Syair Cinta Raisa

Syair Cinta Raisa
5. Rumah besar.


__ADS_3

*Dulu aku hanyalah anak yang lemah.


Dulu aku juga tak bisa apa-apa.


Dan sekarang aku belajar untuk kuat.


Dan sekarang aku bisa meraih semua angan-angan ku.


Yang selama ini aku lupakan.


Aku cuma ingin bahagia.


Bahagia dengan orang yang aku sayangi*.


( Linda Arlinda )


Raisa yang masih disibukan dengan perkerjaanya di perusahaan akhir-akhir ini mampu menghilangkan semua kesedihan yang menyeruak di dalam dadanya selama ini.


Raisa sampai lupa dengan janjinya sendiri untuk menemui sang nenek yang selama ini sudah merawat dan menyayanginya dengan tulus.


Raisa memutuskan untuk menemui sang nenek setelah pulang kerja nanti di rumah besar om Johan. Memang selama ini dia dan neneknya tinggal di rumah besar bersama keluarga om Johan dan istrinya.


Raisa segera turun dari mobil setelah sampai di depan rumah besar om Johan. Dengan segala perasaan senang karena bisa bertemu sang nenek dan melupakan semua rasa kesedihannya sementara.


Raisa menekan bel rumah besar om Johan yang tampak begitu sangat megah dan halaman yang sangat luas. Dan tidak berselang beberapa lama pintu pun dibuka oleh salah satu pelayan.


"oh non Tasya" ucap pelayan itu ramah kepada Raisa. Pelayan itu bernama bik Ani. Bik Ani adalah kepala pelayan di rumah om Johan. Bik Ani begitu kaget saat melihat Raisa datang kerumah itu. Karena Raisa sendiri jarang berkunjung itu karena kesibukannya yang sangat menyita waktunya.


"iya bik. Apa nenek berada di rumah bik?" tanya Raisa kepada bik Ani.


"nyonya besar ada di rumah non. Sekarang nyonya sedang berada di taman belakang, non." jawab bik Ani dengan perasaan senang karena bisa melihat Raisa datang ke rumah besar. " kenapa sih, non Tasya jarang berkunjung ke rumah ini sih non?" lanjut bik Ani.

__ADS_1


"iya nih bik. Tasya akhir-akhir ini lagi banyak kerjaan jadi gak bisa sering-sering mampir kemari" jawab Raisa sedih.


"iya non. Tahu gak sih non, nyonya besar sering banget nanyain non Tasya terus kapan kemari" ucap bik Ani.


"kan bibik jadi kasihan sama nyonya besar non. Apalagi nyonya besar sering sakit-sakitan lagi, kan bibik jadi gak tega" sambung bik Ani dengan perasaan sedih saat menceritakan tentang majikannya yang selama ini dia ikuti sejak dulu dan saat ini keadaannya semakin lemah karena usianya yang tidak muda lagi.


"iya bik" jawab Raisa sedih setelah mendengar kalau sang nenek saat ini sedang sakit. " makasih ya bik atas informasinya. Dan makasih ya bik dah mau menjaga dan merawat nenek dengan baik selama ini" sambung Raisa.


"iya sama-sama non" jawab bik Ani dengan tulus.


Raisa pun langsung melangkah kakinya menuju ke taman belakang. Raisa pun memutuskan untuk menemui sang nenek yang sekarang sedang duduk di salah satu bangku taman belakang rumah ini yang lagi termenung seorang diri.


Wanita paruh baya itu yang tidak lain adalah nenek Maya nenek yang begitu sangat di sayangi Raisa selama ini.


Nenek Maya tidak mengetahui kalau Raisa datang ke rumah ini. Raisa pun memeluk sang nenek dari belakang yang mampu membuatnya sang nenek kaget karena sang nenek yang lagi melamun.


"nenek" ucap Raisa yang mampu mengagetkan sang nenek yang lagi memikirkan sesuatu.


Dan tidak lupa Raisa pun mencium pipi sang nenek yang begitu sangat di sayangi selama ini.


Karena dari kecil nenek Maya lah yang merawat Raisa dan selalu menyayangi Raisa dengan begitu tulusnya.


" kapan kamu datang nak?" tanya nenek Maya kepada Raisa dengan senangnya.


"barusan aja kok nek" jawab Raisa dengan manjanya kepada nenek Maya.


