
Keukkk
Respon zombie cukup baik namun masihlah tetap lambat, ketika rombongan Harold bergerak ke arah kelompok zombie.
Para zombie segera menoleh dan bergerak kearah mereka, bau busuk datang dari tubuh para zombie.
Gerakannya yang sedikit aneh dan berbeda dari zombie sebelumnya, pergerakan mereka tidak lagi terhuyung-huyung namun sedikit bertenaga.
Tok tok tok tok
Ketupan antara rahang atas dan bawah saling berhantupan cepat dari para zombie, seolah ingin berteriak.
Bukk
Harold berhasil mendaratkan pukulan super beratnya tepat di dada zombie paling depan.
Zombie yang terkena pukulannya terpental hingga beberapa meter, walaupun sudah menelan beberapa puluh kristal zombie namun kekuatan ini bukanlah hal yang bisa di dapatkan dari beberapa puluh kristal zombie!
Pukulan keras dari Harold berhasil menciptakan lubang yang cukup dalam di dada zombie, jika saja itu manusia biasa mungkin saja dia sudah batuk darah dengan nafas yang sangat berat.
'Kekuatan zombie tidaklah berbahaya bagiku, tapi bagaimana dengan yang lain?' Pikir Harold.
Untuk dirinya yang memiliki system, jelas dirinya tidak dapat memastikan apa perkembangan dari zombie di depannya.
Namun, jika diperhatikan secara jelas pergerakan zombie yang cukup bertenaga itu sudah menjawab atas apa yang dipikirkan oleh mereka.
Di sisi lain, Albara yang tinggal beberapa jarak dengan zombie yang mengarah kepadanya.
Segera melayangkan sebuah tendangan samping ke arah kepala zombie.
Bukk
Zombie yang menerima tendangan tersebut tergeser beberapa langkah kesamping, tendangan berat dari Albara berhasil memberikan bekas yang cukup di kepala zombie pria disana.
Melihat dengan jelas apa yang terjadi di depannya, Albara sedikit terkejut tendangan yang setidaknya mengandung 40% kekuatannya tidaklah cukup untuk menjatuhkan zombie di depannya.
Dengan cepat Albara kembali melayangkan sebuah tendangan 180° mengarah ke sisi kepala lain dari zombie tersebut.
Buuuk
Zombie yang tergeser beberapa langkah sebelumnya kembali tepat di tempat semulanya.
"Cihh!"
Setalah melayangkan tendangan barusan Albara menyadari jika dia ingin menang setidaknya dirinya harus mengeluarkan 70% dari kekuatan aslinya.
Sungguh tidak terduga hanya dalam semalam perkembangan dari zombie sangat mengejutkan.
Tidak ada waktu untuk Albara, dua buah zombie bergerak kearahnya.
Melihat hal itu Albara segera melayangkan sebuah pukulan mematikan dengan 65% kekuatan aslinya.
Zombie yang sebelumnya cukup susah untuk dirobohkan kini telah terpental dua meter dari sana.
Dengan cepat Albara bergerak kearah dua zombie yang mengarah padanya, dengan gerakan kaki yang cepat Albara dapat menghampiri kedua zombie itu terlebih dahulu.
__ADS_1
Tanpa menahan kekuatannya, Albara segera melayangkan pukulan keras mengarah kepada kepala zombie dengan 70% kekuatannya.
Bukk
Zombie yang baru saja menerima pukulan tersebut tertekan kebawah dengan tulang leher yang remuk.
Tanpa memberikan waktu untuk zombie lainnya, Albara segera melayangkan sebuah tendangan dengan kekuatan yang sama terhadap zombie satunya.
Bukk
Zombie tersebut terpental setelah tendangan berhasil mendarat tepat di sisi kiri kepalanya.
Tak jauh dari sana Whillhem yang hampir sampai pada zombie di dekatnya segera melompat dan melancarkan sebuah pukulan!
Superman punch!
Buukk
Pertandingan dimulai dengan zombie yang menerima sebuah pukulan keras di bagian atas wajahnya, sebuah lubang bekas pukulan membekas disana.
Sedikit terkejut, namun Whillhem segera melancarkan seragan lainnya. Dengan tempat yang sama yaitu di kepala Whillhem melancarkan serangan kanan dan kiri.
Buk buk
Berhasil mendaratkan pukulannya, Whillhem mengambil ancang-ancang dengan menarik lengannya kebelakang mengumpulkan kekuatan di satu tangannya.
Bukk
Pukulan keras berhasil menembus leher zombie! Darah hijau terciprat kesegala arah, pukulan telak!
