
Alicia sekarang tengah berjalan mengikuti Moon dari belakang. Dia penasaran Moon akan membawanya kemana.
"Hey Moon, kita akan kemana?" Alicia
Namun pertanyaannya diabaikan oleh Moon, dia hanya terus berjalan tanpa menoleh kebelakang sama sekali.
Hal tersebut membuat Alicia kesal, dia cemberut sepanjang perjalanan. Tapi tanpa diketahui olehnya, Moon terus memperhatikannya.
Mereka berdua kemudian sampai disebuah ruangan, di ruangan tersebut ada sebuah jalan tangga untuk naik keatas.
"Tangga apa itu?" Alicia
"Ikuti aku" Moon
Bukannya dijawab Moon malah menyuruh Alicia untuk mengikutinya, tentu saja itu membuat Alicia kembali kesal.
Mereka menaiki anak tangga tersebut, ketika sudah sampai diatas Alicia tertegun karena dia melihat hal mengerikan didepannya.
Pemandangan yang dia lihat berupa orang orang yang sudah mati digantung di langit langit ruangan dengan rantai dan kail.
"I-ini..." Alicia
Mata Alicia terlihat bergetar,dia baru pertama kali menyaksikan yang seperti ini.
"Kau harusnya terbiasa dengan yang seperti ini" Moon
Moon mengatakan hal tersebut karena dia berpikir karena Alicia seorang pembunuh jadi harusnya dia terbiasa dengan yang seperti ini.
Tapi nyatanya tidak begitu, meskipun Alicia seorang pembunuh dia hanya membunuh orang orang jahat saja.
Mereka kemudian keluar dari ruangan teresebut, Alicia terlihat sedang dalam kesedihan.
Hati nuraninya sedih karena melihat orang orang yang gantung tadi terlihat seperti disiksa sebelum mati.
"Darkness Room" Moon
Tiba tiba sekitar mereka muncul bayangan dan kemudian membuat sebuah ruangan.
Alicia langsung waspada, dia melihat sekeliling, tidak ada jalan kabur dari sana sama sekali.
"Tenang, ini hanya ruangan buatanku" Moon
Namun bukannya tenang, Alicia malah tambah waspada, dia berpikir Moon mempunyai niat jahat padanya.
"Aku ingin bertanya tentang misi pribadi, bisa kau jawab" Moon
Alicia mengangguk, dia menyimpan kembali pisaunya.
"T-tapi kenapa harus disini, tidak didalam saja?" Alicia
Moon diam saja sambil menatapnya kelihatannya dia masih menunggu Alicia menjawab pertanyaannya.
"Kau selalu mengabaikan pertanyaanku, baiklah akan kujawab, misi pribadi itu ada disituasi tertentu seperti kejadian yang berhubungan dengan takdir dunia dan kau ikut terlibat didalamnya, kira kira seperti itulah perkiraanku" Alicia
"Begitu" Moon
Moon kemudian menoleh kearah lain, dia mengerutkan keningnya.
__ADS_1
Alicia yang penasaran bertanya padanya.
"Ada apa Moon?"
Tiba tiba saja, gelombang angin yang sangat tajam melintas didepan wajah Alicia. Alicia membeku ditempat, dia tidak tahu apa yang barusan terjadi.
Ruangan kegelapan yang Moon buat tadi terbelah menjadi dua, mereka berdua melihat ke sumber serangan tersebut.
Mereka melihat seorang pria dengan pelindung penuh seperti seorang ksatria, terlihat dia seperti telah menebas sesuatu.
"Akhirnya, aku menemukanmu"
Alicia Bingung dengan perkataannya, dia kemudian melihat Moon.
Moon tidak berkata apapun dia mengeluarkan senjata miliknya dari inventory.
"Aku akan membunuhmu sekarang, Silent"
Pria tersebut kemudian menghilang dari tempatnya dan muncul kembali didepan Moon sambil mengayunkan pedang besarnya.
Bang!
Dua senjata saling berbenturan menghasilkan percikan api dan hembusan angin yang cukup kuat.
"Kyaa!" Alicia
Alicia hampir saja terhempas karena hembusan angin tersebut.
Moon dan pria tersebut kini tengah bertukar serangan secara terus menerus.
