
Kota Pahlawan
Di Suatu Hari Terdapat Anak Remaja Yang Duduk Di Bangku SMA, Dia Adalah Anak Yang Suka Bermain Game, Dia Tidak Memiliki Orang Tua, Dia Tidak Miskin Juga Tidak Kaya...Yaa Bisa Di Bilang Dia Berada Di Menengah.
MC POV
Hai... Perkenalkan Namaku Adalah Joko Cahyono, Aku Adalah Anak Remaja Yang Duduk Di Bangku SMA Surabaya, Hobiku Adalah Bermain Game, Aku SMA Juga Sambil Kerja, Aku Kerja Sebagai Joki Dari Game Apapun Mulai Dari RPG, Battle Royal, Hingga game Moba.
Aku Saat Ini Duduk Di Kelas 1-B Orang-Orang Melihatku Bermain Game Terus Menerus, Walaupun Aku Hanya Bermain Game Terus Menerus Bukan Berarti Aku Bodoh, Justru Saat Ada Ulangan, Aku Selalu Selesai Duluan Dan Mendapatkan Nilai Yang Terbaik Dari Semua Orang Yang Berada Di Kelas.
Semua Orang Tidak Tau Kecuali Aku Sendiri Jika Aku Memiliki Ingatan Fotografis, Ingatan Fotografis Adalah Ingatan Yang Bisa Di Tangkap Secara Rinci, Dan Aku Sudah Menghafal Semua Buku Yang Di Berikan Oleh Pihak Sekolah.
Aku Juga Membeli Buku - Buku Di Toko Buku Untuk Menambah Wawasanku Lebih Luas, Aku Memiliki Banyak Sekali Buku Di Rumah, Dan Jika Aku Sudah Bosan Dengan Buku Itu, Maka Aku Akan Memberikan Ke Panti Asuhan Yang Berada Di Dekat Rumahku, Tak Jarang Juga Aku Bermain Dengan Anak - Anak Panti Asuhan.
Mereka Merasa Senang Ketika Aku Datang Dan Mereka Lebih Senang Lagi Ketika Aku Membawa Buku, Dan aku Juga Sering Membacakan Dongeng Untuk Anak - Anak Panti Asuhan, Aku Di Sana Juga Mempunyai Bibi Yang Aku Sayangi Karena Dia Pernah Merawatku Ketika Aku Kehilangan Orang Tua Dan Merasa Putus Asa, Tetapi Dia Datang Bagaikan Malaikat Yang Siap Menanggung Bebanku Di Pundaknya.
Aku Juga Kadang Memberi Beberapa Uang Ketika Punya Lebih Untuk Anak - Anak agar Juga Bisa Merasa Masakan Yang Patut Di Makan Dan Enak.
Pov End
Di Sekolah
Saat ini Joko Berada Di Sekolahnya Bersama Dengan Teman - Temannya Dan Bel Tanda Pulang Sekolah Sudah Di Bunyikan Yang Artinya Jam Pelajaran Sekolah Sudah Selesai, Joko Pun Berbincang - Bincang Dengan Teman - Temannya Di Depan Sekolah Sambil Meminum Es Teh Manis Yang Di Belinya Dari Gerobak Depan Pagar Sekolah.
" Hei Joko, Gimana Menurut Lu Matematika PR Mu Yang Di Berikan Oleh Bu Lis Tadi? " Tanya Silvi
" Oh Iya Jok, Gimana Menurut Lu Tadi? Bukannya Itu Terlalu Banyak Ya, Apalagi Kita Masih Baru 3 Bulan Berada Di Sekolah Ini " Sahut Alvin
" Menurutku Sih Ya Biasa - Biasa Aja, Toh Aku Juga Sudah Sering Ngerjain PR kalian Semua, Juga PR Tadi Juga Sedikit Mudah Karena Materinya Mudah Di Pahami " Jawab Joko
Silvi Dan Alvin Yang Mendengar Jawaban Joko Hanya Cengar - Cengir Dan Menggaruk Tengkuk yang Tidak Gatal.
__ADS_1
" Hmm...Kalo Di Pikir - Pikir Iya Juga Sih, Apalagi Juga Ga Semua Di Suruh Ngerjain Sampai Sedetail - Detailnya, Tapi Ya Tetap Aja Itu Lumayan Banyak " Silvi
" Ya Ya, Gua Setuju Sama Silvi, Itu Terlalu Banyak " Sahut Alvin
" Yaudah Iyaa Banyak, Terserah Kalian Itu Banyak Atau Engga, Tapi Kerjain Sendiri, Kalian Jangan Bergantung Terus, Kalau Ga Bisa Nanti Aku Ajarin " Joko
Alvin Dan Silvi Yang Mendengar Pernyataan Dari Joko Hanya Menghela Nafas Berat Karena Tidak Mendapat Contekan, Apalagi Mata Pelajaran Yang Silvi Dan Alvin Benci Adalah Matematika Karena Rumus - Rumus Yang Begitu Rumit Dan Juga Menyusahkan.
Ketika Mereka Sedih Karena Tidak Mendapatkan Contekan Dari Joko, Mereka Di Kejutkan Dengan Suara Nyaring Dari Klakson Mobil Yang Cukup Mewah, Dan Joko Tau Mobil Itu Yang Artinya Alvin Sudah Di Jemput.
