
"Hah, dimana aku? Seharusnya aku sudah tewas", Batin nya.
"anak ini sungguh mirip dengan ayahnya!! Kau harus jadi anak yang kuat Nak!", Kata sang Ayah.
"Aku anak nya? Dan kenapa aku menjadi bayi?", Batin nya.
"Hahaha, sudah lah sayang, ini kan memang anak mu", Kata sang Ibu dengan penuh senyuman.
"Kyaa, aku punya adik yang lucu!" Kata sang Kakak.
"Ah.. ternyata aku terlahir kembali, apakah dunia ini seperti dunia yang aku ingin kan?"
2 Minggu sebelum kejadian...
20 Desember, Pukul 05:00 pagi
"Hahh... kita sudahi latihan hari ini, aku akan pergi mandi dan makan", Kata Arthur.
"Arth.. sini makan, kakak sudah buatkan sarapan!", Teriak sang Kakak
"Tunggu sebentar, aku ingin mandi dulu", Jawab Arthur
Kaisan Arthur, dia adalah siswa yang berumur 15 tahun dan masih duduk di bangku SMP. Dia seorang yatim piatu dan sekarang tinggal bersama kakaknya, Arth adalah anak yang pendiam dan bercita cita ingin menjadi seorang pahlawan seperti di novel yang sering ia baca.
Setelah sarapan...
"Aku berangkat dulu ya Arth, jangan lupa di kucin pintunya setelah kau berangkat!", Teriak sang kakak.
"Okeee...", Jawab Arth
Dia adalah Carlyna, kakak ku yang sangat sayang kepada ku.. walau dia masih lah seorang mahasiswi, dia bekerja keras untukku.
"Aku harus berangkat sekarang", Kata Arth
Sesampai nya di sekolah..
"HALO ARTHH!!", Teriak temannya yang berlari kencang ke arah Arthur
"HEY! HATI HATI, KAU BISA MENABRAK KU CER!!", Teriak Arth
Mereka pun bertabrakan hingga jatuh dan kepala Arth terbentur dinding, kini Arth memasuki UKS.
__ADS_1
"HEI, AKU SUDAH BILANG KEPADA MU UNTUK HATI HATI!!", Kata Arth dengan kesal dan mencubit pipi Ceryl.
"Hwheh, mwff kwn akw (Heheh, maaf kan aku)", Jawab Ceryl.
"Tapi kau tak apa?", Tanya Arth
"Aku tak apa, soalnya aku terlindungi oleh badan mu tadi", Jawab Ceryl.
"Seharusnya kau yang terbentur", Kata Arth
"IHH, JAHAT", Jawab Ceryl.
Sikap Arthur akan berubah 180 derajat ketika bersama teman masa kecilnya, yaitu Ceryl..
Jam menunjukan pukul 13:30 yang menandakan waktu pulang, namun Arth harus mengikuti latihan Karate dan Boxing di sekolahnya. Ceryl pun menemani Arth, karena mereka berdua selalu pulang bersama.
"Hei, cepat lah.. aku lapar nihh", Ucap Ceryl.
"Ohh, jadi kamu nungguin yah..", Balas Arth dengan nada meledek.
"IHH, AWAS KAMU YA", Ucap Ceryl dengan nada tinggi.
"Yaudah.. ayo makan, aku traktir deh", Ucap Arth sambil berberes
Mereka berjalan menuju ke tempat makan terdekat..
Sesampainya
"Kau mau apa?", Tanya Arth.
"Apa saja boleh?", Ucap Ceryl..
"Iya", Jawab Arth
"Aku pesan semua ya", Ucap Ceryl dengan tersenyum
"Hei, ayolah..", Ucap Arth dengan jengkel
Hari pun berganti malam, mereka berjalan untuk pulang..
"Bagaimana hari ini menurutmu?", Tanya Ceryl..
__ADS_1
"Hari ini begitu menyebalkan", Jawab Arth.
"Hehh.. memangnya kenapa? Cerita dong..", Ucap Ceryl
"Ya, karna kau", Ucap Arth sambil mencubit pipi Ceryl
"Ih, akw di swlwhin (Ih, aku di salahin)", Jawab Ceryl.
"Hey, apakah kau ingin mempunyai seorang pacar, Arth?", Tanya Ceryl dengan nada yang sedikit malu.
"Belum, kurasa kau sudah cukup saat berada di sisiku", Jawab Arth sambil mengelus kepala temannya itu
Mereka pun berpisah karena arah rumah yang berbeda.
"Sampai jumpa besok Arth!!", Teriak Ceryl.
"Iya!", Jawab teriakan dari Ceryl
Di rumah Ceryl..
"KYAAA!! Dia bilang sudah cukup kalau aku berada di sisinyaa!!!!".
"Apakah aku harus mengajaknya kencan? Kyaa..".
Sementara itu..
"Ah.. seperti ada yang sedang membicarakan ku", Ucap Arth yang sedang tertidur di kamarnya.
"Hei Arth.. Sini makan malam!" Teriak Kakanya.
"Oke", Jawab Arth
Namun tanpa di sangka, seorang perampok datang kerumah mereka..
"Serahkan barang berhaga kalian! Cepat!", Ucap Perampok sambil menodongkan pistol.
"Arthur!!!!" Teriak sang Kakak
Arthur berlari karena panik kakaknya berteriak dengan nada tinggi seperti seseorang yang ketakutan, setelah itu ia reflek mengambil pisau yang ada di meja dan menodongkan pisau tersebut di leher perampok itu..
"Jika kau berani bergerak, leher mu akan putus", Ancaman dari Arth
__ADS_1
"Aghh!. bocah sialan!!", Perampok itu menembakan pistol tersebut ke arah Kakak Arth.
...