
MAKAN MALAM
"ya eonni please!!temani aku dirumahku malam ini saja !"ucap Da-in dengan muka memelas
"maafkan aku Da-in tapi malam ini aku ada acara dengan keluargaku lain kali ya"ucap ae-ri sedih
"Hafshah eonni temani aku ya please!!" ucap Da-in memohon kembali
"baiklah akan ku temani, kau tak perlu takut lagi oke"ucap Hafshah menenangkan Da-in
" maafkan aku ya Da-in tidak bisa menemani mu kali ini padahal aku ingin sekali menemanimu, tapi ada acara sialan itu "ucap ae-ri kesal karena ia tau betul jika setiap kali diajak untuk datang ke acara keluarga seperti ini pasti ia akan dikenalkan dengan banyak pria oleh kedua orang tuanya yang tentu saja membuatnya risih, dan yang paling Ia tidak suka adalah ketika banyak kolega kedua orang tuanya tersebut membanggakan banggakan anak anak mereka dan tak lupa dengan mempamerkan kekayaan mereka itu bukanlah gayanya, tapi bagaimanapun Ia harus menghormati kedua orang tuanya.
" hei kau tidak boleh berbicara seperti itu ae-ri shii! "ucap Hafshah
" ah aku sangat kesal Hafshah, pasti nanti aku akan dijodohkan dengan salah satu kolega orang tuaku "kesal ae-ri
" sudahlah pasti hanya dijodohkan saja, kau juga sudah beberapa kali kan dijodohkan dengan orang tuamu tapi tidak ada satupun yang menarik bagimu akhirnya juga orang tuamu menyetujui penolakanmu bukan? "ucap Hafshah menenangkan ae-ri
"ya kau benar Hafshah, tapi ah sudahlah"ucap ae-ri pasrah karena jujur juga Ia sudah lelah dengan perjodohan ini
"baiklah semangat kau pasti bisa!!"ucap Hafshah sambil tersenyum manis
"iya eonni tenang saja lain kali kita bisa berkumpul juga, eonni semangat!!"ucap Da-in
"terimakasih hanya kalian yang mengerti aku"ucap ae-ri sambil berhambur kepelukan mereka berdua
"Sama-sama eonni kami juga berterimakasih karena eonni selalu menasehati kami walupun kami tau eonni berusaha untuk menjadi dewasa didepan kami "ucap Da-in
"Sama-sama eonni"ucap Hafshah
"hei kalian membuatku ingin menangis"ucap ae-ri sambil menahan air matanya yang hampir keluar dari sumbernya
"eonni jangan menangis ya! nanti jika eonni menangis jadi jelek dan orang yang akan dijodohkan dengan eonni tidak mau dengan eonni hhhhh"ucap Da-in sedikit meledek ae-ri karena Ia tak ingin eonni kesayangannya tersebut menangis
"biarkan saja Ia menolakku aku malah senang sekali"ucap ae-ri tersenyum
"hhhh sudah sudah eonni cepatlah berangkat nanti kau bisa terlambat!"ucap Hafshah
"hei !! jadi kau mengusirku "ucap ae-ri dengan menekuk wajahnya
"tidak begitu eonni, aku hanya memperingatkan mu agar tidak telat"ucap Hafshah lagi
"ya ya, baiklah aku pergi dulu, bye bye" ucap ae-ri sambil mengambil tas jinjingnya
"ya hati hati eonni, byee"ucap Hafshah dan Da-in
setelah ae-ri masuk kedalam mobilnya dan melajukan mobilnya pergi dari halaman kampus mereka
"ayo eonni kita berangkat!"ucap Da-in
dibalas dengan anggukan oleh Hafshah
mereka segera masuk kedalam mobil Da-in dan meninggalkan halaman kampus tersebut menuju ke rumah Da-in
"eonni kita ke supermarket dulu ya aku ingin menonton drama terbaru jadi kita beli sedikit camilan"ucap Da-in
"ya terserah kau saja, asalkan cepat aku belum sholat maghrib, jadi cepatlah sebelum waktunya habis"ucap Hafshah lagi
"ya sebentar saja, setelah itu kau shalatlah"ucap Da-in sambil tersenyum karena Ia memang sudah mengetahui kebiasaan Hafshah yaitu akan panik jika belum melaksanakan ibadahnya tersebut
ting ting ting(notifikasi pesan masuk)
Hafshah segera membuka handphone nya tersebut
__ADS_1
*Hafshah apakah kau bisa datang ke rumah untuk makan malam ? * eomma Han
" siapa eonni? "
"apakah kau masih ingat dengan orang yang kuceritakan saat itu, orang yang menganggapku mirip dengan mendiang putrinya? "
"tentu saja aku masih ingat , kenapa memangnya?"
