TAK SENGAJA MENJADI SEIMAN

TAK SENGAJA MENJADI SEIMAN
PERMINTAAN MAAF


__ADS_3

PERMINTAAN MAAF


"lalu bagaimana apa yang akan kau lakukan sekarang?"tanya Da in sambil memakan toppoki yang baru saja dikirim eomma nya


"hmm, aku masih bingung sekarang makanya aku meminta solusi pada kalian"ucap Ae-ri


"kalau menurut ku kalau kau suka kenapa tidak?apa kau juga sudah meminta saran pada appa dan eomma mu?"ucap Hafshah sambil meminum air mineral nya


"belum aku belum bicara pada orang tua ku, kalian tau kan jika orang tua ku sangatlah sibuk sekarang saja mereka sedang berada di China"ucap Ae-ri sambil mengerucutkan bibirnya


"baiklah kau tunggu orang tua mu dulu mungkin,kalau kau masih bingung"ucap Hafshah lagi


"tapi eonni apakah dulu kau bercita-cita menjadi idol?"tanya Da in lagi


"tidak aku bahkan sangat tidak tertarik menjadi idol, aku hanya tertarik untuk menikmati musik kpop saja"ucap Ae-ri


"yasudah itu sih terserah padamu saja,kan yang melakukan kau bukan aku"ucap Da in


Ting tong


bel apartemen Hafshah berbunyi


"sebentar aku bukakan dulu ya!"ucap Hafshah sambil berdiri dari duduknya dan berjalan menuju pintu apartemennya, Hafshah membuka pintu apartemennya saat sudah membuka pintu tersebut ia dikejutkan dengan beberapa laki-laki yang memakai pakaian serba hitam bertubuh kekar dan berkacamata hitam berdiri didepannya.


"annyeong haseyo tuan ada yang bisa saya bantu?"tanya Hafshah sambil membungkukkan badannya ia sedikit takut


Tiba-tiba kerumunan laki-laki tersebut menggeser tubuh mereka kesamping dan memperlihatkan seorang laki-laki bertubuh tinggi dan tegap dengan pakaian tuxedo abu-abu tak lupa dengan kacamata hitam yang bertengger di hidung mancungnya yang membuat siapa orang terkesima dengan penampilan laki-laki tampan didepan Hafshah tersebut.


"bolehkah kita bicara sebentar didalam?"ucap laki-laki tersebut dengan suara yang berat


"tapi aku tidak mau menerima seorang laki-laki yang tak ku kenal di apartemen ku"ucap Hafshah takut jika di apa apakan oleh laki-laki didepan nya tersebut


"Hafsah-shii, ada apa kenapa kau lama seka.... li"ucap Ae-ri kaget sambil membuka mulutnya


"Tu.. tuan Lio?"ucap Ae-ri gugup sambil memandangi laki-laki didepan Hafshah


"ya aku Han Lio"ucap laki-laki tersebut

__ADS_1


"ma.... mari silakan masuk tuan"ucap Ae-ri mempersilahkan Lio masuk, setelah itu Lio masuk ke dalam apartemen Hafshah dengan diikuti satu orang laki-laki lainnya mungkin itu asisten nya


"hei kenapa kau membiarkannya masuk?"ucap Hafshah tak terima bukannya ia menolak tamu tapi ia takut menjadi fitnah walaupun ada ketiga sahabatnya


"sudahlah Hafshah kau jangan takut lagi ok, aku akan melindungi mu"ucap Ae-ri meyakinkan Hafshah dan menarik tangan Hafshah menuju ruang tamu apartemennya


mereka berdua segera melangkahkan kakinya menuju ke ruang tamu lalu mendudukkan bokongnya disofa


"baik bisa dimulai?"tanya asisten Lio dan dan diangguki bersama


"ehmm, baiklah aku kemari untuk meminta maaf kepada mu karena rumor kesalahan pahaman yang beredar di media, pasti itu membuat mu tidak nyaman bukan?aku juga berterimakasih kepada mu karena telah menolong ku"ucap Lio sambil menatap Hafshah


"hmm, aku sudah memaafkan mu tuan"ucap Hafshah sambil tersenyum kepada Lio


"tentu saja Hafshah memaafkan mu tuan Lio iya kan Hafshah?"ucap Ae-ri sambil menyenggol siku Hafshah


