TAK SENGAJA MENJADI SEIMAN

TAK SENGAJA MENJADI SEIMAN
SCANDAL


__ADS_3

1 bulan berlalu......


Lift mulai terbuka akhirnya Hafshah masuk kedalam lift tersebut dengan tubuh yang sudah lelah akibat kegiatan kampusnya tadi,lift tertutup dan mulai berjalan dan berhenti di lantai 5 lalu ada beberapa orang masuk lagi , lift kembali tertutup untuk menuju lantai 10.


Hafshah sedikit menggeser tubuhnya agar tidak terlalu dekat dengan laki-laki berpakaian serba hitam dari atas sampai bawah bahkan maskernya pun hitam, tangan Hafshah bergetar karena ia takut dengan pria misterius disampingnya tersebut tapi ia mencoba tenang.


Tak lama kemudian akhirnya pintu lift terbuka dan sampai di lantai 10 dimana kamar yang Hafshah tempati, Ia segera keluar tapi ketika akan keluar tiba-tiba tangannya ditarik oleh pria misterius tadi.


Tangan Hafshah ditarik dan dibawa paksa oleh pria tersebut


"ah tuan tolong lepaskan aku!!! " rintih Hafshah kesakitan


Tapi pria tersebut masih terus menarik Hafshah tanpa memperdulikan perkataan Hafshah


"tuan anda mau bawa aku kemana? tolong lepaskan aku ini sangat sakit!! " ucap Hafshah sambil berteriak


Dan sialnya lorong kamar hotel tersebut sangat sepi dan percuma Hafshah berteriak


Tapi tiba-tiba orang tersebut berhenti dan menoleh kearah Hafshah


"ah maafkan aku!!! " ucap pria tersebut sambil melepaskan tangan Hafshah


Hafshah masih menundukkan kepalanya tanpa berniat memandang wajah pria misterius tersebut ia lebih memilih menjaga pandangan mata yang menyebabkan zina mata.


"a-aku memiliki trauma saat diikuti oleh orang yang tidak ku kenal" ucap pria itu dengan suara yang bergetar


"jika aku sendirian dan disekitar ku ada orang banyak yang tak ku kenal maka aku akan tiba-tiba menarik atau memeluk seseorang secara tak sadar" ucap pria itu menjelaskan masih dengan suara yang bergetar keringatnya juga sudah membasahi keningnya


"ah tidak apa-apa tuan!! aku mengerti, apa tuan baik-baik saja? sepertinya tuan sangat pucat" ucap Hafshah sedikit melihat wajah pria tersebut, walaupun setengah wajahnya tertutup oleh masker tapi terlihat jelas jika wajah pria itu sangatlah pucat, keringat yang sudah membasahi keningnya dan tangan yang bergetar.


"a-aku baik-baik-" ucap pria tersebut belum selesai tapi tubuhnya sudah limbung kearah Hafshah.


Tubuh Hafshah bergetar jantungnya berdetak 2x lebih cepat ketika tiba-tiba pria tersebut ambruk kearahnya, ia bingung dan kesusahan saat badan besar dan berat laki-laki tersebut menimpa tubuh mungilnya.


"astaghfirullah astaghfirullah astaghfirullah ya Allah ampuni hamba-Mu ini ya Allah karena sudah memegang umat mu yang bukan mahram ku, aku harus bagaimana ya Allah? hiks " ucap Hafshah ketakutan


sedangkan Lio yang ambruk di tubuh gadis tersebut merasakan nyaman belum pernah ia merasakan pelukan senyaman ini bahkan pelukan mommy juga kalah.


Jam sudah menunjukkan pukul 21.00 tapi belum ada satu pun orang yang lewat di lantai 10 tersebut, Hafshah juga sudah mendudukkan pria tersebut di lantai dan ia bingung mau mencari bantuan dimana karena sejak tadi pria itu menggenggam tangan Hafshah dengan sangat kuat sambil berkata"ku mohon jangan tinggalkan aku!"ucapnya lirih,handphone nya juga sudah lowbat ketika pulang dari kampus.


