
Di saat yang hampir bersamaan dengan kematian zombie di depannya, Harold menerima sebuah pesan pemberitahuan dari sistem.
______________________________________
Zombie telah terbunuh!
Selamat anda mendapatkan 1 Point Talent!
Selamat anda mendapatkan 50 Poin Kekuatan!
______________________________________
'Wow!' Tanpa sadar Harold berbicara pada dirinya.
Point yang di dapatkannya dari membunuh zombie sama halnya dengan point yang dikumpulkannya setelah beberapa bulan lamanya!
Tanpa perlu berpikir lebih lama Harold membelah dan mengaduk-aduk isi kepala zombie.
Darah berwarna hijau memenuhi belati dan kedua telapak tangannya, bau busuk menyengat dari darah zombie.
Dan benar saja tepat di belakang otak zombie sebuah batu kristal berwarna putih menempel disana.
Ukurannya sedikit lebih besar dari pil obat biasa, seperti ujung jari kelingking!
Harold mengangkat kristal tersebut dan melihatkan kepada dua orang di belakangnya, sambil tersenyum senang.
Begitu juga dengan Albara ekspresi senang terukir disana, hanya Whillhem yang menatap sedikit serius ini adalah pertama kalinya dirinya melihat hal seperti itu.
"Tidakku sangka itu nyata!" Ucap Albara dengan sangat senang.
Ingin rasanya dirinya melompat dan berteriak sekencangnya, namun dia dapat menahan perasaan itu sebentar.
"Yahh, karena itu nyata sebaiknya kau bersiap untuk mendapatkan kekuatan juga." Balas Harold sambul membersihkan darah di tangan dan belatinya.
Ekspresi kedua orang itu sangat-sangat senang, seolah bunga bermekar di hati mereka.
Kedua orang tersebut secara bergantian mengamati kristal zombie yang baru saja di dapatkan oleh Harold, sebelum mereka dikejutkan oleh Whillhem yang mengingatkan tujuan mereka.
"Lalu, bukankah kita seharusnya bergegas?" Tany Whillhem.
Harold dan Albara yang mendengar hal tersebut segera tersadar dari kesenangan mereka, jalan menjadi kuat telah tercipta di depan mereka!
Mereka bertiga bergerak dengan semangat yang penuh dengan tekad menjadi kuat, ketiganya memegang erat senjata masing-masing.
Masih tersisa jarak beberap meter, ketiganya saling membagi kode zombie yang ada di depannya saat ini merupakan zombie anak kecil.
Mereka cenderung lebih lemah dari zombie dewasa, namun rata-rata kekuatan zombie dua kali lebih kuat dari manusia biasa.
Namun, saat ini tiga orang yang ingin menyerang zombie merupakan ahli beladiri, jelas lebih kuat dari zombie biasa.
Selain Harold dan Albara yang masih muda dan bertenaga, Whillhem yang cukup berumur juga tak kalah dari kedua pria tersebut.
Harold yang sedang memegang erat belati di setiap tangannya bersiap untuk melemparkan belati kepada zombie di depannya. Dengan kemampuan penembak jitu miliknya tidak susah mengenai target di depannya.
Swooos!
Dua buah belati menancap tepat di kening dan leher zombie anak itu, fakta bahwa mereka telah berubah menjadi zombie membuat tulang di tubuh mereka sedikit melunak.
Harold maju dengan cepat memanfaatkan peluang yang dia ciptakan.
Buuuk!
Tangan Harold membanting zombie anak dengan keras di atas aspal, pisau yang semulanya tertancap setengah, berhasil masuk seluruhnya.
__ADS_1
Dengan cepat Harold menuju belati yang ada di leher zombie, menarik belati tersebut dengan keras sehingga setengah leher zombie berhasil terputus.
Sreek
Harold melakukan hal yang sama pada sisi lainnya, saat ini kepala zombie anak tersebut berhasil lepas dari tempatnya.
Beralih ke sisi lain, melihat Harold melemparkan belatinya dan memulai Aksinya.
Albara semakin semangat, pedang panjang miliknya dipegang dengan erat.
Zombie anak di depannya bergerak maju menyerang kelompok Harold, hanya saja mereka telah kalah dua langkah dari kelompok Harold.
Albara mengayunkan pedangnya secara vertikal, ketika zombie anak memasuki jarak serangannya.
Sebuah sayatan yang cukup dalam membekas dari kepala hingga pinggang si zombie anak.
Darahnya merembes keluar dengan deras, darah berwarna hijau dengan aroma busuk yang menyengat.
Swooos!
Melihat serangannya kurang dalam, Albara mengayunkan kembaki pedangnya
Kali ini sasaran pedang Albara adalah tangan dari zombie anak tersebut.
Swooos!
Dengan tenaga yang besar yang dimiliki Albara dan tajamnya pedang yang dimilikinya, seolah memotong tangan zombie seperti memotong selembar kertas.
