
Pagi hari telah tiba
Joko mulai bangun dari tidurnya dan mulai berdiri lalu berjalan pelan menuju kamar mandi sambil mengucek matanya agar matanya bisa dengan cepat terbuka.
Setelah sampai berada di kamar mandi, Joko langsung menghidupkan wastafel dan mulai mencuci mukanya yang kusut karena habis tidur.
Joko sudah selesai mencuci mukanya di wastafel dan saat ini dia duduk di dapur sambil memikirkan makanan yang akan di masak.
' Masak apa ya hari ini? ini jam berapa sih ' Joko
Lalu Joko menoleh kearah dinding, di dinding terdapat jam dinding yang cukup antik, jam tersebut di beli oleh Joko waktu ada pameran sekolah.
Joko melihat bahwa di jam tersebut, menandakan masih terlalu pagi untuk sarapan.
' Masih jam setengah 6, Masih ada waktu banyak untuk belanja ' Joko
Joko bangkit dari duduknya dan mulai berjalan ke kamar, setelah dia sampai di kamar, dia mengenakan jaket Hoodienya.
Joko mengambil dompet dan mulai berjalan ke minimarket, tidak butuh waktu lama Joko sudah sampai di minimarket dan di sambut dengan mas kasir.
" Selamat datang, selamat berbelanja " Kasir
Joko mengabaikan dan langsung berjalan menuju ATM, Joko ingin mengambil uang terlebih dahulu karena uangnya sudah habis di pakai untuk membeli makanan ayam krispi kemarin untuk anak-anak panti asuhan.
Tidak ada antrian sama sekali karena hari masih sangat pagi, dan juga cukup dingin karena sudah memasuki musim hujan.
Memang tidak ada hujan sama sekali, tetapi hawa saat berganti musim sudah terasa dan Joko juga mulai menyiapkan dirinya sendiri agar tidak jatuh sakit saat beraktivitas.
Kembali ke Joko, Joko mulai memasukkan PIN untuk mengambil uang, saat akan menarik uang tunai, dia melihat uangnya sebentar dan di layar ATM terdapat uang sebanyak 29.450.000,00 Velos.
' 29 juta ya, masalah ekonomi sudah selesai ' Joko
Joko tersenyum tipis karena uang sudah bukan masalah lagi di kehidupannya, dengan Cafenya yang setiap hari ramai dan menghasilkan banyak uang, itu sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan Joko.
Joko memasukkan angka nominal untuk menarik uang tunai, Joko berpikir untuk menarik 500.000,00 Velos tetapi tidak jadi karena uang 500.000,00 lagi akan di masukkan di aplikasi di ponselnya.
Jadinya ada 500 Cash dan juga 500 di ponsel Joko, Setelah selesai dengan urusan uangnya, Joko mulai berjalan-jalan sana-sini untuk membeli bahan.
Tetapi sebelum membeli Joko mengambil trolly belanja karena Joko merasa akan sedikit boros dan membeli banyak bahan.
Joko mulai berpikir dan mengingat bahan-bahan yang tidak ada di rumahnya, mulai dari sayur, beras, saus, bumbu, minyak, mie, dan lain-lainnya.
' Pertama-tama beli beras dulu, beras sudah habis ' Joko
Joko berjalan ke arah tempat sembako dan mulai memilih beras yang akan di belinya, Joko memilih beras Kamboja dengan berat 5 Kg dengan harga 52.000,00 Velos.
' Lumayan murah, Kualitasnya juga di jajaran terbaik, Sekarang kedua yaitu minyak goreng ' Joko
Joko berbalik dari arah beras dan menemukan minyak goreng sudah berada tepat di belakangnya, langsung saja Joko melihat-lihat harga minyak goreng dan tidak menemukan yang murah.
' Astaga, sangat mahal, untung aku ada system ' Joko
Setelah melihat-lihat Joko memutuskan untuk mengambil minyak goreng botol 1 liter dengan harga yang cukup terjangkau yaitu 26.000,00.