"Ia mengajakku untuk makan malam"
"lalu kau akan datang"ucap Da-in dengan wajah sedih
"aku belum menjawabnya, aku bingung"
"apakah eonni akan datang"ucap Da-in dingin
Hafshah bingung Ia akhirnya memilih untuk menemani sahabatnya yang sedang trauma ini dan dirumahnya tidak ada orang lebih baik menemani nya Ia tidak ingin Da-in melakukan sesuatu yang membahayakan mentalnya
"tidak aku akan menemani mu, lain kali saja aku menemaninya oke"ucap Hafshah sambil mengelus surai hitam milik Da-in
"benarkah eonni?"
"tentu saja"
Hafshah segera membalas pesan dari nyonya Han
*maafkan aku eomma, kali ini aku sedang menemani temanku jadi aku tidak bisa datang, sekali lagi maafkan aku eomma, tapi lain kali aku janji akan menemani eomma*balas Hafshah
*ah begitu ya, sayang sekali padahal eomma akan memperkenalkan mu dengan putra eomma, tapi tidak apa apa lain kali saja kita bertemu, Hati-hati ya putri eomma*tulis nyonya Han
*sekali lagi aku minta maaf eomma, eomma juga hati-hati ya!*tulis Hafshah lalu menutup handphone nya
"eonni ayo!"ucap Da-in
mereka segera masuk kedalam supermarket dan membeli beberapa camilan.
sementara ditempat lain ae-ri nampak bingung karena tidak ada satupun orang ditempat acaranya
"aku tidak salah tempat bukan? mengapa tidak ada orang satupun, bahkan para nyonya nyonya sosialita pun tidak terlihat batang hidungnya"ucapnya bingung
"permisi, nona ada yang bisa ku bantu?"ucap salah satu pelayan
"ya! apakah benar ini tempat untuk acara tuan kim chung hee?"tanya ae-ri pada pelayan tersebut
"benar nona, apakah anda nona ae-ri?"tanyanya
"iya aku ae-ri?"
"kalau begitu mari ku antar ketempat tuan chung hee"
"baiklah Mari"ucap ae-ri sambil melangkahkan kakinya mengikuti pelayan tersebut hingga akhirnya sampai di sebuah ruangan VVIP.
"silahkan nona!"ucap pelayan tersebut mempersilahkan ae-ri mengangguk dan tersenyum lalu melangkah memasuki ruangan tersebut.
