
Tartodos kembali berjalan jalan di hutan, ia
merasa bosan dan berniat untuk kembali ke
tempat Abian tidur , tak jauh dari tempat Tartodos
berjalan, ia melihat goa dengan sejumlah orang
yang berjaga dan 2 orang yang membawa seorang
laki laki kedalam goa. Tartodos pun mengamati
mereka, dan menurutnya mereka seperti
gerombolan bandit.Setelah berjalan cukup jauh
akhirnya dia sampai di tempat Abian tidur.
...----------------...
...----------------...
"buuummmm" suara Tartodos membenturkan
kakinya ke pohon yang ditiduri Abian, sehingga
Abian kaget dan jatuh dari pohon.
...----------------...
...----------------...
"buugggg ,aduh kepalaku, kenapa kau selalu
menjahili ku." kata Abian sambil memegang
kepalanya yang terbentur tanah .
...----------------...
...----------------...
"hahahaha, itu agar kamu cepat bangun kawan."
balas Tartodos.
...----------------...
"dasar kau , tunggu saja balasanku!" balas Abian
kembali.
...----------------...
"oh ya, tadi aku liat ada bandit yang membawa
seseorang kedalam goa, sepertinya dia diculik."
ucap Tartodos pada Abian.
...--------------...
"diculik! , itu bukan urusan kita , lagi pula aku tidak
kenal dengan orang itu." balas Abian pada
Tartodos.
...----------------...
"coba pikirkan lagi, tidak mungkin para bandit
menculik orang biasa." kata Tartodos pada Abian.
...----------------...
"jadi , mereka menculik siapa?" balas Abian pada
Tartodos.
...----------------...
"hahhh, dasar otak cetek , biar aku jelaskan
maksudku." ucap Tartodos.
...----------------...
"cepatlah jelaskan, ga usah terbelit belit ." balas
Abian.
...----------------...
"begini, orang yang mereka culik pasti orang kaya,
kalau kita menyelamatkannya, kita bisa
mendapatkan imbalan uang, pikiran saja, kamu
bisa membeli baju zirah dengan uang itu, dan
kamu juga bisa menginap di penginapannya
Arsia ." ucap Tartodos menjelaskan tentang
rencananya.
...----------------...
"hmmm, benar juga ide kamu, kalau begitu ayo
kita berangkat, tapi kamu sembunyi di bayanganku
dulu." Abian pun menerima ajakan Tartodos, tapi
bukan karena uangnya, tapi ia bisa menginap dan
bertemu lagi dengan Arsia .
...----------------...
...----------------...
Setelah Abian dan Tartodos setuju untuk
menyelamatkan orang yang diculik oleh para
bandit, mereka pun lekas menuju ke goa yang
disebutkan oleh Tartodos. Setelah berjalan
beberapa lama akhirnya mereka pun sampai di
depan goa , mereka mengamati situasi terlebih
dahulu untuk mengecek berapa jumlah bandit
yang akan mereka lawan.
...----------------...
...----------------...
"hey Tartodos apa kau tahu mereka ada berapa."
tanya Abian pada Tartodos.
...----------------...
"ya mana aku tahu , aku kan dibayangan mu ,
sebaiknya kita langsung serang saja dari depan."
jawab Tartodos pada Abian.
__ADS_1
...----------------...
"tunggu, jangan gegabah, dulu aku bisa
mengalahkan mu karena kamu gegabah, tidak
tahu kekuatan musuh ." ucap Abian pada Tartodos.
...----------------...
...----------------...
Mereka pun akhirnya mengamati para bandit itu
selama beberapa waktu, setelah berjam-jam
mereka mengamati bandit yang keluar masuk ke
goa, merekapun sepakat bahwa para bandit itu
sekitar 15 orang saja. Abian pun langsung
menyerang penjaga pintu masuk goa
menggunakan pedang biasa .
...----------------...
...----------------...
"siapa kalian , kenapa menyerang kami ?" tanya
salah seorang bandit.
...----------------...
"kamu tidak perlu tahu siapa aku, aku kesini untuk
membebaskan orang yang kalian sandera." jawab
Abian pada bandit itu.
...----------------...
"apakah kalian petualang dari guild di kota
Rasley?" tanya kembali bandit itu.
...----------------...
"yah benar sekali, aku adalah petualang , seperti
yang kubilang tadi aku kesini untuk
menyelamatkan orang kaya yang kalian sandera
dari kalian para bandit." jawab Abian pada bandit
itu.
...----------------...
"tunggu sebentar, kami bukan bandit, bisa
turunkan pedangmu ." kata orang tadi yang
mengaku bahwa orang orang yang di goa bukanlah
bandit.
...----------------...
"kalau kalian bukan bandit, lalu siapa kalian,
kenapa gerak gerik kalian sangat mencurigakan."
ucap Abian sambil menurunkan pedangnya dari
leher orang yang mengaku bukanlah bandit.
...----------------...
