
TIDAK MUNGKIN
Hari ini Hafshah berniat untuk bertemu nyonya Han, mereka sudah sepakat bertemu dikafe yang tak jauh dari kampus Hafshah
Ia segera berjalan menuju kafe tersebut
"annyeonghaseyo eomma"ucap hafsah
"ah kau sudah datang"ucap nyonya han sambil memeluk hafsah
"iya eomma, bagaimana kabar eomma?"
"aku baik baik saja, kau juga baik baik saja kan?"
"iya eomma"ucap hafsah sambil tersenyum
"ya sudah mari kita makan, kau mau apa?"ucap nyonya han sambil menuntun hafsah untuk duduk
"terserah eomma saja"ucap hafsah
"apakah kau mau samgyeopsal* hmm?"tanya nyonya han
"maaf eomma tapi aku tidak makan babi"ucap hafsah tersenyum
"ah maafkan aku, biasanya putriku menyukai samgyeopsal jadi aku terbiasa, sekali lagi maafkan aku"ucap nyonya han tidak enak
"tidak apa apa eomma"
*samgyeopsal:adalah masakan Korea berupa panggang daging perut babi yang berlemak dan tebal. Daging biasanya tidak dibumbui, dan dipanggang sendiri di atas pemanggang yang ada di meja rumah makan.
hafsah melihat wajah nyonya han yang terlihat bersalah ia segera menghiburnya
"bagaimana jika kita makan bulgogi* saja eomma, aku sudah lama tidak makan bulgogi" ucap hafsah
"ah kau ingin bulgogi baiklah kita pesan bulgogi"ucap nyonya han dengan senyuman diwajahnya
"iya eomma"
*adalah olahan daging asal Korea. Daging yang digunakan antara lain daging sirloin atau bagian daging sapi pilihan.
setelah itu mereka memesan menu tersebut dan memakannya dengan khidmat
"oh iya, dimana putra eomma?"tanya hafsah
"ah anak itu memang sangat sibuk, tadi malam dia bilang akan menemani untuk makan malam bersama kita tapi saja saat perjalanan dia dihubungi manager nya"ucap nyonya han
"ah begitu"
"padahal dia itu sudah memiliki banyak perusahaan tapi dia masih tetap ingin menjadi id-"ucap nyonya han keceplosan
"id- maksud eomma? putra eomma idol?"ucap hafsah penasaran
"iya dia seorang idol, tapi kau bisa menjaga privasi eomma kan? " ucap nyonya han sendu
membuat hafsah tau bagaimana budaya orang Korea yang sangat menjaga privasi mereka karena tidak ingin terjadi sesuatu yang tidak diinginkan.
"i-iya eomma"ucap hafsah gugup
"dia itu sangatlah keras kepala, sudah menjabat sebagai petinggi di perusahaannya sendiri masih tetap ingin menjadi idol, aku sangat khawatir dengan kesehatannya"ucap nyonya han menunduk
"anak muda memang seperti itu tidak pernah puas dengan hasil kerja mereka, bahkan untuk makan dia tidak punya waktu"ucap nyonya han
"bahkan dia sudah beberapa kali masuk rumah sakit, hanya karena gila kerja, saat sakit pun ia tidak mau dirawat aku bingung dengan anak itu, aku harus segera menyuruhnya untuk menikah agar ada yang bisa merawatnya"
hafsah hafsah diam ia tak tau akan berbicara apa
"apakah putra eomma tidak tinggal bersama eomma?"tanya hafsah ragu
"sayangnya tidak , sudah beberapa kali aku memintanya untuk tinggal bersama agar ada yang merawatnya tapi ia terus menolak dengan alasan rumah terlalu jauh dengan tempat bekerjalah dan lain-lain huh"ucap nyonya han kesal
"mengapa eomma tidak ikut tinggal di apartemennya saja?"tanya hafsah lagi ia bingung mau bertanya apa
"aku tidak bisa tinggal di apartemen, aku tidak mau meninggalkan rumah mendiang suamiku"ucap nyonya han lirih
__ADS_1
"ah maafkan aku eomma aku tidak bermaksud seperti itu"ucap hafsah tak enak
"ah tidak apa apa, aku tau"
"kalau begitu bagaimana jika kita jalan jalan disekitar sini eomma aku sudah lama tidak jalan-jalan"ucap hafsah menghibur nyonya han
"ah baiklah itu ide yang bagus"
"baiklah ayo!"
mereka segera membayar menu yang mereka bayar tadi lalu segera meninggalkan cafe tersebut
lalu mereka berdua berjalan dipinggiran jalan raya yang lumayan ramai dengan pejalan kaki lainnya, sambil mengobrol satu sama lain dua wanita berbeda generasi itu nampak asik.
"kau pasti lelah bukan? bagaimana jika kita duduk disana!"tawar nyonya han
"baiklah eomma"ucap hafsah
mereka menghampiri kursi yang berada di dekat taman lalu mendaratkan bokong mereka ke kursi tersebut, cukup lelah berjalan kaki menuju taman.