"sayang kau sudah datang"ucap nyonya kim, eomma ae-ri
"ya eomma, maaf aku terlambat"ucap ae-ri pada kedua orang tuanya dan sepasang paruh baya dan seorang pria yang masih sibuk dengan handphone nya tanpa memperdulikan kedatangannya
"tidak apa apa sayang, kami juga baru sampai"ucap tuan kim, appa ae-ri
"ayo silakan duduk!"ucap nyonya kim
"ya eomma, terimakasih"
__ADS_1
"ae-ri kenalkan ini tuan dan nyonya kazuhiko teman lama appa dan eomma dari Jepang dan ini anak tunggal mereka"ucap nyonya kim memperkenalkan
"annyeonghaseyo!ae-ri"ucap nyonya kazuhiko
"annyeonghaseyo nyonya, tuan, maaf kukira kalian tidak bisa bahasa Korea"ucap ae-ri sambil tersenyum canggung
"ah tidak apa, kau sangat cantik sekali sayang mirip sekali dengan eomma mu"ucapnya sambil tersenyum manis
"terimakasih nyonya, nyonya juga cantik"
"ah terimakasih kau ini bisa saja, panggil saja aku mommy ya biar seperti Aiken"
"emm iya nyo-, maksudku mommy"ucap ae-ri canggung
"ah iya aku sampai lupa kenalkan ini putraku"ucap nyonya kazuhiko sambil menyenggol lengan putra tunggalnya tersebut
Aiken melihat ae-ri sejenak lalu
"dia pasti sudah kenal denganku mom, tak perlu lagi berkenalan"ucap Aiken dingin
"Aiken siapa yang mengajarkan kamu tidak santun kepada orang lain"ucap nyonya kazuhiko sambil menatap tajam putra tunggalnya
"sudah sudah mari kita bicarakan intinya saja"ucap tuan kazuhiko
"baiklah silakan kau mulai"ucap tuan kim
"baiklah akan ku ceritakan dulu, apakah kalian tau tentang perang antara Jepang dan Korea waktu dulu?"tanya tuan kazuhiko pada keduanya, ae-ri mengangguk
"pada saat itu kakek dan nenek buyut kalian bertemu dan mereka saling menyukai tapi hubungan mereka tidak bisa bisa bersatu karena pada saat itu pemerintah Korea melarang rakyatnya menikah dengan orang Jepang, tapi waktu itu mereka berusaha untuk melanjutkan hubungan mereka tapi usaha mereka tetap tidak bisa merubah kebijakan pemerintah waktu itu, akhirnya mereka menyerah dan memilih untuk bersahabat dan berjanji ketika kedua negara mereka sudah berdamai akan menikahkan anak cucu mereka, tapi sudah berkali-kali generasi mereka selalu memiliki anak yang kelaminnya sama dan perjodohan ini akan terus berlanjut sampai menemukan generasi yang tepat dan akhirnya kalian lah yang berbeda, jadi kumohon hormati perjuangan mereka, kumohon terimalah perjodohan ini!"ucap tuan kazuhiko memohon dengan mata yang berkaca kaca
"bagaimana denganmu Aiken?"tanya nyonya kazuhiko
"sekuat apapun aku menolaknya, tetap saja ini sudah takdir ku bukan?"ucap Aiken dingin
"kau benar Aiken, tapi kumohon hormati perjuangan kakek buyut mu"ucap tuan kazuhiko
"aku tau bagaimana perjuangan mereka pada saat itu merelakan perasaan mereka demi negara itu pasti sangat sulit dan memilih untuk berteman lalu menjodohkan keturunan mereka, baiklah aku Terima perjodohan ini"ucap ae-ri menyela
"kau yakin ae-ri?"tanya tuan kim
"iya aku yakin appa"ucapnya mantap
"bagaimana denganmu Aiken?"tanya tuan kazuhiko
"terserah kalian saja"
"baiklah pernikahan kalian akan dilakukan seminggu lagi"ucap nyonya kazuhiko
"mom aku menyetujuinya bukan berarti secepat itu, aku harus mengurus hal ini dengan agensi ku dan para penggemar ku mom, itu pasti butuh waktu yang lumayan lama"ucap Aiken
"untuk agensi mu kami sudah mengurusnya dan mereka menyetujuinya, setelah kau menikah baru kau umumkan dengan para penggemar mu itu, mereka juga tidak akan tau kapan pernikahanmu bukan?"ucap tuan kazuhiko
"terserah kalian saja, tapi aku mau pernikahan ini tertutup aku tidak mau keluarga ku terlihat oleh publik, bukan karena apa tapi karena aku tidak mau kalian juga menanggung bagaimana kerasnya dunia entertainment biar aku saja"ucap Aiken lagi
"baiklah, bagaimana denganmu ae-ri?"ucap tuan kazuhiko
"aku ikut saja tuan"ucapnya final
😌❄😌
selamat **membaca
mohon koreksinya ya kalau ada typo dan kalimat yang tidak tepat.
__ADS_1
annyeong 👋**