Syair Cinta Raisa

Syair Cinta Raisa
1. Raisa Anastasya


__ADS_3

Disudut kota Jakarta yang penuh sesak dengan segala aktivitasnya. Ada salah satu cafetaria yang cukup terkenal yang berada di kota itu. Disalah satu sudut cafe tersebut ada seorang gadis cantik yang sedang menikmati secangkir cappucino hangat dan stroberi cake kesukaannya.


Gadis cantik tersebut bernama Raisa Anastasya. Raisa termasuk gadis yang pintar, hanbel, dan periang di mata keluarga dan para sahabatnya.


Tidak terasa Raisa minuman yang iya nikmati sudah tak tersiksa lagi. Dan waktu telah berjalan begitu cepatnya. Tidak terasa Raisa sudah hampir satu jam di cafe tersebut.


Raisa mengambil uang seratus ribuan untuk membayar minumannya. Dia pun meletakkan uang tersebut ke atas meja. Raisa memutuskan untuk langsung pergi dari cafe tersebut.


Raisa masuk ke mobilnya yang terpakir di area cafetaria tersebut. Dia pun langsung melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang menuju ke salah satu rumah sakit yang cukup terkenal di kota itu. Raisa berniat untuk menemui seseorang yang sangat dia sayangi.


Sekitar setengah jam Raisa sampai di rumah sakit tersebut. Dia pun bergegas keluar mobil untuk menemui seseorang yang begitu dia sayangi.


Raisa masuk kedalam rumah sakit tersebut menyusuri lorong rumah sakit. Raisa sampai di depan ruangan dr. Johan Hermawan. Dokter Johan Hermawan adalah paman atau adik kandung dari papanya. Dokter Johan juga satu satunya orang yang menyayangi Raisa selain kakek dan neneknya. Dokter Johan juga sudah menganggap Raisa seperti anak kandungnya sendiri.


" maaf sus, apa dokter Johan ada di ruangannya?" tanga Raisa kepada salah seorang perawat yang baru saja keluar dari ruangan dokter Johan.


" oh mbak Tasya. Dokter Johan ada kok di ruanganya kok mbak" jawab perawat bernama Dita. Suster Dita adalah astiten dokter Johan.


" makasih ya mbak" jawab Raisa dengan memberikan senyuman manisnya.


"sama-sama mbak" jawab suster Dita.


Raisa pun mengetuk pintu ruangan dokter Johan.


tokk .. tokk...


" masuk" jawaban seseorang yang berada di dalam.


Raisa membuka pintu ruangan tersebut.


"selamat siang om?" tanya Raisa kepada dokter Johan yang sedang fokus dengan laporan pasiennya.


"siang" jawab dokter Johan tanpa mengalihkan pandangannya pada berkas tersebut.


"apa Tasya mengganggu om?" tanya Raisa.


Dokter Johan mendongakkan kepalanya seletah mendengar nama Tasya.


"tidak, sayang. Kamu tidak menggangu om sama sekali kok" jawab dokter Johan.


"ada keperluan apa kamu sampai datang ke rumah sakit ini, Tasya?" tanya dokter Johan yang begitu penasaran ke datang Raisa yang begitu tiba-tiba berada di rumah sakit ini.


Tasya adalah nama masa kecil Raisa. Dan hanya keluarganya saja yang memanggil Raisa dengan nama Tasya. Dan semua teman-temannya memanggil dengan sebutan Raisa.


"gak ada keperluan apa-apa kok om" jawab Raisa dengan senyum. "Raisa cuma pengen ketemu om saja. Karena Raisa kangen sama om!" kata Raisa dengan malu-malu.


"kamu kangen sama om" jawab dokter Johan dengan nada herannya. "kalau kamu kangen sama om kan bisa pulang ke rumah, sha!" ucap dokter Johan dengan lembutnya.


Dokter Johan beranjak dari tempatnya langsung memeluk Raisa dengan rasa sayangnya. Dokter Johan memang menganggap Raisa seperti putri kandungnya sendiri. Karena dokter Johan tidak punya anak perempuan.

__ADS_1


Raisa sejak kecil memang di asuh oleh nenek kakeknya yang tidak lain kedua orang tua dokter Johan sendiri. Dan dokter Johanlah yang tahu sebuah rahasia besar yang begitu menyakitkan dalam hidupnya Raisa selama ini.


Dan dokter Johan jugalah yang berusaha untuk membahagiakan Raisa dan melupakan semua trauma masa lalunya yang sangat menyakitkan.


"iya om. Kan om tahu sendiri kalau pekerjaan Raisa banyak baget, jadi Raisa gak sempet pulang ke rumah, om" jawab Raisa dengan senyum cengir kudanya.