Swoos!
Darah kembalu keluar dengan deras dari bagian tubuh yang terputus, tak ada rasa sakit yang terlihat dari ekspresi zombie.
Zombie anak yang menerima tebasan tersebut tersungkur ketanah karena besarnya tenaga yang dihasilkan oleh Albara.
Swooss!
Sebuah kepala terlempar darah memuncrat mengikuti terlepasnya kepala dari tempatnya.
Sekali lagi genangan darah mengalir di atas aspal hitam yang masih basah selepas hujan beberap waktu lalu.
Sedangkan disisi Whillhem ekspresi keraguan terukir di wajahnya yang cukup berumur.
Namun keraguan tersebut segera disingkarkannya, dunia yang sekarang tak akan pernah mentoleransi keraguan walaupun sebentar.
Itulah yang dipikirkan oleh Whillhem, apa yang yang terjadi di masa depan nanti jika dia terus seperti ini?
Bisa saja dirinya terbunuh di masa depan nanti karena kecerobohannya yang percaya terhadap perasaannya.
Atau mungkin hal yang lebih parah terjadi seperti Harold dan Albara atau istri dan nona Cassandra terbunuh di depan matanya.
Whillhem menggenggam erat pedangnya sekali lagi, menatap tajam zombie anak yang tengah berlari kearah Harold.
Tuan mudanya dalam bahaya! Itulah yang di pikirkannya saat ini.
Whillhem mencoba berlari sekencang yang dia bisa, sebelum semuanya terlambat dirinya harus bisa berjuang semampunya.
Jaraknya dengan Harold semakin dekat begitu juga dengan Zombie anak.
Sedikir lega di hati Whillhem namun perasaanya kembaki berubah, ketika melihat zombie anak melompat kearah Harold.
Whillhem yang tak terima akan perbuatan itu segera mengayunkan keras pedangnya kerah zombie anak.
Swoooos!
__ADS_1
Pedang yang di ayunankan oleh Whillhem berhasil mengenai zombie anak tersebut, dengan sekuat tenaga yang dimilikinya.
Whillhem mengayunkan pedangnya sekuat tenaga, beban zombie anak tersebut cukup berat.
Arrgggh!
Zombie anak terlempar ke udara dengan kepala dan leher yang terbelah, belahan dari kepala zombie anak seolah melambai-lambai di udara.
Buuuk!
Zombie anak tersebut terjatuh keatas aspal, tak berhenti di situ Whillhem menusuk jantung zombie anak dan membelah kembali kepala zombie anak.
Sekali lagi darah busuk berwarna hijau milik dari zombie anak membasahi aspal di jalan itu.
"Huuuh."
"Huuuh."
"Huuuh."
Nafas Whillhem sedikit terburu-buru, di umurnya sekarang pekerjaan berat seperti ini cukup membuat lelah Whillhem.
"Whillhem."
Sebuah suara memanggilnya dari sisi sebelahnya, Whillhem memandang kearah tersebut. Dapat dilihatnya dengan jelas kalau Harold tuan mudanya tersenyum kepadanya.
"Kerja bagus Whillhem." Puji Harold dengan senyum ramahnya.
Perasaan yang ada di hati Whillhem sedikit mereda setelah mendengar pujian tuan mudanya.
"Ya tuan." Ucap Whillhem dengan senyum ramah pula.
Tanpa membuang banyak waktu ketiganya memulai aktivitas pembedahan mereka.
Dengan belati yang di pegang oleh masing-masing ketiga orang itu, mereka memotong-motong kepala zombie anak.
Karena mereka telah mengetahui letak dari kristal zombie, dari zombie sebelumnya. Membuat aksi mereka sekarang lebih mudah.
Otak yang biasanya berwarna merah muda, kini telah berubah setelah terinfeksi virus zombie.
Otak zombie sekarang berwarna hijau gelap, baunya sangat busuk seperti bangkat.
Tak butuh waktu lama ketiga berhasil menemukan kristal zombie berwarna putih yang seukuran dengan ujung jari kelingking.
Mereka membersihkan kristal zombie tersebut dan segera menelannya, namun semua itu tentu saja setelah tangan mereka dan kristal zombie bersih.
Setelah menelan kristal zombie itu, keadaan di sekitar Harold menjadi gelap gulita.
Hanya ada dirinya di tengah kegelapan yang tak berujung, sebuah cahaya bersinar terang di depannya.
Cahaya tersebut menampilkan sebuah gambar yang dimana gambar tersebut adalah Harold yang tengah mengontrol Api!
Keadaan disekitar Harold kembali berubah kesemulannya, walaupun dirinya cukup lama berada di dalam ruangan gelap tersebut namun di dunia nyatanya itu hanya satu detik!
______________________________________
Selamat anda mendapatkan kemampuan baru!
Element Api telah di dapat!
Berjuanglah lebih keras, wahai pejuang!
______________________________________
__ADS_1