
Cukup untuk mengagumi bosnya, Amalia langsung membuka gamenya dan langsung memainkan game yang sudah didownload nya, hingga Amalia akhirnya pikirannya jatuh ke dalam game tersebut dan Joko hanya menggelengkan kepala dengan kelakuan Amalia.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Skip jam buka Cafe
Saat ini jam 05.55 dan Joko beserta karyawannya sedang menunggu jam 6 untuk pertama kali membuka Cafenya.
Bisa di lihat Joko sedang berdoa untuk kesuksesan Cafenya, walaupun Joko mempunyai sistem, tetapi tetap saja hati Joko tidak puas apabila semuanya dilaksanakan oleh sistem.
" Semoga usaha Cafe ini lancar " gumam Joko
5 menit telah berlalu.
Cafe Joko saat ini sudah membalikkan tulisan toko dari Close ke Open yang menandakan Cafe tersebut sudah buka.
Tidak menunggu waktu lama karena Jam pelajar dan juga karyawan sudah keluar, banyak yang memperhatikan Cafe Joko.
Di sudut pandang orang lain.
" Hei, bukankah itu Cafe yang kemarin tutup? "
" Lihatlah logonya, itu berbeda, namanya juga berbeda "
" Ke Cafe itu yuk! "
" Tapi bagaimana jika mahal? "
" Kalau mahal kita ga usah Kesana lagi, siapa tau berbeda yakan? "
" Ya ya! aku kesana! "
Sudut pandang ketiga.
Joko melihat banyak pekerja kantoran mulai datang dan mulai memesan 1 per 1 Kopi, tidak jarang juga ada yang memesan roti.
Sinta dan Aisyah mulai sibuk untuk melayani, karena terlalu banyak pelanggan, Joko akhirnya memutuskan untuk membantu karena Aisyah dan Sinta baru pertama kali bekerja, juga Joko ingin mendapatkan pengalaman.
Cafe Joko sangat ramai, tidak sedikit juga yang berfoto di sekitar Cafe, Joko bisa melihat bahwa ulasan Cafenya di internet juga sangat bagus, 5 bintang dari 127 orang.
Hasil tersebut sangat mempengaruhi Cafe Joko, semakin tinggi ulasan dan juga rating, maka semakin di rekomendasikan di internet sebagai yang terbaik.
Di tempat Joko, bisa di lihat Joko berada di luar Cafe dengan suasana hati yang sangat senang, Joko diluar sedang menunggu Silvi datang.
Tidak menunggu lama, tiba sebuah mobil sedan Mercedes S Class berwarna hitam berhenti tepat di depan Cafe, Joko tidak tau siapa yang ada di mobil karena setau Joko, Silvi selalu memakai yang type G Class.
Pintu mobil tersebut terbuka dan muncul sosok perempuan yang memiliki wajah cantik,
rambut hitam, mata hitam, kulit putih susu dan juga lemak yang mengumpul di pipi.
Joko yang melihat itu tersenyum karena mengetahui siapa itu.
Ya! dia adalah Silvi yang memakai celana jeans, kemeja putih, lalu memakai blazer berwarna hitam, Silvi menuju Joko yang sedang mengangkat tangan.
" Hai! lama sudah tidak bertemu! " Silvi
" Iya, lama tidak bertemu " Joko
__ADS_1
Joko yang biasanya dingin dan cuek langsung melunak di hadapan Silvi, tentu saja Silvi menyadari, Silvi juga menyukai sifat Joko.
Seperti 1 orang tetapi mempunyai 2 kepribadian, terkadang dingin dengan orang, tetapi juga lembut kepada orang di dekatnya.
Tak pakai basa-basi lagi Joko langsung mengajak Silvi untuk masuk ke dalam, saat Silvi masuk kedalam dia bisa merasakan Suasana berbeda dengan di luar.
Ketika Silvi berada di luar, pikirannya seolah-olah adalah hidup hanya untuk belajar dan bekerja, tetapi setelah memasuki Cafe Joko, pikiran dan hati Silvi begitu tenang.
Walaupun Cafe Joko ramai dengan pengunjung, tetapi semuanya merasakan kenyamanan dan juga pikiran mereka di istirahatkan.
Joko langsung mengajak ke ruangan staf tetapi sebelum ke ruangan staf, Joko memesan kepada Aisyah untuk di bawakan ke ruangan staf.
Aisyah pun hanya mengangguk sebagai jawaban, lalu Joko dan Silvi memasuki ruangan staf, Silvi yang memasuki ruangan staf tentu saja terkejut dengan isinya.
Silvi mengira ruangan stafnya hanya berisi loker dan meja atau apapun itu yang berhubungan dengan kerja, tetapi dia salah, dalamnya adalah sebuah tempat istirahat yang sangat nyaman dan juga bisa di lihat ada TV 60 Inci yang berada di tembok.
' Ini sangat nyaman! ' Silvi
Silvi melihat tangannya di gandeng lalu melihat Joko yang tersenyum puas dengan Cafenya, perbuatan itu tentu saja membuat muka Silvi merona dan detak jantung yang tidak teratur.
