
"RAFAEL!" Tiffany mengejar di belakang Rafael. Ia sedikit berlari untuk mengimbangi langkah Rafael yang sudah berada jauh didepannya. "Lo suka kan sama gue?"
"Rafael! Jawab dong! Lo suka kan sama gue?! Oohhhh, gue tau! Lo gengsi kan buat ngomong, udah ngaku aja!" Ujar Tiffany yang terdengar sangat menyebalkan di telinga Rafael. Cowok itu tidak ada niat menjawab. Ia tetap berjalan, menghiraukan gadis yang ada disampingnya.
Tiffany Putri. Cewek cantik dengan segudang prestasi. Idaman para murid laki-laki, kecuali Rafael Emeraldy. Seorang siswa yang mampu meluluhkan hati seluruh siswi disekolahnya.
Kadang Rafael heran, mengapa Tiffany bersikeras bahwa dirinya suka padanya, padahal dirinya hanya ingin menyelamatkan Tiffany agar tak diapa-apakan oleh Arga. Hanya itu saja, tak lebih. Tapi kenapa Tiffany selalu menganggapnya lebih.
"El, ngomong dong! Masa daritadi gue yang ngomong!" Keluh Tiffany yang mulai kesal karena terus bermonolog. "Kata mama gue kalo ada orang ngomong harus dijawab! Kalau nggak dijawab dosa, emang kamu mau punya dosa banyak?"
"Elo suka kan sama gue?!"
Tiffany berhenti mendadak karena Rafael berhenti dan berbalik badan kearahnya. "Nah! Gitu dong! Gimana? Elo suka kan sama gue?" Tiffany tersenyum lebar sambil menunggu jawaban yang akan keluar dari mulut Rafael.
"Enggak! Dan nggak bakal pernah!" Rafael menjawabnya ketus serta dibumbui nada sedikit pedas.
"Ihhh, enggak. Lo itu pasti suka sama gue! Buktinya elo nyelametin gue dari Arga. Berarti FIX lo itu suka sama gue!"
"Udah gue bilang berapa kali! Kalo gue nggak dan nggak bakal pernah suka sama lo!" Rafael memutar balikkan tubuhnya. Ia mulai berjalan lagi meninggalkan Tiffany yang sedang terpaku ditempatnya.
"El, jangan jalan lagi dong! Capek tau ngejar kamu!"
Bodoamat! Siapa juga nyuruh lo buat kejar gue! Batin Rafael.
__ADS_1
"EL, gue tau kok sebenarnya elo suka sama gue! Cuma elonya gengsi kan?!" Tiffany kembali mengejar Rafael. "Udah, ngaku aja!"
"Diem!" Suruh Rafael dengan melotot tajam kearah Tiffany. "Gue udah berapa kali bilang sama lo kalo gue nggak pernah suka sama lo? Saraf lo udah putus mangkanya nggak ngerti bahasa manusia? Atau lo emang udah gila?!"
Kata Rafael yang sanggup membuat Tiffany terpaku ditempatnya. Tiffany diam tak lagi melanjutkan langkahnya mengejar Rafael.
"Ellll, tapi kenapa elo nggak suka sama gue?"
"Harus berapa banyak gue bilang? Kalau gue nggak suka sama LO!" Jawab Rafael sambil menekan kata 'lo'.
"Tapi kenapa, El?"
"Karena gue emang nggak suka sama lo, goblok! PUAS?!"
Tiffany menggenggam roknya bagian bawah. "Yaudah kalo emang lo nggak suka sama gue! Gue bakal bikin lo naksir sama gue!"
Tiffany menatapnya sebal. "AWAS AJA YA! BESOK-BESOK LO PASTI BAKALAN BILANG SUKA SAMA GUE!"
***
XI IPA 3 sedang sangat riuh karena jam istirahat yang belum usai. Tiffany sudah sampai didalam kelas, tidak lagi mengejar Rafael. Dengan langkah panjang, cewek itu masuk kedalam kelasnya kemudian duduk di samping Stella.
Didalam kelasnya, ada macam-macam tipe anak. Ada yang pintar sedang belajar dimeja paling depan. Ada yang bernyanyi sambil menari di bangku paling belakang. Lalu, Ada anak gamer yang sedang memainkan game mobile bersama temannya. Kelas yang paling ramai dan riuh diantara kelas IPA yang lain. Dan juga kelas IPA yang paling sering dipanggil oleh guru BK.
__ADS_1
"Fan! Kemana aja sih, lo?" Tanya Stella yang memperhatikan Tiffany yang duduk didepannya dengan wajah kusut.
"La, bantuin gue dong! Buat Rafael ngaku kalo dia suka sama gue!" Rengek Tiffany kepada Stella. "Dia udah gue paksa buat ngaku tapi tetep aja bilangnya nggak suka!"
"Duh, Fan, gimana caranya!" Jawab Stella. Bingung.
"Elo tanyain nomor Rafael ke temen-temennya, kek. Kan lo orangnya ramah gitu!" Ujar Tiffany. "Kan, mungkin aja dikasih!"
"Terus tadi Rafael jawabannya gimana? Suka apa enggak?"
"Dia bilangnya nggak suka!"
Miranda terbahak. "Itu, sih nasib lu! Mungkin dia emang mau nyelametin lo doang kali! Cuma lo-nya aja yang kepedean!"
"Mungkin?!" Jawab Tiffany. "Tapi, dari tatapannya dia natap gue itu beda! Gue bisa rasain!"
"Emang apa yang lo rasain!"
"Nggak tau? Mungkin perasaan gue aja kali, ya!" Tiffany cengengesan.
Stella mengkerutkan wajahnya menatap Tiffany. "Daripada lo ngurusin masalah yang nggak jelas! Lebih baik lo belajar buat pelajaran pak Sunaryo!" Stella menyodorkan buku paket didepan Tiffany.
"Tapi, ngomong-ngomong lo suka nggak sama dia?" Pertanyaan Miranda yang mampu membuat Tiffany diam menatapnya.
__ADS_1
"Gue nggak tau? Tapi kayaknya?" Tiffany diam sejenak. "Semenjak dia nolongin gue dari Arga. Gue kayak ada rasa sama dia!"
***