"sha, nenek trus nanyain kamu terus. Kapan kamu bisa pulang dan menemui nenekmu, sha?" tanya dokter Johan.


"iya om" jawab Raisa. "Raisa janji akan meluangkan waktu pulang ke rumah untuk menemui nenek" sambung Raisa dengan menampilkan senyum manisnya kepada dokter Johan.


Setelah bertemu dengan dokter Johan, Raisa bergegas menuju lobi rumah sakit untuk keluar. Saat Raisa sudah tiba di lobi rumah sakit tidak sengaja Raisa bertemu dengan seorang wanita paruh baya yang terlihat masih begitu cantik di usianya yang sekarang. Wanita paruh baya itu bernama mama Rita yang tidak lain ibu dari Rey ( Reyhan Alexander Gunawan).


Rey adalah salah satu teman Raisa saat masih kuliah di Amerika dulu. Dan beberapa tahun yang lalu Raisa dan teman-temannya termasuk Rey juga pernah terlibat satu projek WO (Wedding organizer) yang mereka rintisan bersama-sama.


"tante Rita?" tanya Raisa saat melihat tante Rita masuk ke rumah sakit.


"kamu, Raisa kan" jawab Rita dengan perasaan terkejut dan bercampur senang karena bisa bertemu dengan Raisa.


"iya tante. Raisa senang bisa ketemu tante disini" jawab Raisa.


"tante juga senang bisa ketemu kamu disini, Raisa" jawab tante Rita.


"kalau Raisa boleh tahu ada kepentingan apa tante ada di rumah sakit ini, memangnya siapa yang sakit tan?" tanya Raisa penasaran.


"Omanya Rey yang dirawat di rumah sakit ini nak" jawab mamanya Rey. "kalau kamu sendiri sedang apa ada di rumah sakit ini nak?" sambung mamanya Rey dengan lembut dan juga rasa penasarannya.


"Raisa tadi ada keperluan bertemu dengan teman saya yang bekerja di rumah sakit ini kok tan" jawab Raisa dengan sejujurnya kepada tante Rita.


"baiklah tante. Raisa mau kok ketemu sama omanya Rey" jawab Raisa dengan senang hati untuk menemui omanya Rey.


Raisa dan tante Rita memutuskan untuk langsung menuju ruang rawat oma Ratna.


"ma, ini ada nak Raisa pacarnya Rey yang menjenguk mama loh!" ucap tante Rita.


Raisa merasa terkejut dengan pernyataan tante Rita yang menyebutnya sebagai pacar dari putranya. Ada rasa geli di hatinya Raisa dan ada secuil rasa senang yang muncul. Raisa hanya bisa tersenyum dengan pernyataan tersebut.


"Raisa" ucap oma Ratna dengan nada bicara yang begitu lemahnya. "kemari nak?" lanjut oma Ratna dengan senang karena Raisa mau menjenguknya.


"iya oma" Raisa pun menghampiri oma Ratna yang sedang berbaring di kasur rumah sakit dengan keadaan yang cukup lemah.


"gimana kabarmu selama ini nak?" tanya oma Ratna dengan nada bicara yang sangat lemahnya.


"Raisa, Alhamdulillah baik oma" jawab Raisa dengan riangnya dengan memperlihatkan senyuman manisnya kepada oma Ratna.


"kapan kamu pulang dari Amerika nak?" tanya oma Ratna dengan rasa penasarannya sejak kapan Raisa kembali dari Amerika.


"sudah sekitar dua tahun yang lalu kok oma" ucap Raisa jujur.


"kalau memang kamu sudah sekitar dua tahun berada di sini, kenapa kamu tidak mengunjungi kami sih nak?" tanya mama Rita dengan nada yang butuh sebuah penjelasan kepada Raisa yang tidak pernah menemuinya dan keluarganya selama ini.

__ADS_1


"maaf tan dan oma. Karena Raisa akhir-akhir ini lagi banyak pekerjaan yang tidak bisa Raisa tinggalin, jadi Raisa gak sempet deh nengok tante dan oma" jawab Raisa berbohong karena tidak mau membuat mereka kecewa. Karena sebenarnya Raisa sudah tidak ada hubungan apa-apa dengan Rey.


"iya nak, gak apa-apa tante ngerti kok keadaan kamu" jawab tante Rita dengan pengertiannya yang selama dua tahun ini tidak menemuinya.


"besok-besok Raisa janji deh bakalan sering mengunjungi tante dan oma di rumah deh✌️" ucap Raisa dengan senyumnya agar tidak membuat mereka berdua kecewa dengan sikapnya selama ini.


