
Bibi pengasuh tercengang dengan uang yang di keluarkan untuk jajan anak-anak panti asuhan.
" Apa kamu serius?! kamu mengeluarkan 325 ribu Rupiah hanya untuk jajanan anak-anak? "
" Aku serius bibi, sekarang uang tidak masalah lagi untukku " Joko
Bibi yang awalnya khawatir terhadap keuangan Joko langsung mereda khawatirnya dengan ucapan Joko.
Joko, bibi dan anak-anak lainnya mengobrol bersama dan bermain bersama, seperti biasanya Joko membacakan novel yang dulu di beli olehnya.
Joko juga dengan senang hati menerima permintaan, sekalian nostalgia dengan novel yang dulu sudah di bacanya.
Setelah bercerita cukup lama, datang kurir makanan dari QFC, Joko berjalan menuju kurir dan melakukan pembayaran, tidak ada masalah selama pembayaran.
Setelah melakukan pembayaran dengan kurir, Joko berjalan kedalam rumah panti asuhan.
Semuanya sedang menunggu bersama dengan pirirng di depannya, semuanya sangat antusias karena jarang-jarang bagi mereka untuk makan ayam krispi.
Tidak lupa di piring mereka ada juga nasi putih yang masih hangat, walaupun Joko ingin memakan sebagian camilan, tetapi bagi anak-anak harus menggunakan nasi agar kenyang.
Setelah Joko membagi sama rata semuanya, Joko memimpin doa dan mulai makan bersama-sama.
Di suatu rumah
" Tsk, kenapa dia tidak bisa di telpon? " Silvi
Dia adalah Silvi, anak konglomerat, anak yang memiliki rasa suka kepada Joko, bukan hanya karena ketampanannya, tetapi menurut Silvi, Joko itu mempunyai sesuatu aura yang tidak di miliki orang lain.
Aura yang di keluarkan oleh Joko itu seperti sebuah kepastian setiap keputusannya, walaupun yang di omongkan terkadang mustahil seperti Joko akan menjadi orang kaya dan lain-lain.
Tetapi menurut Silvi itu seperti perkataan yang akan pasti di capainya suatu hari nanti.
Silvi saat ini sedang duduk cemberut karena Joko tidak bisa di hubungi sama sekali, Silvi memikirkan yang tidak-tidak seperti Joko berjalan dengan orang lain.
Tetapi Silvi dengan cepat membuang pikirannya yang tidak-tidak, tak lama kemudian Silvi mendapatkan ide untuk mencari Joko melalui bawahannya.
Silvi pun dengan cepat membuka ponselnya kembali dan menelpon bawahannya.
Bawahannya yang di telpon oleh nonanya langsung dengan sigap mengangkat teleponnya.
" Nona, Ada apa? " Bawahan
" Carikan orang yang bernama Joko, aku akan mengirim informasi tentangnya! " Silvi
__ADS_1
" Baik nona, apa dia target pembunuhan berikutnya? " Bawahan
Silvi yang mendengar kalau Joko target pembunuhan, pembuluh darahnya langsung naik, Silvi bisa bilang tidak, tetapi karena sudah termakan amarah, dia melampiaskan amarahnya ke bawahannya.
" PEMBUNUHAN?! KAU MAU MEMBUNUH JOKO?! " Silvi
" KAU COBA SEDIKIT SAJA MENYENTUHNYA MAKA AKAN AKU PASTIKAN KALAU DIRIMU DAN KELUARGAMU AKAN MENDERITA SEUMUR HIDUP!! " Silvi
" Dan jika kau membeberkan informasinya kepada orang lain, akan ku pastikan dirimu menginginkan kematian daripada kehidupan " Silvi
Setelah melampiaskan amarahnya, Silvi langsung memejamkan matanya dan mengatur nafasnya yang terengah-engah.
' Aku terlalu implusif, aku harus mengontrol emosiku sendiri ' Silvi
Silvi membuka matanya kembali setelah merenungkan perkataannya dan mulai berfikir tentang Joko.
' Di saat bersama Joko, entah kenapa aku merasa nyaman dan terlindungi, tetapi jika aku tidak bersama Joko... Entah kenapa emosiku di luar batas ' Silvi
' Apakah ini...Cinta? ' Silvi
Kembali ke bawahannya yang mendengar perkataan nonanya, dia gemetar ketakutan karena ini baru pertama kali nonanya begitu marah.
