T & R

T & R
T & R


__ADS_3

~aku nyaman sama kamu karena aku suka dan cinta sama kamu, tapi kenapa kamu enggak pernah ngelihat itu?~


Rafael Emeraldy. Cowok dingin dengan segudang masalah. Hidupnya yang semula tenang tiba-tiba berubah kacau karena kehadiran seorang siswi bernama Tiffany Putri.


Cewek ekpresif dengan keras kepalanya yang naif. Dia bersikeras dan ingin membuktikan bahwa Rafael suka padanya. Hingga ia membuat tantangan yang bahkan ia belum tentu bisa ia lakukan.


Tapi, akankah Tiffany bisa melaksanakan tantangan yang ia buat sendiri?


***


Tiffany menghembuskan napas kedinginan didepan gerbang sekolah. Gadis berambut lurus tergerai dengan sebuah jepit kupu-kupu itu menoleh ke kanan ke kiri namun tak melihat kendaraan melintas satu pun. Hari semakin sore, namun Tiffany tak melihat tanda-tanda kehadiran kendaraan mamanya.


"Lo ngapain?" Laki-laki berjas SMA itu baru keluar mengendarai motornya. "Nungguin om-om, ya?"


Tiffany melotot kearahnya. "Maksud lo apa ngomong begitu?"


"Gue yakin lo paham!"

__ADS_1


"Lemes banget sih mulut lo!"


"Padahal dulu lo pernah bilang, katanya-"


"Aku nggak bisa hidup tanpa nasi lah, yakali tanpa kamu, idih NAJIS!" Kata Tiffany menyela ucapan Arga. "Kalo yang bilang nggak bisa hidup tanpa kamu kan ELO!" Tiffany menunjuk jarinya ke arah Arga.


"Gila kali gue ngomong nggak bisa hidup tanpa kamu!" Tiffany menatap Arga dengan tatapan jijik.


"Terserah lo, deh!" Arga turun dari motornya mendekati Tiffany. "Daripada nungguin om-om, mendingan sama gue! Punya gue lebih besar." Bisik Arga, membuat Tiffany memundurkan tubuhnya kebelakang karena merasa terancam dengan posisi Arga.


"Udah, ayo! Waktu pacaran. Kita nggak pernah ngelakuin, kan. Sebagai gantinya sekarang aja!" Arga melepaskan tasnya dan menaruhnya di atas motor. "Mumpung sepi, aman, nggak ada yang ngeliat!"


Arga mencengkram tangan Tiffany kuat. Lalu mempojokannya didinding gerbang sekolah.


"Ke kelas aja, ayo!"


Posisi Tiffany sekarang sudah terkunci oleh tubuh Arga. Badannya telah menempel dekat dengan badan Arga yang besar.

__ADS_1


"Lepasin gue atau gue teriak!" Ancam Tiffany sambil menatap tajam kearah Arga.


"Teriak aja! Kagak bakal ada yang denger!" Seringai Arga yang tampak menakutkan di mata Tiffany.


BRUK


Seorang laki-laki memukul rahang Arga tanpa aba-aba hingga membuatnya tersungkur ke tanah.


Tiffany pias, dia tercengang melihat kejadian barusan.


"Jangan ngaganggu, apalagi sampai mau ngelecehin, awas aja lo sampai gue lihat lagi!" Ancam laki-laki pada Arga. "Mati lo detik itu juga!"


Ancaman Rafael yang begitu nyata tergambar jelas dari wajahnya. Tiffany menahan nafas melihat kejadian itu, lalu tangannya ditarik paksa Rafael untuk masuk kedalam mobil mewah miliknya. Mengajaknya pergi meninggalkan Arga yang masih terpaku diposisinya.


"ANJING LO!"


***

__ADS_1


__ADS_2