"iya"ucap Hafshah sambil tersenyum canggung dan hanya dibalas dengan anggukan oleh Lio


POV Lio


"tapi ku akui aku sangat menyukai style nya yang menggunakan pakaian yang sangat tertutup, memang ku akui saat ini di Korea sedang musim dingin maka dari itu semua orang menggunakan pakaian yang tertutup dan tebal tapi tidak itu yang ku maksud ia menggunakan penutup kepala yang aku sendiri tidak tau apa itu ia juga menggunakan dress panjang dan menggunakan kaos kaki tapi walaupun semua anggota tubuhnya ditutupi malah menambah kesan manis dan cantik bahkan melebihi kecantikan wanita Korea"


tak bosan aku menatap gadis didepan ku sampai akhirnya aku disadarkan oleh asisten ku


"tuan muda sebentar lagi kita akan ada meeting dengan klien apakah sudah selesai?"ucap asisten ku


akhirnya aku tersadar dari lamunanku dan segera menatap tajam kearah asisten ku karena berani beraninya ia mengatakan bahwa akan ada rapat dengan klien didepan mereka, ya karena aku tidak mau jika identitas ku yang asli terbongkar dipublik aku hanya ingin dikenal publik sebagai seorang idol tidak lainnya bahkan klien yang ingin bekerjasama dengan perusahaan ku harus menutup rapat rapat mulut mereka tentang identitas ku


" ehm maksud saya tuan muda anda akan diajak oleh tuan besar untuk menghadiri meeting bersamanya karena klien tuan besar adalah saudara anda yang dari Amerika akan datang"ucap asistenku gugup


aku menghela nafas ku lalu beranjak dari duduk ku untuk berdiri lalu menatap tiga gadis didepan ku


"baiklah kalau begitu aku pamit dulu"ucap ku sambil keluar menuju pintu apartemen nya


"nee tuan hati hati!"ucap ketiga gadis tersebut bersamaan


aku berjalan keluar dari apartemen gadis tersebut dan segera menuju ke lift tak lama kemudian lift tersebut berhenti dan aku keluar dari lobby apartemen tersebut dan segera memasuki mobil ku dengan diikuti asisten ku mobil ku segera melesat dari apartemen tersebut dan menuju ke tempat meeting.

__ADS_1


POV Lio end


"ah jinjja! apakah aku sedang bermimpi bertemu dengan HAN LIO aaaaaaa"ucap Ae-ri sambil menekankan kata han Lio sambil lompat lompat tak jelas


"hei kau ini kenapa sih?"kesal Da in sambil melemparkan bantal sofa ke arah Ae-ri


sedangkan Hafshah menatap pasrah kedua sahabatnya tersebut ia sudah terbiasa dengan sifat mereka yang satu tukang heboh yang satu lagi tukang emosi jadi tidak heran jika mereka bertengkar


terus


"hei kau ini kenapa ada orang senang saja tidak suka"ucap Ae-ri kesal


"aku saja yang sudah berpacaran dengan yeong un biasa biasa saja kau baru bertemu dengan Lio sudah heboh satu Seoul"ucap Da in keceplosan


"halah kau ini jangan kebanyakan halu Da in, aku tau jika kau mengidolakan yeong un tapi setidaknya jangan berlebihan seperti itu"ucap Ae-ri sambil tertawa


"terserah mu saja kim Ae-ri"ucap Da in sambil memutar bola matanya malas


"aku memang tidak percaya kalau tidak langsung diciduk dengan si dispenser, kalo sudah diciduk baru aku percaya"ucap Ae-ri lagi


"terserah kau saja"ucap Da in lagi


"sudah beradu argumen nya ?apa kalian ini tidak lelah bertengkar terus?bahkan aku yang mendengarkannya saja sudah lelah"ucap Hafshah


"dia dulu siapa suruh halunya ketinggian"ucap Ae-ri tak mau kalah


"aku tidak halu"teriak Da in


"sudah sudah jika kalian masih ingin bertengkar lagi lebih baik kalian pulang saja!"ucap Hafshah sambil beranjak menuju kamarnya.


☺❄☺


**mohon maaf jika ada kalimat yang kurang tepat dan typo, mohon koreksinya ya!


salam hangat Author


salam dari babang Lio ❤**

__ADS_1


__ADS_2