
Saat ini Ren sekarang sedang duduk di atas tumpukan mayat serigala yang tadi dia lawan, tubuhnya sudah berlumuran darah.
"Apa mayat mayat ini bisa di bangkitkan system?"
[Ding, tentu saja bisa host, kemampuan Arise bisa membangkitkan semua mahluk hidup, bahkan ada kemungkinan yang dibangkitkan akan mengalami mutasi]
Ren terkejut karena kemampuannya tidak hanya membangkitkan yang mati untuk menjadi pasukannya, tapi juga bisa membuat yang dibangkitkan menjadi lebih kuat.
Hal tersebut membuat dirinya sangat senang sekali. Ren kemudian turun dari tumpukan mayat tersebut.
Ren berbalik dan melihat mayat mayat monater serigala didepannya. Tangannya terulur ke salah satu mayat yang ada disana.
"Arise"
Kabut hitam langsung menyelimuti mayat tersebut, beberapa saat kemudian serigala mayat hidup atau kita sebut saja serigala zombie berdiri didepan Ren.
Ren juga merasakan kalau kekuatannya mengalami sedikit peningkatan, mendapati hal tersebut Ren memgangguk puas.
Dia melihat zombie serigala didepannya yang masih diam saja. Ren ingin mencoba beberapa kalimat perintah sederhana.
"Duduk"
Zombie serigala langsung duduk sesuai yang di perintahkan Ren.
"Menunduk kemudian berdiri"
Zombie serigala menunduk terlebih dahulu setelah itu langsung berdiri.
"Bagus, ini seperti yang kuinginkan, kemampuan ini hampir sama seperti Arise yang ada di solo leveling"
[Ding, Zombie serigala milik host berbeda dengan prajurit bayangan, prajurit milik host tidak bisa beregenrasi seperti prajurit bayangan]
"Benarkah begitu?"
[Ding, benar host prajurit mayat hidup itu memiliki tubuh fisik berbeda dengan prajurit bayangan, jadi jika tubuh mereka hancur maka sudah dipastikan mati]
Ren mengangguk paham dengan penjelasan system, dia juga terpikirkan sesuatu prajurit bayangan Sung Jin Woo itu beregenrasi menggunakan mana miliknya jadi dia sudah tahu tentang prajurit bayantannya.
__ADS_1
"Tapi system kau bilang prajuritku akan mati bila tubuh mereka hancur, kan?"
[Ding, benar, Selama tubuh dan kepala mereka masih tetap ada mereka tidak akan mati]
"Jadi, bahkan jika mereka kehilangan tangan, kaki, mata atau yang lainnya kecuali kepala dan tubuh maka mereka akan tetap hidup"
[Ding, bisa disimpulkan seperti itu]
"Yah, mereka tidak terlalu kuat, ayo berburu kembali"
Ren menaiki salah satu zombie serigala, dia kemudian memerintahkan mereka untuk jalan.
"Aku jadi penasaran, apakah peserta yang lain akan bisa melewati ujian ini atau tidak ya?"
Memikirkan kalau tingkat kesulitan didugeon ini lebih tinggi, Ren menduga kalau hanya akan sedikit peserta yang akan lolos.
Belum lagi denfan ujian yang kedua, standar kekuatan untuk bisa lolos tidak diberitahukan.
"Aku ragu banyak orang akan bisa lolos dari ujian"
Saat sedang berjalan, tiba tiba Ren mendengar teriakan seorang wanita.
Ren langsung pergi ke sumber suara.
Ketika sampai disumber suara dia melihat seorang gadis yang pernah dia temui sebelum ke akademi sedang dikepung monster goblin.
"Bukankah gadis itu adalah gadis yang sama saat aku pergi ke akademi"
Ren turun dari zombie serigala yang ditungganginya, dia kemudian menyuruh mereka untuk membunuh semua goblin yang terlihat.
"Bunuh semua goblin itu"
Tanpa berlama lama, zombie serigala langsung menerjang para goblin. Mereka mencabik cabik dan merobek mereka semua dengan taring dan cakarnya.
Gadis yang tadi dikepung terdiam, dia hanya bisa menatap kosong pertarungan monster didepannya.
Beberapa saat kemudian para goblin itu sudah habis terbantai oleh zombie serigala milik Ren.
__ADS_1
Zombie serigala serigala tersebut kemudian menatap gadis yang sedari tadi hanya melihat.
Merasakan tatapan mereka membuat gadis itu ketakutan, dalam hatinya dia sudah berpikir kalau ini merupakan akhir hidupnya.
Perlahan lahan ia menutup matanya, dia sudah siap jika harus mati hari ini.
Ren yang melihat itu hanya diam saja dan kemudian menghampirinya.
"Hey, kenapa kau menutup matamu?"
Mendengar suara Ren, dia kemudian membuka matanya dirinya terkejut karena bertemu kembali dengan Ren.
"K-kau..."
"Tenang saja, mereka tidak akan menyakitimu"
"B-benarkah?"
Ren tidak menjawabnya, dia hanya diam menatapnya saja. Dia kemudian menaiki kembali tunggangannya dan beranjak pergi dari sana.
"T-tunggu dulu"
Teriakannya membuat Ren berhenti, dia menoleh kebelakang.
"T-tolong beritahu siapa namamu?"
"Ren, itu adalah namaku"
"Namaku Yue, Ren suatu hari nanti kebaikanmu pasti akan ku balas"
Ren mengabaikannya dan berbalik kembali berjalan dia melambaikan tangannya saat pergi.
"Oh iya system, bukankah ujiannya adalah berburu, tapi bagaimana mereka menentukan siapa yang pertama?"
[Ding, ujian sebenarnya bukanlah berburu host, melainkan bertahan hidup. Peserta di haruskan untuk bertahan hidup di dugeon, ujian sebenarnya adalah pengukuran kekuatan]
"Pantas saja, aku merasa ada yang tidak beres saat dia menyebut kalau ujian pertama adalah berburu, mungkin alasan dia mengatakan hal tersebut adalah untuk membuat para peserta berhadapan dengan monster"
__ADS_1
[Ding, secara teknis memang begitu host]
"Baiklah, karena ujian sebenarnya adalah bertahan hidup maka kita santai saja terlebih dahulu"