Setelah itu Joko melepaskan tangannya dan menyuruh Silvi duduk di karpet yang halus.
" Silahkan duduk dulu Silvi " Joko
" Ya, terima kasih " Silvi
Setelah Silvi duduk dan di susul oleh Joko, mereka berdua memasuki suasana yang canggung, dan akhirnya Silvi memutuskan untuk berbicara terlebih dahulu.
" Sepertinya Cafe mu akan sukses Jok " Silvi
" Emm! Aku bersyukur bisa membuat Cafe ini " Joko
" Y-ya begitu lah " Ucap Joko gugup karena Joko memakai uang yang berada di sistem.
Silvi yang melihat Joko gugup mengerutkan keningnya, Silvi tidak mau jika itu uang hutang yang buru-buru menanyakan ke Joko.
" Jok...Itu bukan uang hutang kan? " Silvi
Joko tersentak dengan pertanyaan Silvi dan langsung menjawab dengan tegas dan jelas.
" Tentu saja tidak! " Joko
" Walaupun aku menghabiskan banyak uang tapi aku tidak akan hutang! " Joko
Silvi yang mendengar itu pun ikut lega karena ia takut apabila Joko di kejar oleh orang hanya hutang, Silvi tidak masalah untuk melunasi hutang, tapi ia takut apabila Joko di lukai.
" Baiklah Bagus! " Silvi
Tak lama kemudian datang Aisyah membawa nampan yang berisikan roti dan juga kopi, Aisyah menaruh semuanya di hadapan Silvi.
Setelah itu Aisyah langsung pamit untuk undur diri karena masih ada pekerjaan yang lainnya.
" Makanlah, ini adalah kopi dan roti termahal yang Cafe ini punya " Joko
" Emm baiklah, akan aku makan " Silvi
Setelah itu Silvi memakan perlahan roti tersebut, bisa di lihat roti tersebut memiliki tekstur yang sangat lembut dengan isi coklat yang begitu lumer.
__ADS_1
Joko bisa mendengar sedikit erangan dari Silvi karena enaknya roti yang dia makan, itu cukup untuk membuat Joko malu.
" Ini! Ini! Ini sangat enak! " Silvi
" Ne Joko, ini berapa harganya? " Silvi
" Untuk roti memiliki harga 100 Ribu Rp " Joko
" Uwahh! Ini sangat murah " Silvi
" Untuk murah, tapi tidak untuk pekerja kantoran " Joko
" Tehee~ Tapi jujur saja ini sangat enak, daripada aku membeli di toko roti di mall, memang enak tapi harganya juga mahal " Silvi
" Itu untukmu Silvi " Joko
" Ya ya terserah " Silvi
Tidak mendengar ucapan Joko, Silvi langsung mengambil kopinya lalu menyeruput kopi perlahan, Silvi bisa menghirup aroma kopi yang sangat wangi.
" Ini sangat enak, juga sangat harum " Silvi
" Terima kasih " Joko
" Berapa harga untuk 1 kopi ini " Silvi
" Untuk kopi ini haganya 85 Ribu " Joko
" Ya, itu terbilang cukup mahal " Silvi
Joko berkedut mendengar ucapan Silvi, 100 Ribu tidak mahal tetapi kopi yang 85 Ribu malah tidak mahal, tetapi setelah mengingat harga normal Joko hanya mengangguk.
Untuk 1 cangkir kopi dengan harga 85 memang cukup mahal, bisa terbilang cukup mahal tetapi harga yang pantas untuk sebuah kopi yang memiliki cita rasa yang sangat nikmat dan juga wangi kopi yang sangat kuat.
Mereka berdua mengobrol dan Silvi bisa melihat setiap ucapan Joko dan juga lirikan Joko yang begitu lembut, itu membuat Silvi nyaman dan juga Silvi membalas tatapan Joko dengan lembut juga.
Mereka berdua mengobrol hingga jam setengah 9 malam, Silvi pun akhirnya pamit karena tidak ingin terlalu malam, dan Joko mengiyakannya.
" Aku pulang dulu Joko " Silvi
" Ya, hati-hati di jalan " Joko
" Hm? Apa kau mengkhawatirkanku? " Silvi
" Ya, aku mengkhawatirkanmu, sampaikan salamku juga dengan orang tuamu " Joko
Silvi berniat menggoda Joko tetapi ia tak mengharapkan jika Joko akan terus terang dengan hatinya, begitu pula dengan Joko, ia tidak berniat menyembunyikan perasaannya agar tidak di dahului oleh orang lain.
" Byee Joko " Silvi
" Byee " Joko
Setelah Joko langsung memasuki Cafenya lagi untuk membantu Karyawannya, walaupun sudah jam setengah 9 tetapi masih juga ramai pengunjung.
Setelah jam 9 tutup, Joko memutuskan untuk tidur di Cafenya Karena sudah lelah secara mental, Joko akhirnya tertidur pulas, begitu juga dengan para gadis karyawannya yang sudah lelah juga.
...****************...
__ADS_1
...**Maaf Ya Guys, Kemarin ga ada mood sama ide hehe~...
Mungkin beberapa hari kedepannya aku mau ngumpulin mood sama ide buat cerita**!