' Beras sudah, minyak sudah, sekarang sayur ' Joko
Joko berjalan sedikit dan sudah berada di bagian sayur-sayuran, Joko melihat begitu banyak macam sayur dari kangkung, brokoli, tomat, wortel, buncis, sawi, Kol, bayam, daun singkong dan kubis.
Joko bingung sayuran apa yang akan di belinya, biasanya dia hanya membeli kangkung untuk di tumis, tapi dia juga ingin yang baru untuk di makan.
' Apa ya? ga usah wes ' Joko
Akhirnya Joko hanya mengambil tomat dan wortel masing-masing seperempat kilo untuk di jadikan jus agar tetap sehat.
' Beras ok, sayur ok, minyak ok ' Joko
Joko berpikir sejenak karena ada beberapa yang masih ada di rumahnya.
' Saus masih ada, terus mie juga masih ada, bumbu juga ada, masih cukup banyak ' Joko
Joko mengingat semuanya yang berada di rumah dan mengingat kalau telur yang ada di rumahnya sudah habis.
Joko berjalan menuju telur-telur, di sana terdapat banyak telur, dari telur negeri, telur ayam kampung, telur bebek, telur angsa dan lain-lainnya.
Joko mengambil 1 pack telur ayam kampung dengan harga 20.000,00 Velos, Harga yang cukup terjangkau karena mengingat harga ayam potong dan juga ayam kampung lagi naik-naiknya.
Joko menyudahi belanjanya dan muali mendorong trolly ke arah kasir, tetapi sebelum sampai di kasir dia melihat lemari es yang berisikan es krim.
Joko tersenyum melihat es krim.
' Lama sekali aku tidak makan es krim, terkahir ketika kelas 1 SMP ' Joko
__ADS_1
Joko menggelengkan kepalanya sambil tersenyum dan mulai membuka lemari es tersebut dan melihat-lihat banyaknya jenis es krim yang di lemari es tersebut.
Setelah melihat-lihat es krim, Joko melihat es krim yang dulu di makan waktu kelas 1 SMP, Joko mengambilnya dan memasukkan ke trolly belanjaan.
Joko menuju kasir dan mengeluarkan 1 per 1 barang yang sudah di ambil.
" Total semuanya 115.000,00 Velos, pembayaran lewat Cash atau debit? " Kasir
" Cash aja mas " Joko
Lalu Joko menyerahkan uang 115.000,00 Velos tersebut dan menaruh di depan kasir.
" Baik, punya kartu member? " Kasir
" Tidak mas " Joko
" Sekalian pulsa, rokok atau game voucher kak? " Kasir
" Ngga mas " Joko
Joko menghela nafas lelah karena dari tadi di tawari terus menerus oleh mas kasir.
' Rokok rokok, masih 16 tahun begayaan rokok, modar tau rasa dah ' Joko
Pembelian selesai dan Joko mengambil kresek dan melangkah keluar lalu berjalan pulang menuju rumah kesayangannya.
Setelah sampai Joko langsung menata semua barang-barangnya di dapur dan mulai memasak beras, sambil menunggu nasinya matang Joko memakan es krimnya yang tadi di beli.
Saat Joko memakan es krimnya ia merasa nostalgia dengan keadaan waktu SMP dulu.
FlashBack
Saat ini Joko dan teman-temannya berada di minimarket, teman-teman yang Joko membeli jajanan jajanan yang berada di minimarket, tetapi Joko hanya bisa melihat karena waktu itu tidak ada uang.
Saat ini Joko masih diasuh oleh panti asuhan, walaupun Joko tidak bisa membeli jajan tetapi dia cukup senang karena teman-temannya juga memberi sedikit jajan yang dibeli.
Joko adalah tipe orang yang sangat menyayangi teman-temannya tetapi tidak suka dengan orang-orang yang melukai orang di sekitarnya.
Di sisi lain ada seorang pria dengan umur sekitar 35 tahun sedang memandangi Joko dan juga teman-temannya.