"Menunduk!" Moon
"Cresent Of Darkness" Moon
Moon mengayunkan senjatanya secara horizontal, area serangannya meluas dengan sangat cepat.
Slash!
Boom!
Ruangan yang tadi mereka lewati langsung hancur berkeping keping, dan juga sekitarnya langsung hancur berantakan.
Moon langsung menggendong Alicia dan melarikan diri dari sana.
"H-hey apa yang kau lakukan?!" Alicia
Alicia menjadi gugup karena Moon tiba tiba menggendongnya.
"Jangan lari kau Silent!!!"
Terdengar teriakan dari belakang, pria tadi berhasil selamat dengan utuh dia mengejar Moon.
"Kita harus pergi dari sini" Moon
Sebuah tebasan melewati mereka, tebasan tersebut membelah segala yang dilewatinya, untung saja Moon sempat menghindarinya.
"Biar kubantu" Alicia
__ADS_1
"Flower Scatter" Alicia
Detik berikutnya kelopak bunga bertebaran dan mulai menutupi pandangan pria yang mengejar mereka.
Moon tidak menyia nyiakan kesempatan, dia langsung berlari secepatnya dan kemudian mereka berdua menghilanh dari sana.
...
Kini Moon dan Alicia sedang berada disebuah hutan yang sangat lebat, Moon sedang duduk sambil menutup matanya.
Dia sedang beristirahat, kemampuan tadi sangat menghabiskan mana miliknya. Dia adalah seorang pembunuh, menggunakan kemampuan skala besar sangat tidak efektif untuknya.
"Gila! Moon kau tadi keren sekali tapi tadi juga sangat menyeramkan, aku tidak bisa membayangkan apa yang akan terjadi jika kita terus disana" Alicia
Saat sedang mengoceh mata Alicia secara kebetulan melihat bahu lengan Moon yang terluka, dia kemudian mendekatinya.
Alicia mengeluarkan peralatan pengobatan miliknya, dia kemudian mulai mengobati luka Moon dan kemudian memperbannya.
Moon yang diobati membuka matanya, dia menatap heran pada Alicia.
"Apa yang kau lakukan?" Moon
"Apa lagi, tentu saja mengobatimu bodoh!" Alicia
"Kenapa kau begitu peduli pada orang lain?" Moon
Alicia menghentikan kegiatannya dan menatap Moon dengan mata merah mudanya yang indah.
"Bagiku semua orang sama, baik mereka yang jahat ataupun tidak, jika mereka membutuhkan pertolongan aku akan membantu mereka" Alicia
"Sungguh naif, kau hanya menempatkan dirimu kedalam bahaya" Moon
Sifat Alicia yang ceria dan baik hati membuat Moon berpikir kalau dia naif apalagi mengobati seorang musuh.
Bahaya bisa saja muncuk padanya jika dia melakukan kebaikannya.
"Aku tahu kalau aku ini sangat naif, tapi setidaknya aku tidak ingin mengkhianati hati nuraniku" Alicia
"Seorang pembunuh tidak mempunyai hati nurani" Moon
"Tidak! Setiap orang memiliki hati nurani, bahkan kau pun memilikinya" Alicia
Alicia memegang tangan Moon, dia mengarahkannya ke dadanya.
"Disini, ini adalah letak hati nuranimu" Alicia
Moon diam, dia hanya menatap tangannya, dia tidak yakin apakah dirinya memiliki hati nurani atau tidak.
Selama ini yang dia lakukan hanya membunuh dan membunuh. Dari sejak ia lahir dia sudah diajarkan cara membunuh.
Mokn tidak merasakan rasa belas kasih pada target pembunuhannya, dia merasa kosong, tidak merasakan apa apa.
Alicia kemudian memeluk Moon, dia meletakkan kepalanya di dadanya yang masih dalam masa pertumbuhan.
"Aku tahu kau memilikinya, tapi sekarang hati nuranimu masih tertutup, suatu hari pasti akan ada seseorang yang membukanya untukmu" Alicia
Ketika dalam pelukannya, Moon merasakan sesuatu didadanya, dia memegangi dadanya.
__ADS_1
Dia kebingungan hal apa yang dia rasakan sekarang.