
Ren dan kelompoknya kini sedang menunggang kuda dan pergi ke arah bukit.
Kuda yang mereka pakai hasil pinjaman, dengan ijin dari raja yang diberikan mereka berhasil mendapatkan kuda ini.
Tidak lama sampai mereka sampai di tempat tujuan, sekarang mereka berada di kaki bukit.
"Ketua, apa yang harus kita lakukan sekarang?" End
End bertanya kepada Ren yang dari tadi selalu memperhatikan sekeliling.
"Untuk pertama tama kita akan menemukan markas organisasi nya terlebih dahulu, untuk menemukannya kita akan berpencar.
End, kau dan nona Ariella akan pergi ke arah barat, lalu aku ingin kau mengawasinya agar tidak menimbulkan masalah" Ren
Dia yang di maksud oleh Ren adalah ratu tirani, menurutnya untuk sekarang hanya dia dan End saja yang bisa menghentikan Ariella jika dia berbuat masalah.
Sedangkan orang yang dimaksud kesal dan marah ingin protes, namun srbelum itu dia sudah dipotong duluan sebelum berbicara.
"Abi dan Bocah pembunuh ini akan pergi ke arah timur, aku mengandalkan kalian." Ren
"Baiklah, serahkan pada saya" Abi
"Lalu kau akan pergi kemana?" End
"Aku akan pergi ke utara sendirian. Aku harap kalian menjaga diri kalian nanti dan kita akan berkumpul lagi disini sire nanti." Ren
"Baiklah" End, Abi
"Ck, aku tidak perlu belas kasihanmu" Ariella
"Sekarang berpencar!!" Ren
Semua orang kemudian pergi dan berpencar ke berbagai arah yang ditentukan.
Disisi Ren
"System, apa kau tahu dimana markas organisasi penyihir hitam ini?"
[Ding, markasnya terletak beberapa kilometer kearah timur host]
"Jadi markasnya ada di arah yang di tuju oleh Abi dan bocah itu ya"
Ren berhenti berjalan, dia membuka topengnya dan memakainya disamping kepalanya.
"Kalau begitu seharusnya disini tidak ada apa apa kan system."
[Ding, salah host, masih ada beberapa hal yang ada disini]
"Benarkah memangnya ada apa?"
[Ding, terletak gua tidak jauh dari tempat host sekarang, disana menyimpan harta berharga]
Mata Ren berbinar ketika mendengar harta karun, bisa saja ada senjata yang sangat kuat disana.
"Harta karun!? Dimana tempatnya system?"
[Ding, beberapa meter di depan host gua berada di bagian samping bikit kecil]
Dengan cepat Ren berlari menuju tempat yang ditunjukan system dengan senyum senang.
Tanpa waktu lama Ren sudah sampai di bukit yang dimaksud, dia kemudian berjalan di sampingnya.
Ren terus mencari gua yang dimaksud oleh system namun dia tidak menemukanny sama sekali.
Dia menyerah mencarinya dan memutuskan untuk bertanya kepada system.
"System dimana gua yang kau maksud, kenapa aku tidak menemukannya sama sekali?"
[Ding, pintu masuk gua tersebut terhalangi oleh sebuah batu besar host]
__ADS_1
Setelah diberitahu oleh system, Ren melihat batu batu besar yang ada. Banyak sekali batu besar disana, tapi salah satu batu menarik perhatiannya.
Dia menghampiri batu tersebut, diantara yang lain hanya inilah yang paling besar terlebih batu ini juga bersender di bukit kecil itu.
"Aku tidak yakin tapi mari kita hancurkan"
"Black Flame!"
Tangan Ren mengepal, api hitam menyelimuti tangannnya.
Dengan sekuat tenaga Ren kemudian meninju batu besar tersebut.
*Bam
Batu tersebut hancur berkeping keping karena pukulan Ren. Dibalik batu tersebut Ren menemukan sebuah pintu masuk gua.
"Waah akhirnya ketemu!"
Ren bergembira, tanpa basa basi dia langsung masuk kedalam sana.
Didalam gua sangat gelap sekali.
"Gelap sekali disini"
Ren menajamkan penglihatannya, namun masih tetap saja tidak bida melihat apapun.
Ren mencoba meraba raba sesuatu, tapi tidak menemukan apapun.
"Jalan ini sepertinya kosong dan tidak ada yang menghalangi"
Ren dengan perlahan kemudian berjalan masuk lebih dalam kedalam gua.
Secara tiba tiba pemberitahuan system terdengar olehnya.
[Ding, berhasil memperlajari penglihatan malam]
[Ding, kemampuan baru Night Vision telah didapatkan]
"Aku tidak menduga akan bisa mendapat kemampuan baru disaat seperti ini" Ren takjub
Ren langsung memakai kemampuan barunya tersebut.