Pria tersebut merasa cukup kasihan dengan keadaan Joko karena tidak bisa membeli jajan, pria tersebut berpikir bahwa Joko adalah anak dari orang tua yang kekurangan ekonominya.
Joko yang merasa dipanggil sontak saja langsung menoleh kearah tersebut, dan Joko menemukan ada pria perpaduan cukup kekar dan juga tinggi yang sedang melambaikan tangannya kearah Joko.
Joko memiringkan kepalanya karena bingung dipanggil oleh orang asing, Joko juga sedikit waspada karena akhir-akhir ini Joko mendengar berita tentang penculikan anak.
" Hei nak, kemarilah " Pria asing
Joko pun berjalan kearahnya dengan perasaan sedikit takut dan juga waspada jika pria tersebut berbuat macam-macam dengan Joko.
Joko mendekatinya dan juga menyebabkan pria tersebut dengan sopan.
" Apa Paman memanggilku " ucap Joko yang sedikit gugup
Pria tersebut yang mendengar ucapan gugur dari Joko hanya tertawa kecil, pria tersebut pun mencoba menenangkan Joko agar tidak takut.
" Tenanglah nak aku tidak berbuat macam-macam kepadamu, aku hanya ingin bertanya kenapa kamu hanya menonton teman-temanmu membeli jajan tetapi dirimu sendiri tidak membeli jajan " Pria asing
Joko yang ditenangkan oleh pria tersebut akhirnya merasakan dirinya tenang sedikit dan menghilangkan rasa kewaspadaan pada dirinya dari pria asing tersebut.
Setelah rasa tenang dari dalam dirinya Joko merasakan kesedihan sedikit karena dia tidak punya uang, tetapi Joko menjawab jujur tentang kondisinya karena waktu itu coba masih polos.
" Aku tidak membeli makanan paman, kata bibi pengasuh dia belum mempunyai uang untuk memberi uang jajanku " Joko
Pria asing tersebut yang mendengar uang dari Bibi pengasuh pikirannya mulai kemana-mana.
' Apa dia di panti asuhan? atau orang tuanya tidak mengurusnya ' pria asing tersebut memikirkan kondisi dari Joko.
Karena pikirannya tidak pasti pria tersebut akhirnya memutuskan untuk mencoba menanyakan dimana rumah Joko, walaupun ia merasa itu tidak etis untuk ditanyakan.
" Nak, di mana rumahmu? " Pria asing
Joko yang mendengar itu pun langsung menjawab tanpa ada keraguan.
" Rumahku berada di panti asuhan mawar biru " Joko
Pria tersebut yang mendengar kalau Joko tinggal berada di panti asuhan langsung hatinya bergetar dan merasakan tidak enak karena menanyakan masalah pribadi.
Pria tersebut memikirkan kalau orang tuanya Joko meninggal tetapi tidak berani menanyakan karena takut mental Joko langsung jatuh.
" Ini memang agak telat , tapi, siapa namamu? " Pria
__ADS_1
" Namaku Joko, Joko Cahyono " Joko
Pria tersebut hanya mengangguk setelah mendengar nama joko, dia mulai merogoh kantong sakunya untuk mencari uang.
Joko yang melihat pria tersebut merogoh kantongnya hanya bingung.
Pria tersebut mengeluarkan uang dari sakunya dan langsung berjongkok kearah Joko lalu memberi uangnya.
" Nah ini ada sedikit uang dariku terimalah untuk membeli jajan " Pria
Joko yang mendengar dirinya dikasih uang langsung senang tidak karuan, iya menatap dalam-dalam berita tersebut dan mencoba menanyakan apakah itu asli.
" Benarkah paman ? apakah uangnya ini beneran untuk aku? " Joko
Pria tersebut hanya membalas ucapan Joko hanya dengan senyuman yang manis lalu menganggukkan kepalanya.
Joko yang mendengar itu pun senang lalu mengambil uangnya dan berlari ke arah es krim yang dibeli teman-temannya tadi.
Joko mengambil lalu membayar ke kasir, setelah selesai membeli es krimnya, Joko langsung pamit ke paman tersebut dan mulai berlari ke arah teman-temannya.
