System In Modern World

System In Modern World
Chapter 9


__ADS_3

Sedangkan Joko melihat mereka bersemangat hanya tersenyum tipis dan menggelengkan kepalanya, lalu dia berjalan menuju kasir untuk menulis daftar makanan dari harga termurah hingga termahal.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Joko saat ini sedang memikirkan harga dari kopi dan rotinya, Joko memikirkan harga yang tepat, walaupun meski kopi dan roti tidak memerlukan bahan, tetapi itu harus tetap di lakukan agar tidak ada yang curiga.


Dan juga harga bisa menentukan pandangan tentang produk tersebut, jika terlalu murah maka pembeli akan memiliki pandangan bahwa produk tersebut tidak enak.


Sedangkan jika harga produk terlalu mahal, maka pembeli juga harus memikirkan 2 kali untuk membeli walaupun rasanya enak.


Apalagi yang di targetkan oleh Joko adalah para pelajar dan juga karyawan yang rata-rata memiliki gaji sekitar 3-5 juta rupiah.


Karena Joko sudah pusing dengan harga yang begitu membingungkan pikirannya, Joko terinsipirasi dengan class yang ada di pesawat dan akhirnya menentukan untuk membuat menjadi 3 jenis bagian yaitu.



Economy class: Kopi dan roti yang tersedia di paket Economy class memiliki harga yang sangat murah dan cocok untuk pelajar yaitu sekitar 5 ribu Rupiah hingga 15 ribu Rupiah, paket tersebut cocok untuk para pelajar karena tidak merogoh kantong yang banyak.



Paket selanjutnya adalah.



Business class: Kopi dan roti yang tersedia di paket Business class memiliki harga yang lumayan dan cocok dengan gaji para pekerja kantoran, paket ini di hargai mulai dari 20 ribu Rupiah hingga 40 ribu Rupaih.



Dan paket yang terkahir adalah.



First class: Kopi dan roti yang di sajikan oleh paket ini tersedia dengan premium, selain memiliki rasa yang sangat enak, paket ini di sajikan khusus di atas piring dan juga cangkir yang berwarna putih dan memiliki corak yang begitu menawan, paket ini di hargai mulai dari 50 ribu Rupiah hingga 100 ribu Rupiah.



Joko yang menulis itu akhirnya jadi, dan dia Sedikit memikirkan untuk memberi 1 tangkai bunga mawar untuk setiap yang membeli roti atau kopi di harga paket pertama.


Setelah Joko menulis, dia meregangkan otot-ototnya, setelah itu dia berjalan keluar dari Cafenya, Joko bisa melihat banyak pejalan kaki yang lalu lalang sambil membawa tas masing-masing.


' Bekerja di kantor itu menyusahkan ' Joko

__ADS_1


' Juleha apa menurutmu Cafe ini akan laris? ' Joko


[ Jika di lihat dari tema, Harga, kenyamanan lalu letak strategi dan juga jam buka, Cafe ini memiliki persentase 97% untuk sukses menjadi Cafe yang terkenal di kota ]


Joko yang mendengar itu mengerutkan keningnya.


' 97%? apalagi yang kurang? perasaan aku sudah semuanya? ' Joko


[ Memang semuanya sudah selesai, tetapi Cafe ini belum punya iklan untuk di tawarkan ke masyarakat ]


Mendengar itu Joko memikirkan sebentar sebelum bertanya kembali ke Juleha.


' iklan ya? apa itu perlu? ' Joko


[ Perlu, karena iklan dapat menarik perhatian masyarakat, apalagi jika iklan tersebut memiliki kualitas yang bagus, Juleha menyarankan untuk mengiklankan di tempat terkenal seperti YouCube, Infragam, dan juga para Public Figure ]


' Apa kamu katakan ada benarnya, mungkin di YouCube dan Infragam untuk sementara ini ' Joko


Saat sedang memikirkan iklan tentang produknya, tiba-tiba telponnya berdering, Langsung saja Joko menarik dari sakunya dan melihat siapa yang menelpon.


' Silvi? kenapa dia telpon? ' Joko


Joko membuang pikiran anehnya dan langsung mengangkat telpon dari Silvi.