"jadi apakah kau sudah selesai dengan ulangan mu?"tanya nyonya han
"hari ini terakhir"
"syukurlah, nilai mu pasti akan sangat baik"ucap nyonya han sambil mengusap kepala hafsah yang tertutup hijab
"amin, eomma"ucapnya tersenyum
"kau pasti sering makan makanan instan bukan?akhir akhir ini?"tebak nyonya han
"hehe eomma benar, aku tidak sempat memasak saat akan ulangan seperti ini"
"aku tau, aku juga pernah merasakan seperti itu, tapi jangan keseringan makan makanan instan ya tidak baik, jika kau tidak sempat memasak hubungi eomma saja nanti akan ku kirimkan ke tempat mu"ucap nyonya han
"tidak usah eomma itu merepotkan"
"tidak, itu sama sekali tidak merepotkan aku selalu memasak setiap hari, tapi selalu saja menyisa , setiap hari saja aku selalu mengirimkan makanan untuk putra ku jadi sekalian saja jika nanti aku mengantarkan makanan untukmu ok, "ucap nyonya han
"eomma tetap saja itu merepotkan aku, eomma harus banyak istirahat!"
"baiklah eomma terserah eomma, tapi jangan sampai eomma terlalu lelah ya?"ucap hafsah khawatir
"tentu saja"ucap nyonya han sambil memeluk hafsah
"oh iya bagaimana kabar orang tuamu di Indonesia?"tanya nyonya han membuat wajah hafsah menjadi murung
"kau kenapa?apa kau sakit?"tanya nyonya han khawatir melihat perubahan wajah hafsah
"tidak eomma, "
"kau kenapa?"
"tidak apa apa eeomma, ku hanya rindu dengan orang tua ku eomma"ucapnya sambil tersenyum tipis bahkan tidak terlihat seperti sebuah senyuman
"apa kau tidak menelponnya?"
"aku sangat ingin menelponnya tapi sayang mereka sudah tidak ada"ucap hafsah lirih
"ah maafkan, aku tidak tau jika orang tuamu sudah tidak ada sayang, kau bisa menganggap ku sebagai eomma mu ok jadi jangan sedih lagi" ucap nyonya han
"iya eomma, terimakasih sudah mau menerima ku sebagai putrimu"
"baiklah kalau begitu lebih baik kita pulang dan segera istirahat ya, kau pasti sangat lelah hari ini bukan?"ucap nyonya han
"eomma aku tidak apa apa, jika eomma masih ingin disini lama"
"tidak aku juga akan pulang dan kau segera istirahat, besok kau harus ke kampus lagi bukan?"
"baiklah eomma aku antar eomma kemobil "
"baiklah apa kau mau eomma antar?"
"tidak perlu eomma aku bisa jalan kaki, lagi pula dekat kok"
__ADS_1
"baiklah mari"
mereka berdiri dari duduknya dan menuju mobil nyonya han yang terparkir didekat tempat mereka duduk tadi.
belum sampai nyonya han masuk ke mobil tiba-tiba ia menjerit kesakitan karena tiba-tiba saja ada seseorang yang menusuk nyonya han dari belakang.
"eomma!!!!!!!!"teriak hafsah
"nyonya!!!!"ucap para pengawal nyonya han
perlahan tubuh nyonya han melemah dan pingsan dipelukan hafsah, sedangkan orang yang telah mencelakai nyonya han sudah hilang entah kemana.
"haf.... haf..... shhhhaaah.... "ucap nyonya han
"eomma aku disini hiks hiks"ucap hafsah menangis histeris
para pengawal mulai membantu untuk membopong tubuh nyonya han yang sudah pingsan tersebut
"ku mohon cepatlah hiks hiks"pinta hafsah pada para pengawal
"nona tenanglah kita akan segera sampai"ucap pengawal
"astaghfirullahalazim, hafsah, yaallah tolong selamatkan eomma hiks hiks"ucap hafsah lirih
"apakah tidak bisa dipercepat hiks hiks?"
"ini sudah sangat cepat nona"
"hiks hiks eomma bertahan lah"
sedangkan ditempat lain seorang pria sedang berlatih mempelajari koreografi yang akan di tampilkan di acara nanti tiba-tiba mendapatkan panggilan.
"ada apa kau menelpon ku?"ucap pria tersebut dengan nada yang dingin karena telah mengganggunya saat sedang sibuk
"i-itu t-tuan..... "ucap orang disebrang sana gugup
"ada apa cepat katakan!!! aku tidak ada waktu"bentak pria tersebut
"i-itu t-tuan lio , n-nyonya "
"eomma kenapa? "ucapnya khawatir
"nyonya ditusuk oleh orang yang tak dikenal"
mendengar kabar tersebut rahangnya mengeras matanya pun memerah, bahkan nafasnya memburu sangat cepat
"kalian ini bagaimana kenapa lengah hah, menjaga eomma ku saja tidak bisa?, apakah kalian hanya memakan gaji buta saja "ucap pria tersebut yang sudah terbakar amarah
"maafkan ka-kami tu-" tut tut tut pria tersebut lalu mematikan sambungan telepon dan segera membanting handphone mahalnya segera bergegas menuju rumah sakit
"lio kau mau kemana?"tanya sang teman yang khawatir dengan keadaan temannya tersebut yang sudah emosi
"rumah sakit"ucapnya
"siapa yang sakit?tenanglah dulu"
"kau bilang tenang Hyung, eomma sedang celaka kau bilang tenang?"bentak nya
"eomma mu kenapa?"
"eomma ditusuk oleh orang tak dikenal hyung"
"astaga, kalau begitu aku ikut"
"cepatlah"
☺❄☺
**gimana nih?
udah lama nggak up
mohon koreksi nya ya kalau ada kalimat dan penempatan kata yang salah
__ADS_1
salam dari ayang Lio nih**