
Saat Arth dan Kizaan bersiap siap untuk bertarung, salah satu undead yang tak terlihat oleh Arth dan Kizaan menusuk Sheryl..
Arth pun sangat syok melihat Sheryl yang dada nya tertusuk oleh sebuah pedang besar.
"Haha.. hahah", Tawa Arth.
"Maaf.. Jaga dirimu... Baik baik, ya. Aku mencintaimu", Kata kata terakhir yang terucap dari Sheryl.
Arth pun berteriak sekencang kencang nya karena melihat orang yang dia sayangi mati di hadapannya. Arth pun menyerang semua Undead dengan membabi buta dengan amarah yang terus memuncak.
Arth bersama Kizaan melawan musuh mereka dengan brutal namun masih kalah oleh kekuatan yang di miliki oleh Death Monarch. Arth dan Kizaan di hajar habis habisan oleh nya, Arth hanya terlihat pasrah karena masih sedih dengan kepergian wanita yang dia sayangi.
Setelah membuat Arth dan Kizaan pingsan, Death Monarch tak langsung membunuh mereka berdua dan langsung pergi.
Sehari sudah berlalu semenjak Arth pingsan. Kini dia terbangun lebih dahulu sebelum Kizaan, Arth meninggalkan Kizaan yang masih pingsan di sana. Arth berjalan dengan lemas dan tatapan matanya yang kosong, setelah itu dia pergi ke God Dimension dan beristirahat di sana.
Arth selalu merenung dan juga sedih karena tak bisa menjamin keselamatan Sheryl dan juga Bumi, muncul lah rasa ingin balas dendam yang sangat besar kepada Death Monarch.
"Hancurkan semua yang menghalangi mu!", Sebuah kata kata yang terdengan di benak Arth.
Arth dengan tatapan kosong nya beranjak pergi dan berpikiran untuk membantai seluruh Dewa yang ada di God Dimension. Arth pergi ke God Tiers Mountain untuk mengalahkan Dewa yang menduduki peringkat ke-2 dan ke-1. Arth mengamuk sejadi jadi nya, serangannya menjadi sangat amat kuat dan dirinya semakin brutal.
Setahun kemudian...
Kepribadian Arth kini berubah sangat drastis yang awalnya ceria dan tidak terlalu suka bertarung, sekarang menjadi pendiam dan gila saat bertarung. Kekuatan Arth kini sudah bisaa dibilang hampir selevel dengan OuterGod yang asli, saat ini Arth berpikiran akan pergi dan melawan OuterGod itu sendirian tanpa memikirkan resiko yang akan diterima oleh dirinya sendiri.
Sesampainya di OuterRealm...
Arth berdiri dihadapan 2 OuterGod dan mengucapkan "Hey, lawan aku". 2 OuterGod itu tak merespon sama sekali, Arth pun menyerang mereka terlebih dahulu dan mendapatkan respon.
__ADS_1
Arth melakukan pertarungan dengan sangat sengit karena dirinya sudah hampir setara dengan OuterGod yang asli. Arth melancarkan semua serangan terkuat nya dan membuat salah satu OuterGod tumbang, kini masih tersisa 1 OuterGod lagi yang masih berdiri dan sedang melancarkan serangan yang akan menghancurkan God Dimension. Setelah menyerap kekuatan OuterGod yang tumbang, Arth langsung melarikan diri ke Bumi agar tidak terkena dampak serangan OuterGod itu.
"Apa ini? Aku bisa memerintah Dunia bawah?", Ucap Arth yang kebingungan.
Arth mencoba Sihir barunya tersebut..
"Hell", Ucap Arth
Muncul lah segerombolan Iblis yang sangat banyak yang keluar dari bayangan Arth. Para Iblis itu memberikan hormat kepada Arth dan menunggu perintah darinya.
"Apa perintah mu tuan?", Ucap GrandDemon.
"Ah.. Hancurkan.. Death Monarch", Ucap Arth dengan Tatapan marah nya.
Segerombolan Iblis itu pun terbang ke arah Death Monarch berada, Death Monarch mendirikan sebuah singgasana yang terbuat dari mayat orang orang yang telah dibunuh oleh nya. Saat Arth sudah sampai di tempat Death Monarch, saat dia melihat ada mayat Sheryl di situ. Arth pun berteriak untuk menyerang dan mengamuk dengan sangat brutal.
Peperangan hebat pun terjadi..
Ledakan yang sangat besar pun terjadi, Bumi pun hancur sebagian namun Arth masih selamat dan membawa mayat Sheryl. Kini Bulan hancur menjadi kepingan, Bumi pun hancur. Ini di sebab kan oleh satu Manusia dengan Kekuatan OuterGod.
Arth tiba tiba berada di ruangan yang putih dengan satu entitas seperti manusia namun memiliki tubuh berwarna putih cerah.
"Siapa k-".
"Aku? Aku adalah Author dari dunia ini".
"Author?", Tanya Arth.
"Ya, aku yang mengatur semua nya"
__ADS_1
"Kau... Berarti kau yang sudah membunuh Sheryl!!", Teriak Arth.
"Itu memang lah takdir untuknya".
"Aku berjanji akan mem-".
Arth diikat dan ditutup mulut nya agar tidak banyak bicara oleh sang Author.
"Tenang lah.. Bagaimana kalau kita membuat persyaratan? Kau menjadi bawahan yang tidak bisa menolakku dan aku akan me reset kembali seluruh kejadian yang ada di Bumi. Termasuk wanita mu itu".
"Oh kau menyetujui nya?".
"Kesepakatan sudah di buat, aku akan melakukannya sekarang".
Sebenarnya dia menawarkan Arth untuk menjadi bawahan nya karena takut Arth melampaui kekuatannya dan mengancam keberadaannya sebagai Sang Author.
Bumi pun menjadi seperti sediakala dengan Sheryl yang hidup kembali, namun tanpa mengingat siapa itu Arth. Saat Arth mengetahui bahwa Sheryl tak mengingat dirinya, bahkan seluruh Keluarganya tak pernah mengingat dirinya pernah ada di Bumi. Dia pun merasa sangat amat sedih dan dia pun bertanya kepada sang Author.
"KENAPA MEREKA SEMUA TAK MENGINGAT KU?!", Tanya Arth dengan nada tinggi.
"Aku sengaja melakukan hal ini"
"UNTUK APA KAU MELAKUKAN INI?!"
"Aku tahu kau tak ingin melihat mereka semua menderita, karena itu lah aku menghapus ingatan mereka tentang mu"
"..." Arth pun terdiam.
"Ya, itu karena kau adalah orang yang membawa semua bencana ini"
__ADS_1
Arth pun merasa bersalah setelah mendengar perkataan dari Dia.
Arth pun meminta Misi kepada Sang Author tersebut. Sang Author memberikan misi jangka panjang untuk menghilangkan kesedihannya, yaitu membunuh seluruh monster yang berada di Retakan.