
06.15
"Huh!"
"Membosankan! Sudah berapa lama kita menunggu sejak terbangun?" Ucap Albara, nada bicaranya terdengar sangat tidak sabar.
"Kita bisa saja keluar menyelidiki apa yang tengah terjadi, tapi apakah kalian berani menanggung akibatnya?" Tanya Harold.
Perasaan gelisah dan penasaran juga menghantui dirinya. Begitu juga dengan Whillhem yang tak bisa menyembunyikan ekspresi penasaran miliknya.
"Rin, Ron apa kalian mengetahui ada apa dengan asap merah itu?" Tanya Albara spontan.
Pertanyaan yang keluar tersebut segera menarik perhatian mereka semua, mereka baru saja mengingat ada sosok yang mungkin dapat menjawab pertanyaan mereka.
Dua sosok yang terlihat layaknya malaikat penyabut nyawa dengan sabit besar yang penjang menampakan diri mereka di belakang Albara.
Wajah tengkorak mereka terlihat tanpa ekspresi, dingin!
"Sejujurnya kami berdua tidak terlalu mengetahuinya." Ucap Ron yang berada di sisi kanan Albara.
Sebuah suara serak yang berat menggema di seluruh ruangan, pemandangan yang sangat aneh kembali terjadi.
Rin dan Ron berbicara tanpa menggerakkan rahang mereka!
Hal tersebut jelas memberikan keterkejutan bagi Harold dan Whillhem, namun Albara terlihat seolah terbiasa.
"Tapi kami dapat memastikan kalau asap tersebut memberikan sebuah peningkatan pada para zombie." Sambung Rin yang berada di sisi kirinya.
"Peningkatan!"
Serentak ketiganya terkejut mendengar perkataan yang keluar dari Rin.
"Benar sebuah peningkatan, dan kami dapat memastikan satu hal lagi."
"Selain para zombie mahluk yang bersentuhan dengan asap tersebut dapat di pastikan akan terinsfeksi!" Jelas Rin kembali.
"Semakin lama kalian bersentuhan semakin kuat dan ganas virus menginfeksi!" Sambung Ron.
Apa yang di katakan kedua roh tersebut sangatlah mengerikan, bagaimana bisa sebuah asap dapat membahayakan mereka?
"Tapi bagaimana dengan kita yang telah mengkonsumsi kristal zombie?" Tanya Whillhem, penasaran.
"Apa yang baru saja kau tanyakan? Bukankah sudah jelas? Kalau kalian akan bermutasi menjadi Zombie Tingkat II." Ucap Rin santai.
Terkejut, tak ada satupun diantara mereka yang mengabaikan perkataan kedua roh tersebut.
__ADS_1
Bagaimanapun juga baik Rin dan Ron mungkin berasal dari bangsa yang sama dengan makhluk-makhluk itu.
"Tingkat kedua? Bukankah-?" Pertanyaan Harold segera terpotong oleh Ron.
"Zombie memiliki beberapa tingkatan, dan asap merah inilah yang akan membawa zombie pada peningkatan tersebut."
"Mungkin kemaren zombie terasa sangat mudah bagi kalian, namun bagaimana dengan hari ini? Besok? Atau lusa?"
'Benar! Sepertinya kami akan bekerja dengan lebih keras!' Pikir Harold.
"Lalu, berapa banyak peningkatan zombie dan kekuatan mereka?" Tanya Whillhem yang tak bisa menahan keingintahuannya.
Namun, respon yang diberikan oleh Rin dan Ron membuatnya menterah.
"..."
"Kalian akan mengetahuinya ketika saatnta telah tiba." Jawab Ron yang segera lenyap dari ruangan diikuti dengan Rin.
Kekecewaan terlukis di wajah Harold dan Whillhem namun tidak pada Albara, sepertinya dia telah mengetahui jawaban Rin dan Ron sebelumnya.
"Lalu apa yang akan kita lakukan?" Tanya Albara membuka percakapan yang sempat terhenti.
"Sebenarnya aku ingin segera memberitahukan kepada kalian informasi yang aku dapatkan."
"Hanya saja fenomena aneh dari asap merah telah membuat aku lupa." Ucap Albara dengan santai mengangkat bahunya sambil membuka sekaleng soda.
"Hanya saja kita harus di paksa untuk bekerja lebih keras untuk mendapatkan kristal zombie." Ucap Harold.