"Night Vision!"
Mata Ren sedikit bersinar, penglihatannya kemudian menjadi terang. Gua yang tadi gelap gulita menjadi sangat terang.
Ren kembali berjalan masuk lebih dalam.
"Seberapa lama lagi kita spai system?"
[Ding, harta tersebut sudah tidak jauh lago host]
Meski begitu, dia tetap mengeluh karena tidak sampai sampai. Hingga dia menabrak sesuatu.
*Duk
"Aduh, sakit! Apa yang kutabrak?"
Didepannya tidak ada benda apapun, namun Ren merasa kalau dia menabrak sesuatu.
"System apa kau tahu apa yang kutabrak?"
[Ding, benda yang host tabrak adalah pintu masuk menuju harta karun]
"Sungguh, akhirnya sampai juga"
Ren mencoba mencari pintu masuk yang baru saja dia tabrak.
"Nah ini dia, tapi bagaimana membukannya?"
__ADS_1
Sementara Ren mencoba mencari cara membuka pintu tersebut.
Kita akan beralih ke sisi lain dimana End dan ratu tirani kita saat ini berada.
Mereka saat ini sedang mencari cari petunjuk markas penyihir hitam.
"Ck kenapa kau tidak memakai kemampuanmu saja untuk menemukannya?" Ariella geram
End melirik sekilas, dia kembali cuek dan fokus mencari petunjuk lagi.
"Kau pikir semudah itu? Aku perlu memulihkan kekuatanku terlebih dahulu" End
"Cepat sekali kekuatanmu habis, padahal kau hanya memakai kemampuanmu sekali saja" Ariella
End menatap Ariella dengan kesal
"Kau pikir aku kehabisan kekuatan karena siapa?" End
Ariella merasa kalau End menyalahkannya, dia kemudian membalas perkataan End.
"Kau berani menyalahkan ratu ini!! Salah sendiri kenapa begitu lemah" Ariella
Perempatan muncul dikepala End, tapi dia masih berusaha bersikap tenang.
"Hey, jika bukan karena menahan seranganmu pas diistana aku tidak akan kehabisan kekuatan seperti sekarang" End
"Sudah kubilang suruh siapa kau sangat lemah dan jika kau bukan anggota grup aku akan langsing membunuhmu disini" Ariella
Mendengar perkataan Ariella, End ingin berteriak padanya melampiaskan kekesalannya. Tapi setelah memikirkan apa yang dikatakan memang benar.
End harus mengakui ratu tirani didepannya sangat kuat sekali dan dirinya sangat lemah didepannya.
Dia hampir mirip dengan seekor singa yang menantang naga.
Tidak ingin meladeninya dan memilih untuk lanjut mencari petunjuk.
Kita akan beralih lagi ke sisi Abi dan @Silent Assasin Boy.
Tidak banyak yang mereka lakukan, hanya berjalan bersama dengan Abi yang terus menerus berbicara.
Bocah kecil ini hanya cuek dan mengabaikannya.
"Anda tahu, didunia kami pembunuh dianggap penjahat." Abi
"Mereka memiliki sebuah organisasinya sendiri disini." Abi
"Mereka biasanya di sewa orang untuk menghabisi seseorang" Abi
"Ada juga pembunuh yang selalu membunuh orang orang karenanya keinginannya" Abi
"Saya pikir semua pembunuh adalah orang jahat dan kejam" Abi
"Tapi setelah bertemu dengan anda pandangan saya terhadap-" Abi
Saat Abi masih mengoceh, bocah pendiam ini mengankat tangannya seolah mengatakan pada Abi untuk berhenti.
Abi lanhsung berbicara karena memahami gerakan umyang dilakukan olehnya.
Bocah pendiam ini nelompat ke salah satu dahan pohon dan duduk disana sambil mengamatai sesuatu.
Abi yang melihatnya juga ikut bersembunyi dan melihat ke arah yang dipandangnya.
Matanya melihat sebuah bukit batu. Dia agak heran dan bingung kenapa rekannya memperhatikan bukit batu tersebut.
Namun matanya membelak ketika melihat batu batu disana bergeser dan menampakan sebuah pintu masuk dan dua orang berjubah hitam keluar dari sana.
Untung saja mereka berdua bersembunyi agak jauh jadi tidak ketahuan.
Setelah dua orang yang keluar dari pintu maduk misterius itu pergi, bocah yang dari tadi diam diatas melompat kembali ke bawah.
__ADS_1
Dia mennggerakan tangannya pada Abi untuk mengikutinya kembali ke tempat berkumpul.
Abi paham dan ikut kembali bersama dengannya.