" Eh, Gua Udah Di Jemput, Gua Duluan Yak, Byee " Alvin
" Byee " Joko/Silvi
Alvin Pun Bergegas Menuju Mobil Tersebut Dan Langsung Melambaikan Tangannya Dan Di Balas Oleh Joko Dan Silvi Serta Tidak Lupa Melambaikan Tangannya Juga.
Tidak Lama Kemudian Hanya Menunggu Beberapa Menit, Silvi Di Jemput Dengan Mobil Yang Mewah, Dan Tidak Lupa Mobil Pengawal Yang Berada Di Belakangnya, Joko Yang Sudah Melihat Itu Berkali - Kali Tetap Saja Tersenyum Kecut Karena Joko Merasa Kalau Joko Adalah Orang Yang Aneh - Aneh Terhadap Silvi.
" Joko, Gua Pulang Duluan Yak, Dadah " Silvi
Joko Pun Membalasnya Juga Dengan Lambaian Tangan Ke Arah Silvi, Silvi Pun masuk Ke Arah Mobil Yang Menjemputnya, Silvi Di Kenal Orang Yang Kaya, Dingin, Cuek, Tetapi Tidak Ketika Bertemu Joko Dan Alvin, Silvi Langsung Banyak Bicara Dengan Mereka Berdua, Awal Bertemu Juga Joko Dan Alvin Kaget Dengan Sifat Aslinya, Dan Dia Tidak Mempermasalahkan Walaupun Silvi Cerewet.
Mereka Bertiga Di Kenal Karena Kepintaran, Ketampanan Dan Juga Kekayaan, Walaupun Joko Tidak Kaya Tetapi Dia Cukup Tampan, Bahkan Bisa Di Bilang Paling Tampan Yang Berada Di Sekolah, Dan Juga Sangat Pintar, Silvi Yang Cukup Pintar Tetapi Sangat Kaya, Dan Alvin Yang Cukup Kaya Dan Juga Cukup Tampan, Mereka Bertiga Selalu Kemana - Mana Bersama.
[ Author: Bukan Berarti Ke Kamar Mandi Bersama ]
' Ahh~ Akhirnya Mereka Berdua Pulang, Aku Ke Toko Buku Aja Deh ' Joko
Joko Pun Berjalan Ke Toko Buku Dan Langsung Memasuki, Karena Dia Sudah Pelanggan Di sana, Dia Di Sapa Oleh Para Karyawan Yang Tau Joko Ketika Berkunjung, Seperti Biasa Joko Mencari - Cari Novel Yang Seru Dan Juga Ber - Genre System Dan Comedy Karena Joko Juga Harus Menyerahkan Bukunya Ketika Sudah Bosan, Jadi Agar Buku Yang Di Beli Bisa Di Baca Oleh Anak - Anak, Joko Membeli Buku Ber - Cerita Tentang Fiksi.
Setelah Melihat - Lihat Dia Akhirnya Menemukan Novel Yang Baru Rilis Yang Berjudul Unlimited System, Tanpa Banyak Basa - Basi Langsung Saja Joko Membelinya, Joko Membeli Tidak 1 Atau 2 Vol Tetapi Dia Langsung Mengambil Beberapa Vol Untuk Di Bacanya Agar Tidak Penasaran Jika Ending Dari Buku Tersebut Gantung Dan Berakhir Tidak Jelas.
__ADS_1
Setelah Mengambil, Joko Langsung Pergi Ke Kasir Dan Membayar Novel Tersebut Setelah Pembayaran Selesai Dia Mampir Ke Warung Yang Berada Di Dekat Rumahnya Untuk Makan Malamnya nanti, Walaupun Joko Bisa Memasak, Tetapi Mengingat Dia Kehabisan Stok Dia Pun Memutuskan Beli Untuk Makan Malamnya.
Setelah Sampai Joko Pun Memesan Makanannya Untuk Di Bawa Pulang.
" Pak, Nasi Goreng Medium 1 Porsi " Joko
" Nasi Goreng Medium 1 Segera Di masak, Silahkan Di Tunggu Di Dalam " Penjual
Joko Pun Berjalan Masuk Ke Dalam Warung Dan Duduk Sambil Melihat Televisi Yang Berada Di Warung Tersebut, Joko Yang Melihat Lawakan Dari Televisi Hanya Tersenyum, Sedangkan Untuk Pengunjung Yang Melihat Senyuman Dari Joko Hanya Menahan Malu Dan Sebagian Juga Ingin Berkenalan Tetapi Tidak Ada Yang Berani.
' Dia Sangat Tampan! ' Pembeli 1
' Kyaa! Dia siapa? Apa Dia Artis? ' Pembeli 2
' Aduhh Anak Ini Sangat Tampan, Tante Ingin Sekali Menculiknya ' Pembeli 3
[ Author: Nah Loh, Jadi Target Tante Kan... ]
Itu Lah Yang Berada Di Pikiran Mereka Saat Ini Ketika Melihat Senyuman Dari Joko, Joko Yang Tau Kalau Orang - Orang Memperhatikannya, Dia Memilih Untuk Diam Tidak Berbicara Dan Lanjut Menonton Acara Lawakan Dari Televisi Sambil Menunggu Pesanannya.
.............
.............
.......
.......
......Bersambung......
Buat Yang Bingung Tanda Bacanya.
__ADS_1
[ " ] Kata Yang Di Ucapakan Melalui Suara
[ ' ] Kata Yang Di Ucapkan Di Dalam Hati / Pikiran / Batin