
*Dulu aku begitu lemah
Dulu aku begitu rapuh
Tapi itu dulu....
Masa lalu yang telah aku lupakan.
Masa lalu yang begitu kelam yang mampu merubah ku menjadi orang yang lebih kuat lagi.
Masa lalu yang ingin aku ingat lagi.
Masa lalu yang membuat ku hidup seorang diri.
__ADS_1
Masa lalu yang mampu melemahkan ku.
Tapi kini aku bisa berdiri sendiri.
Dan biarkan aku kubur semua sisa-sisa ingatan masa lalu ku yang kelam dan menyakitkan.
Karena aku.... Akan bangkit....
Dan membuka semua lembaran baru kehidupan ku yang akan datang.
( Linda Arlinda )
Di dalam kamar nenek Maya sedang memegangi foto sang cucunya yang begitu sangat dia sayangi. Nenek Maya melamunkan nasib sang cucu kesayangannya Raisa. Nenek Maya sampai menerawang ke masa lalu yang mampu mengorek luka lama yang dia berusaha simpan rapat-rapat selama ini.
__ADS_1
Dimasa lalu nenek Maya dan juga sang suami berusaha membesarkan Raisa dengan penuh kasih sayang yang berlimpah melebihi kasih sayang kedua orang tua Raisa sendiri.
Nenek Maya dan sang suami begitu sangat marah dengan apa yang dilakukan sang anak kepada cucu kesayangannya itu.
Papanya Raisa memang anak kandung nenek Maya dan mendiang suaminya.
Semenjak adik Raisa lahir semua sifat anaknya berubah deratis kepada Raisa. Sifat papanya Raisa jadi lebih protektif menyangkut adiknya Raisa. Dan itu mampu membuat nenek Maya begitu kecewa.
Layaknya seperti anak-anak seumuran Raisa pada saat itu. Raisa kecil begitu sangat senang bermain-main. Dan itu pulalah mampu menyulut emosi sang papa. Raisa kecil yang tak tahu apa-apa hanya bisa diam saja.
Raisa tumbuh menjadi anak yang begitu pintar dan sangat mandiri. Walaupun tanpa kasih sayang kedua orang tua yang ada setiap saat.
Tapi Raisa tak pernah kurang kasih sayang sekali pun dari kakek dan neneknya selama ini.
__ADS_1
flashback on
Saat Raisa menginjak usia sepuluh tahun. Raisa