"bagaimana ini Ya Allah ia trus saja memegang tangan ku? apa kutinggalkan saja tapi bukan kah engkau memerintahkan hambamu agar menolong orang ketika kesusahan di sisi lain aku tidak mau mendapatkan azabmu karena tangan ku disentuh laki-laki yang bukan mahram ku" ucap Hafshah bingung , ia terus menyebut nama Allah agar segera ada yang menolong pria yang ada di hadapannya.


drrt drrt drrt


suara handphone dari saku jacket laki-laki tersebut, Hafshah sedikit bingung apakah ia akan mengambil handphone itu atau membiarkannya tapi disisi lain ia berharap jika itu adalah bantuan, akhirnya setelah memberanikan diri ia merogoh kantong jacket tersebut dengan hati-hati dan menekan tombol hijau lalu menempelkan dikuping yang terbalut dengan hijab.


"yeo-yeoboseo " ucap Hafshah


"nee yeoboseo! lio-ya kau ini dimana saja kenapa belum ada di dorm mu? kau tau kan jika besok masih ada perfom diluar kota" ucap seorang laki-laki dari sebrang telepon


"ah sebelumnya maafkan aku, aku Hafshah,tapi pemilik handphone ini sedang ketakutan dan pingsan" ucap Hafshah

__ADS_1


"apa? Lio pingsan ! apakah fobia nya kambuh lagi? " tanya orang disebrang sana


"nee, tuan tadi juga Ia berkata kalau fobia nya kambuh dan tiba-tiba pingsan" ucap Hafshah lagi


"oo maafkan idol kami ya! kalau begitu boleh tau sekarang kalian ada dimana aku akan menjemputnya? "


"kami masih dilantai 10 hotel G tuan"


"baiklah aku kesana sekarang juga! tunggu sebentar ya! "


"nee"


tut tut tut


sambungan terputus


Hafshah sedikit kaget karena orang didepannya adalah seorang idol Korea lalu ia melihat sekitar apakah ada orang atau mata mata yang mengawasi idol didepannya, Hafshah tidak ingin dapat masalah yang seharusnya bukan masalahnya ia juga baru sampai dikorea kemarin.


Tap tap tap


suara langkah kaki kaki mendekat kearah Hafshah, Hafshah menoleh kearah suara tersebut ia melihat seorang laki-laki dengan jacket musim dingin mendekat.


"permisi apa kau yang bernama Hafshah? " ucap pria tersebut


"nee tuan aku Hafshah"


"apakah daritadi ia masih belum sadar dan sambil menggenggam tanganmu? "tanya pria tersebut sambil melirik tangan Hafshah yang sedari tadi digenggam oleh laki-laki misterius tersebut, Hafshah tersenyum canggung


"tidak apa apa aku faham Lio memang seperti itu, oh iya aku sampai lupa tidak berkenalan dengan mu aku kim dae jang panggil saja dae jang aku menejernya Lio" ucapnya


"kalo begitu terimakasih sudah mau menolong Lio ya, sampai jumpa" ucap dae jang sambil memapah tubuh Lio dan perpamitan dengan Hafshah


"nee tuan" ucap Hafshah


☺❄☺


Hafshah bangun dari tidurnya lalu ia melangkah menuju kamar mandi untuk mengambil air wudhu dan setelah itu ia mulai menjalankan ibadah sholat subuh nya, setelah sholat ia mengucapkan asma Allah dan berdoa


matahari mulai muncul walaupun tidak terlalu jelas karena sedang musim dingin Hafshah baru selesai menyelesaikan ibadah nya dan tak lupa murajaah al Qur'an.


Ia melipat Mukenanya dan menuju kasur untuk membereskan tempat tidur nya walupun ini hotel ia tetap membersihkan nya setelah itu Hafshah masuk ke kamar mandi untuk mandi dan bersiap siap pergi ke kampusnya.


Hafshah menutup pintu apartemen yang baru ia tinggali kemarin dan berjalan menuju lobby hotel lalu berlalu kearah halte bus yang akan ia naiki setelah menunggu beberapa menit akhirnya bus tersebut datang Hafshah masuk ke dalam bus tersebut ia mendudukkan bokongnya kekursi penumpang.


kenapa aku masih kepikiran tentang laki-laki kemarin, apakah ia benar idol, aku takut jika ada yang tiba-tiba mengikuti ku nanti batin Hafshah ia masih saja kepikiran tentang kejadian kemarin walaupun ia sudah menipisnya jauh jauh tapi tetap saja.


