
"Jika kau berani bergerak, leher mu akan putus", Ancaman dari Arth
"Aghh!. bocah sialan!!", Perampok itu menembakan pistol tersebut ke arah Kakak Arth.
Tembakan tersebut meleset karena Arth reflek menepis tangan sang perampok, setelah itu dia menusuk perampok tersebut.
"AAGGGH, BAJINGAN SIALAN!!", Teriak sang perampok yang kesakitan.
"Hey, jika kau bergerak sedikit saja,.. Akan ku tusuk organ vital mu", Ucap Arth dengan amarah yang besar.
Perampok tersebut masih tetap meronta agar bisa bebas..
"AGGHHHH!", Teriak sang perampok.
"Masih ingin bergerak?", Tanya Arth.
"Arth,.. Sudah lah, aku tak apa..", Ucap Carlyna yang sedikit ketakutan.
"Kak, tolong segera telefon pihak polisi", Ucap Arth.
"Oke", Jawab Carlyna.
Karena Arth sedang lengah, perampok itu mencoba menembak Carlyna namun gagal karena di ketahui oleh Arth.
"Tangan mu tak pantas untuk di lepas", Ucap Arth yang menancapkan pisau ke tangan sang perampok.
"AGHH", Teriak sang perampok.
"Jangan menelepon Polisi terlebih dahulu, Kak", Ucap Arth kepada Kakaknya.
"O-oke..", Jawab Carlyna dengan ketakutan.
Perampok tersebut pingsan dan Arth menggendong perampok tersebut dan meninggalkannya di pinggir jalan serta memberikan alamat di pinggir jalan kepada pihak Polisi.
"Dengan begini, aku dan kakak bisa hidup dengan tenang", Ucap Arth yang meninggalkan tempat.
Keesokan harinya....
*Breaking News
__ADS_1
"Pada malam hari pukul 21:34, tanggal 20 Desember, di temukan seorang buronan tingkat menengah dengan berkucuran darah di pinggiran jalan, dia adalah buronan yang selalu lepas dari pencarian para pihak polisi.."
"Ouh,.. jadi dia buron ya"
"Yah setidaknya kakak selamat pada malam tadi", Ucap Arth.
*Suara telepon berdering
"Yo, halo Cer.. Ada apa? Tumben nelpon", Tanya Arth..
"Eee.. Apakah kau.. mau makan siang bersama ku hari ini?", Jawab Ceryl.
"Wahh.. Iya aku ikut, kau yang teraktir ya", Ucap Arth.
"Ishh.. Iya iya dehh", Balas Ceryl
"Asikk..", Ucap Arth
"Ketemuan di pertigaan jalan seperti biasa ya Arth", Ucap Ceryl
"Okey Princess", Ucap Arth.
Arth pun pergi mandi dan bersiap siap, sedangkan Ceryl sedang memilih baju yang pas agar tampil maksimal saat bertemu dengan Arth. Mereka berdua pun sudah berjalan ke pertigaan jalan dan kini sudah saling menyapa..
"Hai Arth", Ucap Ceryl sambil melambaikan tangan.
" Hai, kau sangat cocok kalau pakai gaun itu", Ucap Arth sambil melambaikan tangan.
Mereka berdua pun berjalan bersama ke tempat makan yang sudah di janjikan sebelumnya. Sesampainya mereka di sana, mereka pun makan siang bersama dan mengobrol tentang impian mereka masing masing.
"Cer, kau memiliki impian apa?", Tanya Arth.
"Impian ku ya? Impian ku bersama mu", Jawab Ceryl dengan muka merahnya.
"Ehhhh... Begitu ya, baiklah", Tanggapan Arth.
Setelah makan siang, Arth mengajak pergi ke tempat bermain yang bernama Fantasy World berisi kan wahana wahana seru yang bisa di main kan tanpa berbayar lagi.
Mereka berdua ingin menaiki Rollercoaster, namun antriannya sangat panjang. Jadi mereka memutuskan untuk memasuki rumah hantu terlebih dahulu..
__ADS_1
"Ayo kita ke rumah hantu", Ajah Arth
"GAK MAU, SEREM!!!", Teriak Ceryl
"Harus mau, ini pemaksaan", Ucap Arth
Ceryl pun di gendong oleh Arth dan mereka pun memasuki rumah hantu tersebut.
"HAHH!!", Teriakan Ceryl.
Pada awal masuk, mereka sudah di kagetkan oleh hantu penunggu.
"HAHAHAHAHAHA, MUKA MU SANGAT LUCU KETIKA KAGET", Ucap Arth sambil tertawa terbahak bahak.
Mereka pun menghabiskan waktu bersama dengan bermain wahana di sana. Pada sore menjelang malam, Ceryl mengajak ke Mall untuk berbelanja sesuatu.
"Temenin ke Mall dong, aku mau beli sesuatu", Ajak Ceryl.
"Yuk, aku juga ingin membelikan hadiah kepada kakak ku", Jawab Arth
"Kakak mu ber ulang tahun?", Tanya Ceryl
"Tidak.. Aku hanya ingin memberinya hadiah karena sudah menjaga dan memenuhi kebutuhan sehari hari ku dengan bekerja keras", Jawab Arth.
Mereka pun pergi menuju Mall menaiki Bus kota.
Sesampainya di sana, mereka langsung pergi ke tempat yang ingin Ceryl kunjungi.
"Heh.. Kau ingin membeli baju?", Tanya Arth.
"Iya, baju ku sudah kusam dan jelek semua", Jawab Arth.
"Hmm, Baiklah", Ucap Arth
Mereka pun mencari cari baju yang cocok untuk Ceryl, tak lupa juga Arth mencarikan sebuah Hadiah untuk di berikan kepada kakaknya. Arthur memutuskan untuk membelikan baju baru yang sangat bagus dan gelang yang lucu.
"Yuk pulang", Ucap Ceryl
"Yuk, aku juga sudah mengantuk", Jawab Arth.
__ADS_1
Sesampainya mereka di pertigaan awal, mereka pun berpisah dengan kenangan hangat.