Mungkin butuh waktu beberapa minggu atau bulan, hingga perkembangan tersebut dapat membahayakan kelompok mereka.
"Sepertinya sudah cukup untuk mengumpulkan informasi." Ucap Harold.
Harold mengeluarkan dua buah belati yang dari tadi masih dalam sarungnya, belati tajam yang siap memenggal apapun.
Swuuuss
Dengan kecepatan yang luar biasa, pergerakan Harold sangat mustahil untuk di ketahui.
Bahkan jika itu Albara dan Whillhem yang memiliki garis start yang sama dengannya.
Buukk
Dua buah kepala baru saja terlepas dari tempatnya, tanpa ada suara ataupun bunyi Harold berhasil mengakhiri lawannya dengan sangat baik.
Begitu juga dengan Albara dam Whillhem tak ada jejak darah di atas pedang yang mereka gunakan.
Potongan yang sangat rapi! Dengan begini sekelompok zombie demgan jumlah sembilan berhasil di ratakan hanya dengan kelompok tiga orang!
"Hah!"
"Aku tidak menyangka zombie-zombie ini dapat menahan hingga 70% kekuatan ku!" Ucap Albara yang mendekat kearah Harold.
"Ya, apa yang dikatakan tuan Albara benar. Bahkan aku terkejut akan hal itu." Sambung Whillhem.
__ADS_1
Mereka segera berkumpul untuk membahas perkembangan zombie dibandingkan untuk mengumpulkan kristal zombie terlebih dahulu.
'70%? Itu cukup diluar perkiraan?'
Pikir Harold, apa yang baru saja didengarnya cukup membuat dirinya merasakan tertusuk jarum di jantungnya.
"Begitukah?" Tanya Harold.
Keduanya mengangguk kecil, membalas pertanyaan Harold.
Harold menatap tajam keduanya sebelum kembali mengutarakan pikirannya.
"Sepertinya, kita harus merubah tujuan kita!"
"Dengan keadaan yang seperti ini, aku tidak yakin bahkan untuk besok." Ucap Harold menggantung perkataannya.
"Maksudnya?!"
Baik Albara dan Whillhem tidak mengerti apa yang baru saja dikatakan oleh Harold.
"Dengan pertumbuhan zombie yang seperti ini, aku cukup khawatir jika stok makanan yang ada di supermarket akan habis sebelum perkiraanku."
"Dan dengan keadaan yang seperti ini pula aku cukup mengkhawatirkan kondisi rumah Albara, sepertinya kita harus segera mendahulukan hal ini." Ucap Harold menjelaskan.
Apa yang baru saja di ucapkan oleh Harold sangatlah jelas, dengam pertumbuhan zombie yang meningkat ini.
Akan banyak orang yang berpikir untuk menyimpan lebih banyak makanan di rumah mereka.
Dan dengan keadaan seperti ini pula akan sangat jelas jika ada orang yang ingin mencari tempat yang lebih aman.
Atau bahkan pasti ada beberapa orang yang mempunyai pemikiran untuk mencuri sesuatu dari pihak lain.
Memikirkan hal ini serta mengingat keadaan serta martabat keluarga Albara sangat mungkin baik hari ini atau beberapa hari lagi pasti ada yang menempati rumahnya!
"Cih! Memikirkannya saja membuatku muak!" Ucap Albara dengan sedikit marah.
Jika ada seseorang yang memasuki tempat tinggalnya bukan hanya akan mengambil beberapa harta pribadi miliknya, tapi mungkin juga mereka akan mengambil seluruh harta keluarganya yang telah dia jaga!
"Tenang." Ucap Harold sambil memegangi pundak Albara.
"Kita masih memiliki sedikit waktu." Harold memandang kearah Whillhem.
"Whillhem, gunakanlah kekuatanmu dan segeralah kembali kerumah untuk mengambil tas milikku untuk masing-masing dari kita."
"Pilihlah tas yang memiliki ukuran yang cukup besar serta tidak mengganggu pergerakan kita." Ucap Harold.
Mendengar hal itu Whillhem segera melaksanakan apa yang diminta oleh Harold, bagaimanapun juga masalah yang dihadapi oleh mereka saat ini cukup sulit.
"Dan untuk sementara kita akan mencari tempat untuk menunggu kedatangan kembali kloning Whillhem."
"Karena aku cukup yakin pasti ada batasan jarak untuk kloning miliknya." Ucap Harold kembali.
Harold memandangi arah yang dituju kloning milik Whillhem. Baik Albara dan Whillhem mengerti akan hal itu.
Terutama Whillhem yang awalnya cukup khawatir jika Harold memutuskan untuk bergerak maju.
__ADS_1