15 menit kemudian Hafshah turun dari bus tersebut dan mulai melangkah menuju kampusnya tersebut ia masuk kedalam kelasnya sudah disambut dengan tangisan Ae-ri


"huwaaaa!! apalagi ini dating lagi" ucap Ae-ri sambil menangis dan memandangi handphone nya


"selamat pagi Ae-ri shii kau kenapa? " ucap Hafshah kaget sambil menghampiri temannya tersebut

__ADS_1


"huwaaa Hafshah-yak idol ku sedang dating lagi hiks, bahkan fotonya sudah tersebar dimana mana hiks kau lihat sendiri, Lio padahal dia orang yang sangat dingin tapi kenapa tiba-tiba ia mendapat berita ini hiks" ucap Ae-ri sambil menyerahkan handphone nya kearah Hafshah, Hafshah segera melihat hal apa yang membuat temannya menangis tersebut.


Hafshah kaget karena itu adalah foto nya dengan pria yang kemarin malam tapi wajahnya tidak terlihat hanya hijabnya yang terlihat karena ia membelakangi kamera hanya wajah pucat pria tersebut.


matanya melotot tak percaya jika kejadian tadi malam akan menjadi trending topik no 1 didunia, ia takut kalo tiba-tiba saja ada orang yang mencari tau tentang dia.


Ae-ri menatap Hafshah heran karena setelah Melototkan matanya ia memberikan handphone tersebut kepada pemiliknya dan pergi kearah mejanya lalu terdiam.


Ae-ri mengusap air matanya dan menghampiri Hafshah


"Hafshah shii kau kenapa? apa kau pengemar nya boygroup backlight juga" tanya Ae-ri


Hafshah menggelengkan kepalanya pelan sambil menatap kosong


"apa kau baik baik saja Hafshah shii? jika kau " tanya Ae-ri penasaran karena tiba-tiba Hafshah terdiam


"annyeong yeorobun! "ucap Da in yang baru sampai dikelas


Da in menghampiri kedua temannya tersebut


" eonni "panggil Da in


"hmm" ucap Ae-ri sambil sedikit melirik kearah Da in


Da in bingung ketika melihat Hafshah yang terdiam bahkan tidak menjawab panggilannya Meliriknya saja tidak dan masih dengan tatapan kosong, Da in melirik kearah Ae-ri untuk meminta penjelasan tapi Ae-ri hanya mengangkat bahunya pelan sambil tangannya mengusap lembut punggung Hafshah.


"Hafshah ya kalo kau ada masalah ceritakan pada kami,mungkin kami bisa membantu mu!"ucap Ae-ri


Tapi Hafshah masih terdiam ia sibuk dengan pikiran nya


"benar kata Ae-ri eonni, jika eonni ada masalah ceritakan pada kami, ingat eonni kau ini orang asing belum tentu kau bisa menyelesaikan masalah mu sendiri jika dinegara orang!"ucap Da in


"benar aku memang orang asing yang sekarang tengah menghadapi masalah yang seharusnya datang ke pada ku"ucap Hafshah masih dengan tatapan kosong nya


"bukan begitu maksudku eonni"ucap Da in bersalah


"iya walaupun kau orang asing kami akan tetap membantu mu Hafshah! ingatlah walaupun kami baru kenal beberapa bulan yang lalu tapi aku sudah menganggap kalian keluarga ku sendiri jadi jika ada masalah ceritakan lah" ucap Ae-ri lagi


"iya eonni ceritakan pada kami dan pasti kami akan berusaha membantu mu"ucap Da in


"aku tidak apa apa, aku hanya lelah setelah pindahan dari hotel ke apartemen ku itu saja"final Hafshah lalu terdiam lagi


"aku yakin Hafshah kau ada masalah kan?"ucap Ae-ri lagi


"aku tidak apa apa percayalah padaku"ucap Hafshah meyakinkan ke-2 sahabat nya tersebut


"sudah waktunya dosen masuk kembalilah ketempat duduk kalian!"ucap Hafshah lagi


akhirnya mereka berdua duduk ditempat mereka masing-masing dengan perasaan yang masih penasaran dengan sahabatnya tersebut.


☺❄☺

__ADS_1


mohon koreksinya ya kalo ada kata kata yang salah atau tidak tepat.


salam hangat author


__ADS_2