TAK SENGAJA MENJADI SEIMAN

TAK SENGAJA MENJADI SEIMAN
BERANGKAT


__ADS_3

Seorang gadis cantik berhijab bernama Hafshah Oaisara sedang mengamasi barang barangnya dari kamar asrama pondok pesantren karena ia akan pergi untuk melanjutkan studi dan mengambil Beasiswanya diluar negeri walaupun berat baginya untuk meninggalkan pondok pesantren nya yang sudah ditinggalinya 15 tahun lamanya tempat ia besar dan tempat menimba ilmu, tapi dia tidak boleh egois ini adalah keputusan nya ia harus sanggup menjalaninya.


"assalamu'alaikum" ucap seorang gadis berkerudung maroon yang baru saja masuk kekamar dan menghampiri Hafshah yang sedang berkemas


"waalaikumsalam eh mba Nasla"ucap Hafshah menjawab salam tersebut sambil tersenyum


" kamu sudah bersiap shah? apa kamu yakin akan pergi ke Korea? "tanya Nasla dengan ekspresi sedihnya bagaimana pun mereka berdua besar bersama di pondok ini bahkan Nasla sudah menganggap Hafshah sebagai adik kandungnya sendiri


" iya mba insyaallah Hafshah yakin"ucap Hafshah sambil tersenyum


"kamu tau kan kalo di Korea itu kebanyakan non Muslim?"Tanyanya lagi


"iya mba Hafshah tau, tapi itu sudah menjadi impian Hafshah dari kecil untuk bisa berkuliah di Korea"ucap Hafshah.


ya Hafshah memang memiliki cita cita dari kecil untuk bisa berkuliah di Korea sampai sampai dia pun mengikuti kelas bahasa Korea dari waktu SMP ya walaupun ia harus membagi waktunya untuk hafalan Al Quran dan kegiatan pondok pesantren lainnya tapi dia tidak pernah menyerah.


" ya sudah kalo begitu, itu sudah keputusan mu mba tidak berhak melarang"ucap Nasla dengan wajah sedihnya


"mba Nanas jangan sedih ya, nanti kalo aku sudah sampai disana aku bakal sering sering kabarin mba kk" ucap Hafshah sambil memeluk kakak kesayangan itu


"hiks tapi mba bakalan kangen banget sama kamu, sama keluhan kamu, tawamu, senyuman mu, semuanya pokoknya mba bakalan kangen kamu hikss" ucap Nasla tersiak dalam pelukan Hafshah, Hafshah pun ikut tersiak dalam pelukan Nasla


"hiks mba aku juga bakalan kangen banget sama mba Nasla hiks" ucap Hafshah sesegukan nasla melepaskan pelukannya lalu menatap wajah adik kesayangannya dan jarinya mengusap lembut sisa sisa air mata diwajah Hafshah sambil tersenyum

__ADS_1


"maafin mba ya kalo udah bikin kamu sedih! "ucap Nasla, Hafshah menggeleng lalu tersenyum lalu memeluk Nasla kembali


"yasudah kalo begitu bersiaplah katanya tadi mau ziarah ke makam orang tua mu bukan? "


ucap Nasla, ya kedua orang tua Hafshah memang sudah meninggal waktu Hafshah berusia 3 tahunan karena kecelakaan maut dan berakhir Hafshah harus di pesantren kan oleh neneknya karena neneknya takut ia tidak bisa menjaga Hafshah dari pergaulan bebas diluar sana dan sejak Hafshah menduduki kelas 6 sekolah Dasar neneknya pun meninggal dunia dan sekarang ia hanya punya keluarga dipesantren nya.


akhirnya mereka berangkat menuju makan keluarga hafsah setelah dari makam Hafshah menuju bandara oleh keluarga ndalem dan nasla mereka melepaskan hafsah walupun dengan berat hati mereka berpelukan haru.


hafsah mulai menaiki pesawat nya "bismillah hafsah pasti bisa" ucap hafsah dalam pesawat sambil menatap awan dilangit.


setelah menempuh penerbangan yang sangat lama dan melelahkan akhirnya hafsah sampai di bandara internasional Incheon Korea Selatan ia keluar dari pesawat sambil tersenyum akhirnya tempat yang ia idam idamkan dari kecil akhirnya tercapai. ia segera menggeret koper sambil Mengendong tas kecilnya sambil tangan kecilnya mengotak atik handphonenya sambil menunggu kendaraan yang digunakan untuk menuju ke apartemen nya.


drrt drrt drrt


"annyeonghaseyo selamat malam hafsah ini aku tuan lee orang yang mengurus fasilitas beasiswa mu" ucap orang dari sebrang telepon


"ah nee annyeonghaseyo selamat malam juga tuan lee senang berkenalan dengan Anda" ucap hafsah ramah


"apa kau sudah sampai dikorea"


"ah iya saya sudah sampai Korea"


"ah sebelumnya maafkan aku ya karena malam ini apartemen mu mengalami sedikit Konsleting jadi selama seminggu kedepan aku sudah memesan kamar hotel untukmu sembari menunggu perbaikan apartemen mu, apa kau tidak apa2 sementara ini dihotel dulu? "

__ADS_1


"ah begitu ya tuan, iya aku tidak apa2, apa kau bisa mengirim alamat hotelnya? "


"baiklah akan ku kirim, dan kau hati hati ya! sudah dulu kututup ya! "


"iya terimakasih tuan lee"


tut tut tut (sambungan telepon terputus).


Hafsah membuka pesan dari tuan lee, ia sejak tadi sudah berada didalam taksi ia lalu memberi tahu sopir taksi alamat hotel yang dimaksud tuan lee tersebut


"maaf tuan apakah kau tau alamat ini? " ucap hafsah sambil menyodorkan handphonenya


"ah iya nona saya tau" jawab sopir taksi itu ramah


"tolong antarkan saya dialamat ini ya tuan" ucap hafsah sopir taksi itu mengangguk paham.


setelah perjalanan dari bandara Itaewon akhirnya hafsah sampai didepan hotel yang dimaksud tuan lee tersebut ia segera membawa semua barang barang bawaannya dan tak lupa membayar taksi yang ia tumpangi lalu segera masuk kedalam hotel dan melakukan pengecekan kamar hotel yang akan ditempatinya sementara ini setelah selesai hafsah yang membawa sebagian kopernya karena sebagian nanti akan diantar pelayan ia segera melangkah menuju kamar tapi ditengah perjalanan ia tiba-tiba ditabrak seorang pria yang terlihat buru buru.


❄☺❄


MOHON KOREKSINYA KALAU ADA TYPO YA


SALAM HANGAT AUTHOR ☺☺

__ADS_1


__ADS_2