
TAK AKAN
MENINGGALKANMU
Ep 6
Monica berusaha menjawab dengan
jujur tetapi dia teringat perkataan Rizki.
Monica : siap mah,(tersenyum)
Rizki : ( membatin ) akhirnya
kamu menyerah juga cewe keras kepala.
Sementara itu di lain tempat ada
sosok pria misterius yang berusaha untuk mengambil alih perusahaan Wijaya,pria
tersebut berdiri di depan kaca tanpa memperlihatkan wajahnya.
Malam harinya Monica memberikan
pakaian milik Rangga untuk di kenakan oleh Rizki.
Monica : ini pakaian milik Rangga
gantilah bajumu,( menyodorkan pakaian )
Rizki : ( mengambil pakaian
sembari menatap Monica ) baiklah, terimakasih..
Monica : setelah kau ganti
pakaian,makan malam bersama kami.
Monicapun pergi meninggalkan
Rizki.
Setelah berganti pakaian Rizki
makan malam bersama dengan keluarga Monica.
Keluarga Monica memperlakukan
Rizki dengan sangat baik dan itu membuat Rizki merasa sangat senang.
Ratna : Rizki, apa kau suka ayam?
Rizki : iya tante ( tersenyum)
Rangga : kakak harus coba ayam
goreng buatan mama itu sangat enak..
Rizki : benarkah?
Rangga : iya kak,
Monica : sudah kalian cepat
makan, mama harus banyak makan sayur.
Ratna : baiklah ( tersenyum )
Setelah makan malam Rizki bersama
dengan Rangga masuk ke kamar Rangga, di sana Rizki berusaha megorek informasi
mengenai Monica.
Rangga : maaf ya kak kamarku
kecil,jadi kita tidur brdua di sini, tapi kalau kakak kesempitan aku bisa tidur
di luar..
__ADS_1
Rizki : tidak perlu seperti
itu,oh ya aku boleh tanya sesuatu?
Rangga : tanya apa kak?
Rizki duduk di kursi dekat meja
belajar Rangga sedangkan Rangga duduk di tempat tidur..
Rizki : Monica itu orangnya
seperti apa?
Rangga : sepertinya kakak belum
kenal kakaku,
Rizki : yang aku tau dia keras
kepala.
Rangga : itu salah satunya kak,
sebenarnya Kak Ica udh banyak berkorban untuk aku dan mama,dia rela putus
kuliah untuk menyekolahkan aku,papa meninggal waktu kak Ica kuliah dan aku baru
kelas 2 SMA,kakak memutuskan untuk berhenti kuliah dan mencari kerja, pagi
hingga sore kakaku bekerja di perusahaan,malam harinya menjadi supir pengganti,kadang
kakakku bekerja sebagai tukang ojek panggilan kak,makanya waktu aku dengar
kakaku di pecat aku sangat sedih.
Rizki : memangnya Monica dulu
kuliah jurusan apa?
Rangga : jurusan Editor kak,
Rizki : editor?
sekali membaca,makanya dia memilih jurusan editor
Rizki : begitu rupanya,
Rangga : sudah malam kak, ayo
kita tidur
Rizki dan Rangga pun tidur
Keesokan harinya keluarga Rizki
datang untuk melamar Monica dan betapa tekejutnya Bu Rima melihat Ibu Ratna.
Ternyata Bu Rima dan Bu Ratna
adalah sahabat sejak kecil.
Rima Wijaya : Ratna.. ( terkejut
)
Ratna : Rima..( terkejut )
Wijaya : Ratna? ( kebingungan)
Rima Wijaya : pah, apa papah lupa
siapa yang membiayai kita menikah waktu itu?
Wijaya : Tante Rosi dan Om
Burhan..
Rima Wiajya : apa papah ingat
siapa nama anaknya?
__ADS_1
Wijaya : Ratna, iya Ratna,jadi
kamu anaknya Om Burhan dan Tante Rosi?
Ratna : iya,( tersenyum )
Wijaya : tapi kenapa kalian bisa
tinggal di sini? ( kebingungan )
Ratna : aku critakan di dalam
saja.
Merekapun masuk, sementara itu di
tempat lain Rizki duduk di sebuah gubuk bersama dengan ke2 temannya.
Rasya & Boby : apa loe mau
nikah sama cewe yang lu pecat dari perusahaan? ( terkejut )
Boby : loe gak lagi sakit kan Ki?
( memegang kening Rizki )
Rizki : ( menepis tangan Boby )
gua serius ...
Rasya : Ki, apa loe udh fikirkan
matang – matang, ini nikah loh bukan pacaran,cewe itu bakal jadi temen hidup
loe seumur hidup loe,,
Rizki : gua udh cape sama desakan
oran tua gua untuk segera menikah, lagian kemarin gua billang kalo gua udh
tidur bareng cewe itu..
Boby : apa,,waah Ki loe bener
bener keterlaluan, loe tau gak itu sama aja loe udh buat cewe itu malu,apa loe
gak mikir apa nanti orang tua loe berfikri kalau cewe itu cewe gampangan..
Rizki : saat itu gua emosi
Bob,gua bingung harus dengan cara apa lagi meyakinkan orang tua gua waktu itu..
Raysa : tapi gak dengan cara
mempermalukan cewe itu juga Ki.
Boby : sekarang mau gak mau loe
harus nikahin cewe itu dan loe jaga baik – baik dia karena dia yang akan
dampingin loe nanti kedepannya.
Rasya : bener kata Boby, loe
tenang aja gua dan Boby akan ada selalu buat loe. ( menepuk bahu Rizki )
Rizki : Thanks ya , loe berdua
emang sahabat gua yang paling baik.
Boby : Ki, kita temenan sama loe
bukan karena loe anak dari pemilik perusahaan besar,kita berdua temenan sama
loe karna loe baik..
Rasya : yaaa, meskipun keras
kepala dan pemaksa ,,
Rizki : rese loe berdua ,,(
__ADS_1
cemberut )
Boby dan Rasya hanya tertawa.