Syair Cinta Raisa

Syair Cinta Raisa
2. Raisa Anastasya 2


__ADS_3

Keesokan harinya Raisa bangun agak kesiangan jam sudah menunjukkan pukul 7 pagi. Dia pun langsung buru-buru ke kamar mandi karena hari ini dia ada janji jam 8 dengan klien penting.


Raisa menyelesaikan mandinya cepat secepat kilat. Dia takut tidak bisa tepat waktu ke kantor karena ada meeting yang harus dia tanganin. Setelah dia selesai bersiap dengan segala berkas yang dia rasa penting. Raisa pun bergegas berangkat ke kantor tanpa sarapan.


Raisa mengendarai mobilnya dengan kecepatan penuh takut kalau dia akan terlambat sampai ke kantor. Kalau sampai dia terlambat menghadiri meeting hari ini dia akan kehilangan tender ratusan juta yang akan berdampak pada perusahaannya yang telah dirikan dengan susah payah selama ini.


Setelah menempuh waktu hampir satu jam Raisa akhirnya dia pun sampai ke salah satu gedung perkantoran yang selama ini dia dirikan yaitu R&A corp. Raisa pun bergegas masuk ke gedung tersebut. Banyak para karyawan yang menundukkan kepalanya saat Raisa berada di lobby perusahaannya.


"pagi bu" ucap salah satu karyawannya.


Raisa cuma memberikan senyuman manisnya kepada semua para karyawan yang berpapasan dengannya.


Saat Raisa masuk ke kantornya sudah ada Jemes asisten sekaligus kaki tangannya selama ini.


"nona kita sudah di tunggu pihak PT. Abadi makmur di ruangan meeting nona" ucap Jemes dengan hati-hati kepada Raisa.


"baiklah. Apa semuanya sudah siap Jemes?" tanya Raisa.


"sudah nona" jawab Jemes.


"baiklah, kita berangkat sekarang" ucapnya.


Raisa dan Jemes memutuskan untuk segera menuju ke ruang meeting. Mereka takut kalau kliennya sampai menunggu lama.


Setelah hampir dua jam meeting dengan klien akhirnya selesai juga. Raisa pun memutuskan kembali ke ruangannya untuk menyelesaikan semua pekerjaannya yang sempat tertunda.


Jam sudah menunjukkan pukul dua belas siang waktunya makan siang. Raisa pun memutuskan untuk makan siang karena dari pagi dia belum mengisi perutnya sama sekali. Raisa takut kalau dia sampai lupa makan penyakit maagnya bisa kumat dan itu bisa menghambat semua pekerjaannya.


Raisa memutuskan untuk makan siang di kantin perusahaannya saja karena lebih dekat dari pada keluar kantor harus membayangkan macetnya jalan dan harus ngantri lama untuk bisa makan. Dan itu membuat Raisa memikirkan dua kali.


Setelah selesai makan siang Raisa kembali berkutat dengan perkerjaanya. Sampai-sampai dia lupa waktu. Jam sudah menunjukkan pukul lima sore tapi Raisa masih berkutat dengan perkerjaanya yang masih menumpuk.


Saat ini Raisa lagi menangani bisnis yang besar sehingga dia harus berusaha mengecek dan mengevaluasi data proyek terbarunya. Dia juga tidak mau sampai harus kecolongan dan merugikan perusahaan kalau sampai proyek ini gagal.


Raisa memang orang yang perfeksionis dalam masalah pekerjaan. Dia tidak ingin perusahaan yang dia bangun dengan susah payahnya harus sampai merugi ratusan juta karena kelalaiannya. Itu akan berdampak pada karyawannya. Dan Raisa tidak mau itu terjadi.


Waktu sudah menunjukkan pukul tujuh malam. Raisa pun akhirnya sudah menyelesaikan semua pekerjaannya yang menumpuk dan hampir membuatnya gila.


Raisa memutuskan untuk pulang ke apartemen agar dia bisa mengistirahatkan pikirannya yang sudah penat dengan masalah pekerjaan.


Sebelum sampai ke apartemen Raisa memutuskan untuk singgah ke sebuah cafetaria yang tidak jauh dari kantornya untuk mengisi perutnya sebelum dirinya pulang ke rumah.