' Kenapa nona begitu marah? apakah dia orang hebat? siapa dia? ' Itu lah yang di pikiran bawahannya
' Aku tidak tau apakah dia musuh atau teman ' Bawahan
' Yang aku tau adalah, aku tidak boleh menyinggungnya! apapun yang terjadi ' Bawahan
Bawahannya sedang melakukan pelacakan dan menemukan bahwasannya Joko berada di panti asuhan dan bermain dengan anak-anak.
Bawahannya segera menghubungi Silvi dan menjelaskan keadaan dan tempat Joko berada.
Silvi yang mendengar Joko bermain dengan anak-anak panti asuhan, hatinya sedikit melunak dan mulai duduk lalu senyum tipis yang cukup manis terpampang di wajahnya.
' Dia tampan, pintar, tegas, tetapi dia juga memiliki hati yang baik, walaupun tidak kaya, tetapi aku ingin bersamanya, selamanya ' Silvi
Sore hari telah tiba dan Joko pulang ke rumahnya, Joko mulai memasak makanan untuk makan malam, setelah itu dia mandi.
setelah dia mandi, dia mengambil ponselnya, saat membuka ponselnya dia tercengang karena ada lebih dari 100 panggilan dari Silvi.
" Apa-apaan ini? kenapa dia telpon begitu banyak " Joko
Joko pun menelepon Silvi dan di angkat oleh Silvi, Joko meminta maaf dan Silvi sudah memaafkan dari tadi setelah mengetahui keadaan sebenarnya Joko.
__ADS_1
Mereka pun mengobrol dan tak sadar sudah jam 7 malam, Silvi menutup telponnya duluan karena ada makan malam keluarga besarnya.
Joko pun juga ikut makan malam sendiri, dia makan dengan senang karena sudah tidak memikirkan keuangannya, di tambah dia sudah menghasilkan 2 juta Velos dari Cafenya.
Joko kembali ke kamarnya dan mentransfer uang untuk biaya pendidikan anak-anak panti asuhan yang akan masuk ke jenjang yang lebih tinggi dari SD ke SMP.
Joko mengirimkan uang sebesar 20 juta Rupiah, dia mengirim pesan ke bibi pengurus untuk segera membayar biaya sekolah.
Dan 2 juta sisanya adalah biaya untuk memenuhi kebutuhan pangan beberapa hari kedepannya.
Bibi pengurus hanya mengiyakan karena sudah sangat bersyukur sudah di bantu oleh Joko.
Bibi pengurus juga tidak menyangka karena anak yang dulu di bawa olehnya akan menjadi orang yang menyelamatkan dirinya sendiri.
' Itu yang kau tanamkan, Itu juga yang kau tuai' Bibi pengurus
Bibi pengurus di panti asuhan hanya tersenyum setelah memikirkan tindakannya dulu yang menyelamatkan Joko.
Joko di rumahnya setelah mengirim uang hanya bermain-main dengan gamenya.
Joko sudah lama tidak mengambil Jobnya, Joko memikirkan untuk menutup jasa jokinya tetapi Joko masih belum ingin.
Joko hanya bermain dengan game lalu membaca novel, dan memeriksa novelnya, begitu banyak penggemar yang setia menunggunya.
Joko juga bermain dengan YouCube, melihat-lihat orang yang sedang bermain game lalu tertawa sendiri hanya dengan menonton videonya.
Malam pun tiba dan Joko sudah mulai mengantuk, Joko mulai mengunci rumahnya dan muali mematikan saklar saklar rumahnya.
Setelah selesai mematikan saklar, Joko mulai berjalan ke kamar mandi untuk mencuci mukanya terlebih dahulu sebelum tidur.
Setelah itu dia pergi ke ruang makan untuk minum air putih, Joko meminum cukup banyak air putih agar tubuhnya tetap sehat dan Vit.
Setelah itu Joko langsung bergegas pergi ke kamarnya, saat di kamarnya dia tak sengaja menabrak sesuatu di kakinya.
Dia melihat ke bawah dan melihat ada tumpukan box gear komputer yang akan di upgrade, Joko melupakan itu.
' Babi!, kenapa aku bisa lupa, astaga, besok aja lah ' Joko
Setelah itu Joko mulai mematikan saklar lampu dan mulai memasuki alam mimpinya
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...kalian suka ibu atau kakak perempuan ಡ ͜ ʖ ಡ...
__ADS_1