" Terima kasih paman, sampai jumpa " ucap Joko berlari sambil melambaikan tangannya tinggi-tinggi.
Pria tersebut juga keluar dari minimarket dan membalas lambaian tangan Joko senyuman.
Setelah itu pria tersebut mengalihkan perhatiannya dan dan menatap kearah langit yang berwarna biru cerah dengan awan putih di sekitarnya.
Halo pria tersebut menggumamkan kata-kata dengan pelan yang hanya bisa didengarkan oleh dirinya sendiri.
' Aku punya uang, aku punya mobil, aku punya rumah, aku punya perusahaan, tapi, aku selalu sibuk mengurus semuanya dan meninggalkan anak dan istriku ' Pria
' Sepertinya aku harus libur untuk beberapa saat ' Pria
Pria tersebut merogoh kantongnya dan dan ambil ponselnya lalu membukanya dan mencari nomor telepon, dan dapat dilihat pria asing tersebut mencoba menemukan nomor telepon asistennya.
setelah menemukan nomor telepon asistennya, pria asing tersebut menelpon asistennya, lama kemudian asistennya pun menjawab teleponan dari pria asing tersebut
" Ada apa bos? " Assisten
" Batalkan semua janji 6 bulan kedepan dan urus semua perusahaan dan juga propertiku untuk 6 bulan ke depan, untuk 6 bulan kedepan aku hanya ingin bersama keluargaku, tidak ada pekerjaan yang memasuki diriku, tidak peduli sepenting apapun itu " Pria asing
Asisten tersebut pun hanya menjawab dengan patuh perintah dari atasannya.
" Baik bos aku akan mengurus semuanya " Assisten
Pria asing tersebut pun menutup teleponnya dan kembali memasukkan ponselnya ke dalam sakunya, lalu menatap langit kembali dan menggumamkan kata-kata yang indah.
" Tanpa uang kita tidak bisa bertahan hidup, tetapi tanpa keluarga, kita hanya akan merasakan lelah tanpa adanya cinta yang berada di dalam diri " Pria asing
" Tetapi terkadang kita harus mengorbankan salah satunya " Pria asing
" Tetapi, aku adalah manusia yang egois, aku ingin uang tetapi aku juga ingin ada kasih sayang "
Pria asing tersebut menggelengkan kepalanya dan berjalan ke arah mobil hitam lalu masuk ke dalam mobil tersebut.
...FlashBack end...
Joko yang mengingat kejadian tersebut mulai meneteskan air matanya karena waktu itu dia tidak mempunyai uang.
' Bodohnya aku, aku lupa menanyakan namanya ' Joko
Joko yang merasakan air matanya menetes, segera ia mengusap matanya, Joko sangat bersyukur dengan keadaan sekarang karena dia dapat membantu anak-anak panti asuhan dan juga ekonominya sudah berkecukupan.
" Terima kasih Juleha " Joko
Juleha yang yang diucapkan terima kasih oleh Joko merasa bingung dan juga Julia bingung karena melihat Joko yang meneteskan air matanya.
Juleha dengan berani melihat ingatan Joko yang menyebabkan air matanya jatuh, setelah melihat ingatan Joko yang membuatnya menangis, Juleha merasa terharu.
Juleha juga mengatakan sesuatu tetapi sayangnya tidak bisa di dengar oleh Joko karena Juleha tidak menunjukkannya.
[ Tenang saja Joko selama ada aku di dalam dirimu, aku akan sekuat tenaga untuk mencoba melindungimu, dan juga membuatmu bahagia ]
Joko bangkit dari duduknya dan membuang bungkus es krim lalu pergi ke Magic com untuk melihat nasinya.
Setelah nasinya matang Joko langsung menggoreng telur dan Joko langsung memulai sarapan paginya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
author lagi banyak banget ide untuk cerita, tapi gua nggak mood banget anjir, ga ada mood buat nulis.
kalian ada acara nggak buat naikin mood biar nulisnya enak.
__ADS_1