Setelah hampir satu jam Raisa berbincang-bincang dengan mama Rita dan oma Ratna. Raisa pun memutuskan untuk segera pergi meninggalkan ruang rawat inap oma Ratna dengan segala perasaan yang tak menentu di hati Raisa.


Dengan susah payahnya Raisa berusaha untuk melupakan keluarga Rey yang begitu sangat baik kepadanya selama ini. Raisa begitu merasa bersalah kepada keluarga Rey, karena Raisa mau mengiyakan permintaan Rey yang memintanya untuk berpura-pura menjadi kekasihnya saat mereka masih di Amerika.


Dan Raisa pun tidak bisa menolak permintaan Rey pada saat itu. Karena dengan segala penjelasan Rey yang tidak ingin membuat orang tuanya tahu kalau dia sering gonta-ganti pacar saat berada di sini.


Apabila kedua orang tuanya tahu kalau dia belum punya pacar maka dirinya akan disuruh pulang ke Indonesia untuk di jodohkan dengan anak dari sahabat orang tuanya.


Memang ada sedikit rasa senang dihatinya Raisa setelah bertemu dengan keluarganya Rey saat itu. Raisa juga merasa bersalah telah membohongi keluarganya Rey.


Dan sekian lama dia tidak pernah bertemu dengan keluarga Rey dengan cara tidak sengaja membuat Raisa menemukan sebuah keluarga yang baru. Keluarga Rey yang tidak banyak berubah sama sekali dulu sampai sekarang masih menganggapnya sebagai bagian dari keluarga mereka.


Keluarganya Rey yang selalu baik kepadanya, membuat Raisa merasa bersalah atas sikapnya dulu yang telah membohongi mereka yang begitu sangat baik kepadanya selama ini.


Aku berjanji tidak akan pernah membohongi mereka lagi" janji Raisa dalam hati.


Raisa mengendarai mobilnya dengan kecepatan sedang. Dia merasa sangat lelah dengan segala pikirannya yang membuatnya merasa pusing dengan permasalahan hidupnya. Raisa memutuskan untuk langsung pulang ke apartemen miliknya yang selama ini dia tinggali.


Raisa masuk ke apartemennya dengan wajah lesu dan segala rasa kesakitan yang dia rasa. Dia memutuskan untuk segera mandi dan berendam air hangat agar menghilangkan rasa lelahnya. Tidak terasa Raisa sampai tertidur di bathtub dengan nyamannya.


Hampir satu jam Raisa ketiduran di bathtub, dia terbangun karena merasa kedinginan. Air yang tadi hangat buat berendam sekarang sudah berubah jadi dingin.


Raisa pun beranjak dari bathtub untuk segera menganti pakaiannya. Setelah mengganti pakaiannya Raisa memutuskan untuk langsung makan karena perutnya terus saja meronta meminta untuk segera diisi.


Raisa pun memutuskan keluar kamar menuju meja makan. Dimeja makan sudah tersedia makanan kesukaannya yang tadi sempat disiapkan pelayan yang biasa membantunya untuk membersihkan apartemennya. Sebelum dirinya mandi pelayannya sempat bertanya kepada Raisa mau dimasakin sesuatu.


Tidak menunggu lama-lama Raisa pun langsung menyantap makanan kesukaannya itu. Pembantunya begitu tahu makanan kesukaannya selama ini karena dia yang sudah merawatnya dari kecil.


Raisa pun menghabiskan makanannya yang ada di meja. Setelah dia merasa perutnya sudah kenyang dia beranjak membereskan semuanya peralatan makan yang tadi dia gunakan. Raisa memang tidak mau merepotkan pembantunya karena dari pagi pembantunya sudah membersihkan apartemennya.


Raisa membawa piring, sendok dan gelas yang tadi dia gunakan kedapur untuk dia cuci. Setelah dia selesai mencuci piring dia bergegas ke kamarnya untuk beristirahat dan melepaskan segala penatnya seharian ini yang mengusik pikirannya.


Tidak terasa Raisa sudah terlelap dalam mimpi yang membawanya entah kemana.


* Aku bagaikan sebuah debu yang selalu bertebaran kemana-mana.


Aku bagaikan debu yang akan selalu mengusik semua orang.


Aku bagaikan sebuah debu yang akan dibenci oleh semua orang.


Aku bukanlah sebuah debu apabila dibersihkan akan hilang.


Dan aku bukan sebuah debu apabila terkena air hujan akan mudah lenyap.

__ADS_1


Karena aku sebuah debu yang akan meninggalkan jejak kenangan.*


( Linda Arlinda )


__ADS_2