System In Modern World

System In Modern World
Chapter 13


__ADS_3

Pagi hari


Cahaya matahari mulai merambat masuk kedalam kamar Joko, cahaya tersebut mulai merambat ke wajah Joko.


Joko yang merasa ada cahaya mulai membuka matanya perlahan-lahan.


Joko bangun dari tempat tidurnya, lalu ia pergi ke ksr mandi dan membasuh mukanya.


Setelah selesai membasuh mukanya, Joko langsung memasak dan memakan masakannya.


Saat ia selesai makan dan mencuci piring, Joko tiba-tiba terpikirkan sesuatu tentang orang.


Bagaimana keadaan anak panti asuhan, sudah cukup lama aku tinggal, terakhir kali Joko sudah memberikan uang.


Joko POV


Bagaimana keadaan anak panti asuhan?


Apakah mereka baik-baik saja?


Tapi aku sudah menitipkan uang ke pengurus panti asuhan.


Tapi apakah cukup uang itu?


Lebih baik aku segera kesana, aku pun langsung mempercepat mencuci piring dan langsung berlari mengambil handuk.


Lalu aku mandi, tidak lupa juga menggosok gigi agar gigi tetap bersih dan tampil menawan.


Setelah aku selesai mandi, aku berjalan menuju kamar dan mulai memakai pakaian satu persatu.


Aku memakai celana jeans hitam dan kaos oblong berwarna putih.


Setelah aku selesai memakai pakaian aku langsung keluar dan memakai sandal kesayangan, sendal jepit.


Karena panti asuhan tidak berada jauh di rumahku, aku memilih untuk jalan sekaligus olahraga jogging.


...Joko POV end...


Setelah Joko sampai, dia langsung masuk karena sudah terbiasa seperti itu, dan juga pengurus panti asuhan tidak mempermasalahkan tindakannya karena sudah di anggap sebagai anak juga oleh pengurus.


Setelah Joko masuk, dia langsung di sambut oleh anak-anak kecil yang melompat dan memeluk kaki Joko.


Joko tersenyum tipis melihat kelakuan anak kecil di panti asuhan, tak lama kemudian muncul perempuan cantik yang berusia sekitar 35 tahun menyapa Joko.


" Selamat datang Joko " Pengurus


Ucap bibi pengurus tersebut dengan senyum tulus yang terpampang di wajahnya yang cantik.


" Bibi, lama tidak bertemu " Joko


" Apakah ada kendala di panti asuhan " Tambah Joko

__ADS_1


" Syukurnya tidak ada yang sulit, hanya beberapa masalah yang akan secepatnya di selesaikan " Bibi pengurus


" Masalah? masalah apa itu? bibi tidak pernah bercerita kepadaku, aku sudah bekerja dan paling tidak bisa membantu walaupun sedikit " Joko


" Hahh~ baiklah baiklah bibi menyerah, ada masalah sedikit tentang sekolah anak-anak " Bibi


" kenapa dengan sekolah anak-anak? apa mereka melakukan hal-hal yang dilarang? " Joko


Sebelum bibi pengurus tersebut menjawab, Joko sudah menoleh ke arah anak-anak panti asuhan.


" hei kalian bocah, kalian tidak nakal kan? " Kata Joko yang menunjukkan wajah menakutkan.


anak-anak panti asuhan yang melihat wajah Joko yang menakutkan langsung bergidik ngeri dan langsung berlari ke belakang bibi pengurus.


" Bibi, kakak Joko marah " Anak panti 1


" Tolong kami bibi " Anak panti 2


Bibi pengurus hanya bisa menghela nafas panjang karena kesalah pahaman dari Joko, ia pun angkat bicara untuk meredakannya emosi Joko.


" Tenanglah nak Joko, bukan itu yang bibi maksud, masalahnya bukan anak-anak nakal, tetapi... " Bibi pengurus


Joko yang mendengar kalimat dari bibinya berhenti langsung mengerutkan keningnya, Joko tau apa masalahnya.


Salah satu masalah untuk pendidikan yaitu UANG


" Aku paham bibi, berapa kekurangannya " Joko


Bibinya tau kalau Joko masuk SMA dengan beasiswa penuh, jadi tidak memikirkan tentang buku dan seragam.


" Tidak usah nak, kamu tabung saja uang hasil kerja kamu, biar bibi saja yang memenuhi kebutuhan anak-anak panti asuhan " Bibi pengasuh


Joko marah mendengar ucapan bibinya, Joko bekerja sebagai joki game bukan hanya karena memenuhi kebutuhan hidupnya, tetapi juga memikirkan anak-anak yang berada di panti asuhan.


