
TAK AKAN
MENINGGALKANMU
Ep 13
Mereka saling tatap sembari
tersenyum
Monica : oh iya,,
Rizki : ada apa? (kebingungan)
Monica : (menutup muka) aku tidak
pakai make up,,
Rizki : (memegang tangan monica)
aku gak peduli,aku lebih suka kamu apa adanya entah itu tanpa make up ataupun
memakai make up.
Rizki memeluk Monica
Monica : Rizki terimakasih..
Rizki : terimakasih untuk apa?
(sembari memeluk Monica)
Monica : karna kamu sudah mau
menerima aku dan keluargaku..
Rizki : justru aku yang harusnya
berterimaksih karna kamu sudah mau menerimaku sebagai suamimu,meskipun kamu
masih ragu,tapi aku yakin kamu sautu saat kamu akan menerimaku apa sepenuhnya
(tersenyum)
Monica : awalnya aku ragu untuk
menerimamu sebagai suamiku,tetapi setelah melihat kejadian kemarin aku sadar
bahwa kamu adalah laki laki yang di kirim Tuhan untuk aku dan keluargaku,kamu
rela mempertaruhkan nyawamu untuk melindungiku..
Rizki : itu sudah tanggung
jawabku sebagai suamimu.
Monica : Rizki kamu adalah suami
terbaik di dunia ini,aku sangat beruntung menjadi istrimu,tapi bolehkah aku
meminta waktu untuk aku bisa beradaptasi dengan semua ini.
Rizki : aku tidak memaksamu untuk
kamu menerimaku secepatnya,dengan kamu berniat untuk menerimaku sebagai suamimu
aku sudah sangat berterimakasih.
Monica tertegun mendengar
perkataan Rizki dan langsung menatap Rizki,perlahan Rizki mencium Monica dan
Monica menerima Ciuman Rizki.
Monica : ( mendorong Rizki dengan
lembut ) sudah,kamu mandi dulu sana,aku akan buatkan sarapan untukmu,( beranjak
bangun dari ranjang)
Rizki : (menarik tangan Monica)
oke tapi ada 1 syarat,,
__ADS_1
Monica : apa itu?
Rizki : (menunjuk pipi) kasih
semangat,,
Monica : Rizki jangan
bercanda,ayo cepat bangun,,
Rizki : tidak,,sebelum kamu
memenuhi syaratku,
Monica : baiklah,
Monica pun mencium pipi Rizki dan
setelah itu pergi menuju dapur untuk menyiapkan sarapan,setelah selesai sarapan
Rizki menelfon Romi untuk mengantarkan Raya dan Erik ke rumahnya,beberapa saat
kemudian Raya datang bersama dengan Erik
Rangga : Erik?
Rizki : mulai sekarang Erik akan tinggal
di sini dan menjadi sekertaris pribadimu,dan kamu tenang saja untuk biaya
kuliah Erik akan di tanggung oleh yayasan
Rangga : kakak serius?
Rizki : iya aku serius dan satu
lagi Roni akan menjadi pengawal pribadimu dan sekalligus sebagai pelatih beladirimu,
Rangga : aduh kakak,jangan bella
diri ya, aku bosan mendengarnya ,,
Rizki : tidak bisa, kamu adalah
Rangga : apa,,kaka bercanda kan?
Monica : Rizki,apa yang kamu
katakan tadi?
Rizki : iya Monica,mah,aku sudah
putuskan bahwa yang akan mewarisi seluruh yayasan adalah Rangga dan papa sudah
setuju akan hal itu,dan juga pengajaca keluarga sudah mengurus semuanya.
Rangga : tapi kak?
Rizki : Rangga,aku mohon untuk
kali ini menurut ya ,
Rangga hanya bisa mengangguk
Monica : tapi Rizki..
Rizki : Monic,ini sudah jadi
keputusan papa,aku tidak bisa menolaknya,
Ratna : Monica,mama tau bagaimana
kepribadian Pak Wijaya,jika dia sudah membuat keputusan kita tidak bisa
menolaknya bagaimanapun caranya.
Monica hanya bisa diam.
Raya : maaf saya di bawa kemari
untuk apa ya?
Rizki : Raya,aku tau kamu adalah
__ADS_1
sahabat Monica jadi mulai sekarng kamu aku jadikan sekertaris pribadi Monica
dan Saskia akan menjadi pengawal pribadi Monica.
Monica : tapi,,
Rizki : ini demi
keselamatanmu,aku mohon turuti apa kataku ya ,
Monica : baiklah (mengangguk)
Raya : terimakasih pak,
Rizki : panggil saja Rizki,karna
selain sebagai sekertaris pribadi Monica mama Ratna juga sudah mengangkat mu
sebagai anak angkatnya,
Raya : (terkejut) apa,,
Ratna : Raya,tante sudah
menganggap kamu seperti anak kandung sendiri,jadi mulai sekarang kamu panggil
saja tanten dengan sebutan mama dan anggap Rizki,Monica dan Rangga adalah
keluarga mu ya,,
Raya hanya bisa menangis,,
Setelah itu Rizki dan Romy pergi
menuju kantor,sementara itu di kampus Radit dan Ernes terkejut mendengar berita
bahwa pemilik yayasan tempat mereka kuliah adalah Rangga,dan pada saat itu
Radit dan Ernes meminta maaf kepada Rangga atas kejadian yang menima Rangga
waktu itu.
Radit dan Ernes berlutut di depan
Rangga
Erik : loe berdua lagi apa?
Roni : tuan muda Rangga apa perlu
saya singkirkan 2 anak ini?
Rangga : loe berdua kenapa
berlutut,cepat bangun apa loe gak malu di liatin sama banyak orang?
Ernes : malu sih tapi,mau gimana
lagi gua takut di keluarin dari kampus ini?
Rangga : maksud loe? ( bingung)
Radit : gua minta maaf atas
kejadian waktu itu,gua bener bener nyesel.
Erik : sepertinya tempat ini
tidak cocok untuk membahas soal ini,bener ga Ngga?
Rangga : benar kata Erik,cepat
bangun kita cari tempat lain saja,
Erik : Pak Roni tunggu di mobil
saja,nanti saya hubungi jika jam kampus sudah selesai,
Roni : baik tuan muda Erik,
Ronipun pergi,Sementara
Rangga,Erik,Ernes dan Radit pergi menuju taman kampus.
__ADS_1