
Mc kita saat ini sedang membaca sebuah buku sihir.
Sekarang dia sudah berada di dalam ruang harta. Sebelumnya dia menghancurkan pintu masuk dengan seluruh kekuatannya.
Hal itu disarankan oleh system, awalnya pintu tersebut tidak bisa dibuka atau dihancurkan karena segel yang ada di pintu tersebut.
Namun Ren meminta system untuk melepas segel tersebut dengan bayaran setengah poinnya.
Ren merasa pahit ketika melihat poin miliknya hanya tersisa setengah saja. Tapi setelah memikirkan dia akan mendapat harta karun poin yang hilang dia relakan.
Kembali lagi ke Ren yang masih duduk dan membaca buku sihir.
"Aaaahh susah sekali, tidak bisakah aku mempelajarinya secara instan dengan bantuanmu system?"
[Ding, itu bisa saja host dengan 100,000 poin per kemampuan/sihir]
Melihat harga tersebut Ren mau tidak mau terkejut setengah mati, bagaimana tidak poin tersebut sangatlah mahal untuknya sekarang.
"Ini namanya pemalakan system!!"
[Ding, host tidak bisa mendapatkan apa yang diinginkan secara instan, mesti melalui sebuah proses.
Host juga harus bisa melakukan semuanya sendiri dan tidak terus mengandalkan system]
Mendengar perkataan systemnya, Ren merasa bahwa itu benar.
Dia seharusnya tidak terlalu bergantung dan mengandalkan system, ada saatnya nanti system tidak ada untuknya.
"Kau benar system, aku tidak boleh terus bergantung padamu, ada saatnya aku melakukan semuanya sendiri"
Ren kembali membaca buku sihir yang didapatkannya, sebenarnya selain buku sihir ini Ren juga mendapatkan yang lainnya.
Seperti Senjata, item sihir, dan material. Semua barang barang tersebut ia letakan di ruang penyimpanannya.
"Sudah kubaca berulang kalipun buku ini masih sangat sulit untuk kupahami"
[Ding, itu wajar orang yang bisa menggunakan sihir didunia ini sangat sedikit.
Mereka yang bisa menggunakan sihir akan dianggap istimewa oleh orang orang]
"Hah kenapa orang yang bisa sihir sangat sedikit?"
[Ding, perlu diketahui host, mereka yang bisa sihir sudah dibekali dengan bakat dan pemahaman yang sangat tinggi.
__ADS_1
Berbeda dengan host, tingkat pemahaman mereka sangat jauh diatas host]
Kata kata system menusuk tepat dihatinya, system secara tidak langsung mengatainya bodoh.
"System kau sangat kejam"
Ren kemudian kembali bertanya kepada system.
"Lalu apakah itu berhubungan dengan betapa rumitnya buku ini?"
[Ding, benar host]
"Huft... Jadi aku harus berjuang lebih keras untuk bisa memahami buku sihir ini dan menggunakannya"
[Ding, berjuanglah host]
"Terima kasih"
Ren kemudian bangkit setelah sekian lama duduk dan membaca buku. Dia kemudian keluar dari gua.
"Karena tidak ada apa apa disini maka kita kembali saja, lagian sudah hampir sore"
Topengnya kembali ia kenakan dan tidak lupa juga nenutupi kepalanya memakai tudung jubah.
...
Ditempat berkumpul, terdspat empat orang yang saat ini seperti menunggu sesuatu.
"Dimana sebebarnya dia, beraninya membuat ratu ini menunggu" Ariella kesal
"Bersabarlah, mungkin ketua akan kembali sebentar lagi" End
Tidak lama kemudian orang yang dibicarakan muncul.
"Akhirnya, kau datang juga ketua" End
"Apa saja yang sudah kau lakukan hingga membuatmu kembali lama?" Ariella kesal
Ren yang baru saja tiba diam saja, dia tidak tahu apa yang terjadi disini sebelum dia tiba. Namun karena bingung dia memilih menjawabnya dengan bercanda.
"Aku habis bertemu doraemon meminjam pintu kemana saja lalu pergi membantu sun wukong mencari kitab suci habis itu pergi perang bersama naruto mengalahkan madara dan membantunya menjadi hokage" Ren
Semua orang terdiam dengan jawaban Ren yang terkesan seperti bercanda padahal memang iya.
__ADS_1
"Baiklah baiklah yang tadi hanya bercanda, aku tadi menemukan sesuatu yang menarik jadi agak terlambat kembali, lagian bukankah waktu berkumpul sebentar lagi?" Ren sambil tersenyum kecil.
"Kami kembali lebih awal karena tidak menemukan satu pun petunjuk" End
Ren kemudian melihat kelompok yang pergi krarah timur.
"Lalu bagaimana dengan kalian?" Ren
"Disebelah timur kami menemukan pintu masuk misterius, saya menduga kalau itu adalah pintu masuk menuju markas mereka" Abi
'Itu sama seperti yang system bilang kalau markas nereka berada di timur' batin Ren
End memegang dagunya mencoba berpikir.
"Abi, bisa jelaskan dimana letak pintu masuk tetsebut?" End
"Baiklah, kami menemukan pintu misterius itu di sebelah timur di sebuah bukit batu."
End menganggukan kepalanya, dia melihat ke arah Ren yang saat ini masih memperhatikan mereka.
"Ketua apa yang harus kita lakukan selanjutnya?" End
"Selanjutnya kita akan menyusup ke markas mereka, pertama tama apa ada dari kalian yang mrmiliki kemampuan menyusup?" Ren
Mereka semua diam, tidak ada satupun dari nereka yang memiliki kemampuan tersebut. Lalu mereka tetingat sesuatu, secara bersamaan melihat ke arah @Silent Assasin Boy.
Orang yang ditatap hanya diam saja mengaligkan pandangannya ke arah lain. Dia sudah tahu alasan mereka menatap kearahnya.
"Kurasa kita telah menemukan orangnya" Ren
...ΩΩΩ...
***Semuanya thir mau minta saran kalian nih, bentar lagi kan mereka bakalan pulang dari dunia Abi kan.
Thor bakal masukin anggota baru ke grup kita ini, menurut kalian karakter seperti apa yang harus dimasukin.
Seorang Penghancur dunia? Tuan muda sombong? Atau Orang biasa?
Jika ada saran tulis aja di komentar, bila mau juga kalian bisa kasih nama karakter yang kalian saranin.
Inget ya, cuman Nick dan nama doang, selebihnya biar thor aja yang urus***.
\=>Jangan lupa like dan bintang 5 nya
__ADS_1