...----------------...
"bisa saja , tapi teman temanmu yang dibelakang
itu, bisa menurunkan pedang mereka." jawab
Abian pada orang itu .
...----------------...
" hei kalian turunkan pedang!" kata orang itu.
...----------------...
...----------------...
Setelah mereka menurunkan pedang, Abian
diceritakan oleh orang tadi yang mengaku
bernama Zake , ia berkata bahwa ia adalah
pasukan kerajaan tiga Semanggi yang sedang
menyamar, mereka tadi membawa seorang
bangsawan yang terbukti membunuh bangsawan
lain, atas perintah raja, bangsawan ini akan di
asing kan .
...----------------...
...----------------...
" tapi kenapa kalian menyamar seperti seorang
bandit?" tanya Abian pada Zake .
...----------------...
"kami sengaja tidak memakai pakaian prajurit, dan
memakai pakaian biasa karena untuk menyamar,
bangsawan yang akan kami asing kan memiliki
pengaruh yang cukup besar di masyarakat,
sehingga raja tidak bisa mengumumkannya ke
masyarakat tentang pengasingan ini." Zake
bercerita kenapa ia dan prajurit lainnya memakai
pakaian yang seperti bandit.
...----------------...
"kalau seperti itu ceritanya, aku sangat meminta
maaf karena telah menyerang kalian ." kata Abian
sambil menundukkan kepalanya untuk meminta
maaf.
...----------------...
"kamu tidak perlu minta maaf, kamu hanya perlu
merahasiakan tentang ini dari orang orang, dan
__ADS_1
juga siapa namamu ." tanya Zake pada Abian.
...----------------...
"perkenalkan namaku Abian, aku baru saja
menjadi petualang." jawab Abian pada Zake.
...----------------...
"apakah kamu ke hutan untuk menyelesaikan
quest?." tanya Zake kembali.
...----------------...
"ya benar, aku sedang menyelesaikan quest untuk
mencari rempah tumbuh disekitar pohon yang
tumbang." balas Abian pada Zake.
...----------------...
...----------------...
Setelah itu Zake menunjukkan tempat yang ia lihat
tadi banyak ditumbuhi oleh tanaman rempah yang
sedang dicari oleh Abian. Abian pun segera
berterimakasih kepada Zake karena telah
menunjukkan tempat tumbuh rempah yang
dicarinya, Abian langsung mengumpulkan rempah
itu dengan cepat. Abian berterimakasih pada Zake
lalu lekas pergi ke kota untuk menyerahkan hasil
mencari rempah pada Ryo .
...----------------...
...----------------...
" oi Tartodos, kenapa kau menipuku , katanya
mereka bandit ternyata bukan." tanya Abian pada
Tartodos yang ada dalam bayangannya.
...----------------...
" hehehe , aku tidak tahu mereka adalah prajurit
yang menyamar, maaf ya." jawab Tartodos pada
Abian.
...----------------...
"dasar kau ini, lain kali aku akan berpikir seribu kali
kalau di ajak olehmu , untung saja aku dapat
banyak rempah." ucap Abian pada Tartodos.
...----------------...
"hahahaha, sepertinya aku membawa
keberuntungan untukmu." Tartodos tertawa pada
Abian.
...----------------...
...----------------...
Setelah berjalan beberapa lama akhirnya mereka
sampai di kota , Abian langsung menuju ke
restoran Takagi, tempat Ryo tinggal, Abian masuk
ke toko dan memanggil Ryo, tapi tidak ada yang
menjawab panggilannya, tak lama kemudian
seorang gadis turun dari tangga.
...----------------...
...----------------...
"apa kau Abian?" tanya gadis itu.
...----------------...
"iya , aku Abian , kamu siapa." tanya Abian kembali.
...----------------...
" namaku Serly , aku anak pemilik restoran ini, tadi
ayahku berpesan agar aku menyuruhmu naik ke
atas.
...----------------...
...----------------...
Abian menuju kelantai atas , ia bertanya dimana
Ryo pada Serly, ia menjawab bahwa ayahnya
sedang terbaring di kasurnya, Serly menjelaskan
bahwa ayahnya mempunyai penyakit sejak kecil
yaitu penyakit demam yang disebabkan oleh sihir,
alasan ayahnya meminta Abian mencarikan
rempah di hutan, adalah untuk dibuat obat herbal
untuk mengurangi dampak demam sihir yang di
alami oleh Ryo .
...----------------...
...----------------...
Setelah sampai di kamar Ryo ,Abian langsung
menemui Ryo yang terlihat kesakitan , sementara
Serly pergi membuat ramuan herbal untuk
ayahnya, tiba tiba seekor tikus lewat di bawah kaki
Abian , secara spontan Abian langsung melompat
ke kasur, dan pedang merah miliknya menyentuh
dada Ryo , lalu dari pedangnya muncul sebuah
cahaya.
...----------------...
__ADS_1
tunggu episode selanjutnya yah-