" kenapa kamu gak beri tahu nenek dulu sebelum kesini sih nak? Kan nenek bisa siapin makanan kesukaanmu nak!" ucap nenek Maya.


" aku pengen memberikan kejutan sama nenek" jawab Raisa dengan santainya.


" oh ya, kenapa kamu gak pernah kesini jengukin nenek sih, sa?" ucap nenek Maya meminta penjelasan.

__ADS_1


" maaf ya nek. Akhir-akhir ini Tasya lagi banyak kerjaan jadi gak bisa sering-sering nengokin nenek deh kesini" jawab Raisa dengan cengiran dan menunjukkan dua jarinya yang membentuk kata piiss ✌️.


Nenek Maya pun hanya bisa tersenyum melihat tingkah laku sang cucu kesayangannya itu. Yang mampu menghilangkan semua rasa sakit yang selama ini nenek Maya derita.


"oh ya, sa. Apa kamu udah makan sayang?" tanya nenek Maya dengan lembutnya.


"belum nek" ucap Raisa cengar-cengir. " kan aku pengen cobain makan masakan yang di buat oleh nenek" lanjut Raisa manja.


"kan kamu juga tahu sendiri keadaan nenek seperti apa sekarang ini" jawab nenek Maya dengan suara terbata-bata. " biar bik Ani yang masakin makan kesukaanmu ya sayang" ucap nenek Maya merasa bersalah tidak bisa memenuhi keinginan sang cucu kesayangannya itu.


"iya gak apa-apa kok nek" jawab Raisa senang agar sang nenek tidak merasa bersalah karena tidak bisa memasakkan makanan kesukaannya.


Setelah mereka asyik berbincang-bincang dengan banyak hal dan menumpahkan semua kerinduan antara sang nenek dan cucunya itu. Raisa merasakan kalau perutnya dari tadi sudah berbunyi yang menandakan kalau dirinya saat ini sedang lapar yang memintanya untuk segera diisi.


Nenek Maya yang menyadari gelagat sang cucu yang sedang lapar pun memutuskan untuk mengajak sang cucu masuk ke rumah. Nenek Maya pun menuntun sang cucu menuju meja makan untuk menikmati makanan kesukaan sang cucu yang sudah tersedia rapi di meja makan yang tadi sempat dibuat oleh bik Ani.


Setelah selesai makan Raisa dan nenek Maya pun berbincang-bincang di ruang tamu. Dengan segala canda tawa yang menghiasi semua perbincangan mereka berdua yang mampu menumpahkan segala kerinduan yang mereka rasakan karena kesibukan Raisa akhir-akhir ini yang mampu menyita seluruh waktunya.


Tidak selang beberapa lama ada seorang wanita paruh baya yang menghampiri mereka berdua di ruang tamu. Wanita paruh baya itu yang tidak lain adalah sang tantenya Mira sekaligus menantu nenek Maya.


"Tasya, kapan kamu datang nak?" tanya tante Mira kepada Raisa. Tante Mira adalah istri dari om Johan anak dari nenek Maya. Sekaligus tante kesayangannya Raisa.


"udah dari tadi kok tan" jawab Raisa dengan menampilkan senyuman manisnya.


"oh ya, apa kamu sudah makan sya?" tanya tante Mira kepada keponakan kesayangannya itu.


"udah kok tan. Barusan aja selesai makan sama nenek" jawab Raisa santai.


Tante Mira langsung memeluk Raisa dengan sangat eratnya. Karena tante Mira sudah menganggap Raisa seperti anak kandungnya sendiri.


Selain kedua mertuanya, tante Mira dan om Johan pun mengetahui bagaimana perjuangannya Raisa selama ini untuk berusaha bertahan hidup sendirian tanpa adanya kasih sayang kedua orang tuanya selama ini yang tidak pernah menginginkannya.

__ADS_1


Dan tante Mira pun mengetahui dengan betul kalau keponakan kesayangannya selama ini begitu sangat menderita saat dia masih kecil yang begitu kelam. Raisa kecil yang tidak pernah dinginkan oleh orang tuanya termasuk sang papa. Yang menganggap Raisa adalah sumber segala kesialan yang menimpa keluarganya.


Papanya yang begitu tega mau membuangnya ke panti asuhan dan menganggap dia sudah tidak ada di dunia ini. Mampu membuat mental Raisa terpuruk beberapa tahun lalu.


__ADS_2