Cafe yang Raisa kunjungi tidak begitu ramai. Cafe ini termasuk cafe yang menggusung konsep outdoor kekinian untuk anak muda, suasananya yang begitu asri di tambah ada life musiknya juga mampu menambah suasana hati menjadi nyaman untuk singgah di cafe tersebut.


Raisa pun dibuat lupa akan sejenak masalah pekerjaan dan hidupnya. Raisa begitu menikmati suasana malam di cafe tersebut. Dan dia pun ikut larut dalam lantunan musik yang dinyanyikan oleh salah satu band yang ada di cafe tersebut.


*Entah kah prasangka


Atau memang benar

__ADS_1


Firasatku bahwa dirimu telah berubah


Senyumu berbeda


Dan benar saja ada


Hati lain yang kau jaga


Seakan-akan ku tak bisa membaca


Kau buat seperti tak ada yang terluka


Lakukanlah semaumu


Sampai kau lelah menyakitiku


Ku akan mencoba mengerti dirimu


Dan benar saja ada


Hati lain yang kau jaga


Seakan-akan ku tak bisa membaca


Kau buat seperti tak ada yang terluka


Lakukanlah semaumu


Sampai kau lelah menyakitiku


Ku akan mencoba mengerti dirimu


Andaikan kau tahu


Rasa sayang ku melebihi rasa sakitku ini


Mungkin kau takkan pernah menyangka


Mengapa ku tetap disini, oh


Lakukanlah semaumu


Sampai kau lelah menyakitiku


sebisa ku tak kan mengusikmu


Ku akan mencoba mengerti dirimu.....


( Voc. Fabio Asher* )

__ADS_1


Lagu yang dinyanyikan band tadi mampu menusuk hati setiap orang yang mendengarnya. Seolah-olah mampu mewakili hati pendengarnya.


Hampir satu jam Raisa berada di cafe tersebut. Raisa sepertinya enggan meninggalkan cafe itu karena suasananya yang nyaman mampu membuat dia betah berlama-lama di sana.


Dia pun memutuskan untuk pergi dari cafe tersebut setelah membayar pesanannya tadi dia pesan.


Raisa mengendarai mobil dengan kecepatan sedang menuju apartemennya untuk segera mengistirahatkan tubuhnya yang begitu penat.


Sesampainya di apartemen Raisa segera mandi untuk membersihkan dirinya dari keluh keringatnya setelah seharian beraktivitas.


Sekitar dua puluh menit Raisa selesai mandi. Dia memutuskan mengambil baju tidur berwarna coklat muda di walk in closet dan memakainya. Setelah merasa sudah rapi dia menuju ke meja riasnya untuk mengeringkan rambutnya yang basah dan memakai skin care rutinitasnya.


Setelah selesai Raisa ke tempat tidurnya. Sebelum dirinya tidur dia mengambil Ipad-nya untuk mengecek apakah ada email yang masuk. Setelah merasa cukup Raisa pun meletakkan Ipad-nya ke meja samping tempat tidurnya.


Raisa mencoba untuk memejamkan matanya untuk tidur. Tidak menunggu lama Raisa pun tertidur dengan nyenyak meninggalkan sejenak segala permasalahan hidupnya yang menunggu di esok hari.


Raisa menuju ke mimpi indahnya yang entah akan membawanya ke mana. Dan rasanya dia sendiri enggan untuk mengakhiri.


Harapan Raisa semoga mimpi indahnya hari ini bisa melurar esok hari untuk menyambut besok dengan rasa bahagia.


Aku ***ingin hanya kau tahu....


Aku ingin kau tahu aku masih di sini


Ditempat ini...


Namun disuasan yang berada...


Dan aku buktikan bahwa


Aku akan baik-baik saja dengan segala semua yang ada di sini


Dan aku akan terus mencoba untuk bisa


Walaupun aku terus gagal melupakan....


Melupakan semuanya....


Tapi aku akan terus berusaha mencoba dan bangkit dari semuanya


Dari segalanya....


Dari segala godaan yang mampu melemahkan ku


Karena aku bisa....


Karena aku mampu mengubahnya....


I Love sunshine....

__ADS_1


( by. Linda Arlinda*** ).


__ADS_2