"Jika hanya itu aku tidak akan mempermasalahkannya, tapi bagaimana ketika malam tiba?"
"Kita tidak dapat memastikan kalau zombie tidak akan memanjat atau memasuki tempat tinggal kita." Jelas Whillhem, mengutarakan kekhawatirannya.
"Sedikit menyusahkan, tapi bukan berarti tidak ada jalan keluarnya. Kita bisa saja menggunakan kemampuan Albara ataupun Whillhem."
"Tapi kita tidak mengetahui apakah asap merah akan mempengaruhi kekuatan kalian." Jelas Harold.
"Tapi kita memiliki aku disini, dengan kemampuan milikku aku bisa menyebarkan apiku keseluruh rumah."
"Otomatis jika ada sesuatu yang mendekat mereka akan terbakar dengan apiku."
"Bagaimana? Apa kalian menyetujuinya? Yah, mungkin sedikit berbahaya namun percayalah."
"Apiku tidak akan membakar kita." Jelas Harold dengan tersenyum ketika selesai mengatakan kalimat terakhirnya.
Albara dan Whillhem diam, mereka terlihat berpikir menimbang segala kemungkinan yang terjadi.
__ADS_1
Namun, sekeras apapun mereka berpikir tak ada jalan keluar yang lebih aman untuk dicoba dari usulan yang di berikan Harold.
•••
07.30
Asap merah darah yang menutupi bumi hingga beberapa saat sebelumnya menghilang tanpa jejak.
Bahkan sisa-sisa asap merah tersebut tidak meninggalkan bekas di langit, hanya ada langit biru pagi yang cerah.
Suasana yang senyap bukan menandakan kalau manusia masih tertidur lelap di atas ranjangnya.
Namun, suasana senyap yang di bawa oleh rasa takut menghiasi pagi kali ini, suasana di sekitar terasa sangat berat.
Banyak manusia yang mengurung diri di dalam rumah mereka, rasa lapar kini seolah tidak bisa dirasakan oleh tubuh manuisa.
Mengigil, gelisah, cemas, takut, putus asa menguasai jiwa dan raga, bahkan manusia saat ini seolah tidak mampu untuk berdiri dan berbicara.
Hanya dalam, satu hari populasi manusia, tidak bukan hanya manusia bahkan mahluk hidup yang bernyawa lainnya telah berkurang hingga 27.9 %!
Mayat hidup zombie kini menguasai hampir seperempat dunia, dengan populasi manusia yang padat kecepatan pertumbuhan para zombie pun terus meningkat.
Tidak ada yang tau kenapa dunia berakhir, atau tidak ada yang tau siapa yang menyebabkan dunia yang seperti ini.
Dan tidak ada satupun mahluk hidup yang menginginkan dunia menjadi seperti ini, jikapun ada mereka adalah sekumpulan mahluk hidup yang bahkan lebih buas daripada binatang!
Ya! Mereka ada! Mereka adalah para pelaku tindak pidana! Dan siapa yang akan paling bahagia di saat seperti ini dia adalah para kanibalisme!
Di dalam lorong yang sunyi tiga orang pria tengah mengendap, menyembunyikan keberadaan mereka.
Masing-masing dari mereka membawa senjata tajam yang digunakan untuk bertahan hidup, sorot mata mereka bahkan lebih tajam dari mata elang.
Perhatian mereka saat ini tertuju pada sekelompok zombie yang tak jauh dari tempat mereka berada.
Ada sekitar sembilan zombie, masing-masing dari zombie tersebut adalah remaja.
Tidak dapat di pastikan mengapa mereka bisa berubah menjadi zombie, namun ada satu jawaban yang dapat menjelaskan.
Mereka adalah sekumpulan para idiot yang tengah mengabadikan fenomena aneh hujan darah kemarin!
"Sepertinya hanya ada mereka." Ucap Albara, setelah mengamati ke sekitar daerah tersebut.
"Kalau begitu kita akan segera menyerang mereka.
"Namun, tetaplah berhati-hati kita tidak mengetahui apa dan seperti apa perubahan pada tubuh zombie yang disebabkan oleh kabut merah." Ucap Harold.
__ADS_1
Ketiganya saling berpandangan untuk beberapa saat sebelum mereka berpencar dan mulai menyerang zombie.
Tak ada satupun hal yang dapat menghentikan mereka dari mengumpulkan kristal zombie serta mencari tau ada apa dengan kabut merah yang timbul setelahbencana dunia dimulai