" Halo Joko, Kamu buka Cafe ya? " Silvi


Sontak saja Joko terkejut dengan omongan dari Silvi.


" Y-ya, bagaimana kau tau? Aku tidak pernah memberi tau siapapun? apa kau melihat lowongan kerja? " Joko


" Hihihi, aku ini punya semua informasi tentangmu, tentu saja aku tau, ngomong-ngomong kapan bukan Cafenya? " Silvi


" Ternyata orang kaya susah di tebak ya, dan untuk Cafe ini akan buka nanti malam dari jam 6 sampai jam 9 malam, apa kau mau datang? " Joko


" Ya, aku nanti akan datang, ngomong-ngomong apa kau butuh iklan untuk Cafe mu? Aku bisa membantumu iklan lewat TV" Silvi


Joko memikirkan sejenak dengan tawaran Silvi, tapi akhirnya Joko menolak karena terlalu merepotkan dengan TV, di aplikasi media social saja sudah cukup untuk Joko.


" Tidak terima kasih, biarkan aku berjuan dengan kemampuanku " Joko


" Baiklah, semangat, aku tutup dulu karena sibuk hehe dahh~ " Silvi

__ADS_1


Tanpa menunggu ucapan Joko, telpon tersebut sudah tutup oleh Silvi, Joko kembal kedalam dan langsung menuju ke tempat ruangan staf berada, atau lebih tepatnya ruang istirahat.


Saat Joko masuk dia bisa melihat bahwa karyawannya sedang bermain game console dan juga ada yang tertidur pulas, Joko langsung menuju ke meraka dan langsung mengeluarkan laptop dari inventorinya.


Saat Joko sedang membuka website untuk iklan, Amalia menghampiri Joko dan menanyakan apa yang di lakukan Joko.


" Bos, apa kau lakukan? " Amalia


Aisyah yang mendengar Amalia juga ikut menghampiri Bosnya dan Asiyah melihat Bosnya membeli Jadwal Iklan.


" Aku ingin membeli Iklan untuk Cafeku " Joko


" Bukankah itu mahal bos? " Amalia


" Tidak apa mahal kalau hasilnya akan kembali " Joko


Joko melihat banyak penawaran, Joko pun melihat-lihat dan setelah lama melihat akhirnya Joko memutuskan untuk membeli yang paling mahal yaitu.


35 Juta Rupiah, harga tersebut adalah harga yang memang pantas karena dengan harga segitu, karena keuntungannya adalah penonton akan menonton 10 Detik tanpa skip, Iklan akan muncul di jam ramai, dan juga akan muncul di Channel yang terkenal.


Karena 35 Juta hanya 1 Minggu, maka Joko membeli untuk waktu sebulan penuh iklan Cafenya dengan harga 140 Juta Rupiah, Bukan uang kecil tapi karena Joko sudah tekun, maka semuanya akan di keluarkan.


Sebelum membeli iklan, Joko meminta Juleha untuk membuat Video berdurasi 30 Detik berisi roti dan kopi yang dapat menggugah selera masyarakat, terutama para pelajar dan pekerja.


...FlashBack...


' Juleha bisa kau buatkan aku video yang sangat menggugah selera dan juga dengan kualitas kamera tinggi, dan juga jangan panjang-panjang cukup 30 detik sudah cukup ' Joko


[ Urusan itu gampang untuk Juleha, Joko tinggal duduk dan menunggu hasil ]


Setelah itu muncul robot drone kecil sedang melihat ruangan Cafe, setelah itu drone tersebut menghilang.


FlashBack End


Setelah Joko memasukkan video Cafenya, Amalia kagum dengan kualitas dan juga saat melihat roti dan kopi, entah kenapa selera untuk makan menjadi naik.


Joko yang melihat itu juga ikut kagum dengan pengambilan video dan juga kualitasnya, Joko mengakui itu sudah sekelas Fotografer internasional.


" Itu sangat bagus Bos " Amalia


" Um! aku setuju, aku jadi lapar " Aisyah

__ADS_1


Setelah selesai Joko langsung mematikan laptopnya dan langsung berjalan menuju Sinta yang sedang bermain game console, Joko melihat Sinta bermain game sepak bola, tak lama kemudian Joko juga ikut bermain game console juga.


__ADS_2