sejahat apa perbuatannya. Aku kemudian mengadu pada keluarga suamiku. Bukan keluargaku sendiri, karena sampai sejauh ini, keluargaku tahu rumah tanggaku ku baik-baik saja.
Mereka juga belum tahu mas Irwan punya istri lagi yang sedang hamil. Yang mereka tahu, aku hidup bahagia bersama keluarga kecilku.
Kini, aku ke rumah saudara mas Irwan yang merupakan aparatur negara. Di sana aku ceritakan semua. Sampai akhirnya, kami menentukan waktu untuk bertemu.
Beberapa hari kemudian.
Sehabis magrib, seperti dugaanku. Bahwa laki-laki yang menerorku dari kemarin itu masih muda. Dan aku cukup kaget, karena melihat tampilannya. Jujur, kalau dilihat dari fisik, mas Irwan jauh lebih segalanya. Anggap saja aku salah, karena menilai sesuatu dari sampulnya.
__ADS_1
Suamiku kelihatan alim, tapi ternyata kelakuannya begitu. Sedangkan laki-laki ini, usianya masih muda, aku taksir 25 atau 27 an. Dia datang pada kami, mengaku suaminya Sarah.
Mereka masih belum ceraih, sudah menikah 2 tahun lalu. Sarah sekarang hamil, dan laki-laki ini bilang itu anaknya. Darinya kami tahu, bahwa Sarah sebelumnya juga punya anak yang sudah besar. Jika benar pengakuan laki-laki bertato ini, itu artinya Sarah hamil pertama kali saat wanita itu masih duduk di bangku SMA, atau baru lulus sekolah.
Banyak pengakuan pria ini, yang membuatku terkejut. Dan aku cukup kaget, ketika keluarga Sarah tahu, bahwa mas Irwan sudah menikah. Mereka setuju Sarah menikah lagi dengan mas Irwan, karena tidak sudi punya mantu pria bertato bak preman di depanku sekarang.
Jujur, aku ngeri. Kemudian dia mengaku, setahun lalu baru keluar dari penjara, karena kasus obat. Aku semakin ngeri, bagaimana pergaulan Sarah selama ini. Jadi, jika dia menikah dengan mas Irwan, artinya suamiku adalah suami ketiganya.
Mereka menikah di bawah tangan, dengan status Sarah masih istri orang. Kok bisa?
Semua keluarga murka, bahkan membela pria bertato ini. Sampai akhirnya, kami akan mengkasuskan masalah ini. Meskipun aku harus rela, jika mas Irwan akan masuk bui.
***
Esok harinya.
Sarah menelpon, bukan menelponku. Dia masih kekeh cinta mas Irwan, tidak mau pisah.
Sekarang dia menghubungi semua keluargaku dari pihak suami. Mungkin takut di kasuskan. Minta maaf dan minta damai, dan sampai detik ini, dia tidak mengatakan apapun padaku. Dia seperti meledek, meskipun aku istri sah, aku seperti bukan istri mas Irwan lagi.
__ADS_1
Hubungan kami sudah hancur, dan wanita itu masih tetap bermain di belakang. Dia bilang ingin damai, tapi apa yang terjadi? Keluargaku sudah hancur tidak berbentuk.
Aku mencoba tetap bertahan pada rumah yang dibangun dengan cinta, aku mencoba bertahan demi anak-anak yang masih kecil ini. Aku mencoba bertahan, tapi aku tetaplah manusia ...
Aku manusia biasa, aku punya hati. Ketika hati suamiku bukan lagi milikku, aku merasa duniaku hancur. Maafkan mama sayang ... Mama sudah kalah, mama menyerah. Bu ... aku pulang ke rumah orang tuaku. Terima kasih luka, telah singgah di hatiku yang paling dalam.
Terima kasih masa lalu, terlalu indah, sampai berakhir dengan duka.
Terima kasih, Mas. Aku yakin ... Allah gak tidur. Aku titipan hatiku pada Rabb ku. Aku menyerah, tinggal di sisimu bagai menabur cuka pada luka yang masih menggangga.
Kehadiranku sudah tidak ada artinya, aku hanya masa lalu yang ingin kamu hapus. Cinta kita, anak kita ... semuanya tidak ada artinya. Lenyap bersama dengan hatimu yang sudah berubah dan berbalik membenciku.
Belasan tahun aku mengenalmu, inilah hadiah paling tidak bisa aku lupakan. Terima kasih, terima kasih sudah memberikan luka yang paling dalam dalam tubuhku.
TAMAT
Sesuai cerita nyatanya, aku melihat rumah yang dibangun penuh cinta kini telah kosong. Dia kembali ke tempatnya, sempat dijanjikan surga, tapi diberikan dusta belaka. Rumah yang penuh canda tawa anak-anak balita itu kini sepi, sunyi, hampa, sehampa hati Delia.
Banyak sekali Delia-Delia lain di luar sana. Mungkin lebih tragis. SEMOGA, suami-suami kita, dilindungi, dihindarkan, dijauhkan, dari apa itu namanya PELAKOR!
__ADS_1
Aamiin ya Allah.