
Kini Arth menerima Libur Musim Panas, Arth memilih mengikuti pertarungan Musim Panas yang di adakan di Kerajaan Bianca.
Saat ini Arth berada di dalam Arena pertandingan yang luasnya 200m × 200m, Arth mengkalkulasi kan seluruh gerakannya agar tidak ada yang salah langkah. Ini adalah pertandingan pertamanya di Arena resmi Kerajaan, dia melawan orang dengan Rank ke-70 di Arena dengan total kemenangan mencapai 44 kali.
"Aku harus menang agar menjadi lebih kuat", Batin Arth.
"Kau tak ingin menyerah, Bocah?", Provokasi lawan.
"Tidak, terima kasih", Arth langsung melompat dan menyerang lawannya dengan Eclipse Slash.
Seharusnya lawan sudah terbelah menjadi dua, karena di Arena ini keselamatan petarung harus didepankan, jadi para peserta diberikan sihir Shield mutlak.
"WOOOOO", Sorak penonton.
Arth menang dengan telak, sehingga para penonton bertaruh kepadanya dipertandingkan selanjutnya.
Di pertarungan kedua, Arth bertemu dengan lawan yang bertubuh besar berotot dan berwajah seram. Lawannya kali ini adalah seorang Warrior Job 'Tank'.
"Tubuh mu kecil sekali, Nak", Ucap sang lawan yang meremehkan Arth.
"Tubuh ku memanglah kecil, tapi kekuatan ku memenuhi bumi!", Ucap Arth.
Arth mengeluarkan seluruh Auranya yang membuat para penonton merinding ketakutan karena kekuatan yang sangat kuat ini muncul dari anak yang berumur 8 Tahun.
Arth dengan senyum nya segera melesat ke orang bertubuh besar itu dan melancarkan "Eclipse Punch", Arth berhasil menumbangkan lawan dalam satu serangan dan mendapatkan tepuk tangan dan juga sorakan dari para penonton.
Singkat cerita, Arth sudah memasuki Final Stage pada hari ke 10..
"Hari ini adalah penentuan siapa yang akan menduduki posisi pertama di Arena!"
"Sudah jelas itu adalah diriku" Ucap Arth.
"Jangan mimpi kau bocah ingusan", Ucap sang Lawan.
Lawan kali ini tubuhnya terlihat normal, namun memiliki Aura yang terasa sangat kuat dan Arth pun merasakan betapa berbahayanya orang ini. Rizu adalah peringkat pertama yang memiliki Talent Mage dan sudah berada di Job Grand Magician, total kemenangan yang dia dapatkan mencapai 289 kali kemenangan berturut-turut.
__ADS_1
"Karena kau bukan hanya sekedar bocah biasa, jadi aku akan sedikit serius untuk menghadapi mu", Ucap Rizu.
Rizu pun mengeluarkan Sihir Crimson Dark miliknya.
"Crimson Dark, Prison"
Penjara yang mengurung target dengan bayangan merah gelap. Sihir Tier 1
"Eclipse, Spike!"
Muncul sebuah duri duri tajam yang ber energikan dari Gerhana dari tubuh pengguna.
Mereka berdua saling memberikan serangan yang sangat hebat sehingga membuat Arena sedikit rusak.
"Mau melihat sesuatu yang menarik?", Tanya Arth.
"Ya, boleh saja", Jawab Rizu.
Arth menggunakan "Small Eclipse Explosion", Arth melayang dan memunculkan matahari dan juga bulan versi yang lebih kecil di belakang tubuhnya. Matahari dan Bulan pun tersusun dan menciptakan sebuah Gerhana kecil dan jatuh lah tetesan dari gerhana itu, ledakan dashyat pun terjadi.
"Silahkan", Jawab Arth.
Rizu menggunakan "Darkness Crimson, Guardian", Sihir bayangan merah yang memunculkan sebuah Guardian besar yang menyerang target dengan sangat kuat.
Arth pun terkena serangan itu, namun tak terasa apapun karena dirinya sudah mengaktifkan Shield Eclipse.
"Mari kita sudahi ini, Super Beam Eclipse", Ucap Arth.
6 Gerhana berada di belakang nya dan menembakan sebuah Beam yang menuju ke target.
Rizu pun tumbang di sini karena terkena serangan yang terlalu kuat dan juga kekurangan stamina serta Mana, Arth pun dinyatakan menang dalam partisipasinya di Arena yang pertama kali. Total kemenangan yang di raihnya mencapai 60 kemenangan dan 0 kekalahan.
"Apa yang harus aku lakukan lagi agar tidak bosan?", Batin Arth.
"Ah, rasanya aku kangen sama kakak", Ucap Arth.
__ADS_1
Arth mengunjungi kakaknya yang berada di Mansion Istana...
"Permisi, Kak!!", Teriak Arth.
"ARTH!!!", Teriak Caira.
Caira pun berlari setelah melihat kedatangan Arth dan memeluknya dengan erat seerat eratnya.
"Apa kau rindu dengan kakak mu yang sangat cantik ini?", Tanya Caira.
"Iy-iya", Jawab Arth dengan sesak nafas karena dipeluk terlalu erat.
Setelah itu, Arth diajak Kakaknya untuk memasuki Mansion. Kakaknya mengajak Arth untuk makan terlebih dahulu, karena dia merasa lapar.
"Pelayan, tolong bawakan makanan terenak untuk adik tercinta ku ini~", Ucap Caira.
"Baik, Nona", Jawab Pelayan.
"Bagaimana di Academy? Seru gak?", Tanya Caira.
"Ya.. Seru karena aku memiliki teman yang baik", Jawab Arth.
"Ahh.. Sekarang aku menduduki peringkat Pertama di Arena", Ucap Arth.
"Wow, adik ku ini sangat hebat", Ucap Caira yang terkagum.
"Apakah kau ingin aku latih secara pribadi lagi? Kebetulan aku sudah berhenti menjadi Ketua Pelindung Kerajaan", Ucap Caira.
"Kok kau berhenti? Kenapa?", Tanya Arth.
"Karena aku bosan", Jawab Arth.
Tak lama kemudian makanan mereka pun datang, mereka pun makan sambil berbincang bincang tentang masa depan seperti apa yang diinginkan Arth. Arth menjawab ingin menjadi seorang Mage yang diingat sebagai Pahlawan Kerajaan.
Arth pun menyetujui untuk berlatih bersama kakaknya untuk menjadi lebih kuat.
__ADS_1