Jika sekolah adalah rumah ke 2 bagi Joko, maka panti asuhan adalah rumah ke 3 bagi Joko.


" Bi aku serius, aku ingin membantu sekolah anak-anak panti asuhan " Joko


Bibi yang mendengar ucapan serius dari Joko hanya bisa menghela nafas berat, Bibi pengurus juga memiliki rasa bersalah karena tidak dapat memenuhi kebutuhan anak-anak di panti asuhan.


" 12 anak yang akan masuk SMP, 1 orang setidaknya 1,5 Juta Rupiah"


Joko terdiam dengan jumlah uang yang di keluarkan untuk 1 Anak, jika Joko tidak mendapatkan system mungkin Joko Berpikir keras untuk bekerja tambahan sebagai uang.


Untungnya Joko mendapatkan system untuk mempermudah urusan hidupnya terutama ekonomi.


' Sangat mahal! Bagaimana jika aku tidak mendapatkan system! Berapa banyak anak yang tidak sekolah karena masalah uang!? ' Joko


" Aku akan membantu, aku akan mentransfer uangnya di akun bibi " Joko


Joko pun meraba-raba sakunya tetapi tidak menemukan handphonenya dan baru ingat kalau handphonenya di tinggalkan di atas meja makannya.

__ADS_1


" Maaf bi, aku akan mentransfer nanti setelah pulang ke rumah " Joko


" Iya tidak apa-apa, maaf merepotkanmu " Kata bibi lalu membungkuk kepada Joko.


Tetapi sebelum bibinya membungkuk kepada Joko, bahunya sudah di tangan oleh Joko, dan Joko bisa melihat mata bibinya berkaca-kaca dan bisa meneteskan air mata kapan saja.


Bibi pengurus tanpa sadar langsung memeluk Joko dengan erat, Joko pun juga membalas pelukannya tetapi pikirannya terbang kemana-mana karena 2 gumpalan lemak yang menggunung menempel di dadanya.


' Terima kasih atas kenikmatan duniawi ini '


" Bi, bisa tolong lepaskan, anak-anak sedang melihat kita " Ucap Joko dengan canggung karena anak-anak sedang melihat.


untuk anak-anak kecil hanya bisa melihat dengan tanda tanya di kepalanya karena tak mengerti keadaan, sedangkan anak yang sudah besar merasa terharu dengan adegan di depannya.


Bibi pengurus yang mendengar ucapan Joko langsung tersadar dengan tindakannya dan langsung melepaskan pelukannya dan menunduk malu.


Joko hanya menatap datar kepada bibinya yang seperti anak kecil.


' Kenapa bibi seperti anak remaja yang beranjak dewasa? ' Joko


" Ehem, Jadi bisakah bibi meminjamkan ponsel, aku ingin membeli makanan untuk anak-anak, kebetulan aku membawa dompet " Joko


Bibi pengurus yang dari tadi menunduk malu langsung tersentak saat Joko batuk, dan setelah mendengar ucapan Joko, ia langsung mengangguk dan berjalan mengambil ponselnya.


Joko memeriksa dompetnya dan ada uang sekitar 300 ribu Rupiah, cukup untuk membeli 4 Bucket ayam crispy.


Bucket ayam crispy, 1 Bucket berisi 8 potong ekor ayam dada dan paha atas.


Tak lama kemudian Bibi pengurus sudah kembali dan memberi Joko ponselnya untuk memesan makanan, Joko mengambil dan langsung menelpon toko terdekat.


" Halo, di sini QFC, ada yang bisa saya bantu? " Pelayan


" Halo\, saya pesan 4 Bucket fried chicken dengan tambahan 5 saus keju\, atas nama Joko\, alamat berada di jalan **** Nomor **** " Joko


" 4 Bucket fried chicken dengan tambahan saus keju\, alamat di jalan **** nomor **** atas nama Joko\, totalnya 325 ribu Velos\, pembayaran lewat transfer atau cash " Pelayan


" Pembayaran lewat Cash " Joko


" Baik, nanti bisa membayar cash lewat kurir kami, terima kasih atas pesanannya " Pelayan


Telpon di tutup oleh pelayan, Joko langsung mengembalikan ponselnya kepada bibi pengurus.


" bagaimana? kau memesan banyak, berapa harganya " Tanya bibi pengurus dengan penasaran.


" 325 ribu Rupiah" Ucap Joko santai


" ...Hah?! " Bibi pengurus


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Jadi author lagi bingung, ini di buat Harem atau setia sama 1 aja?

__ADS_1


__ADS_2