
MENOLONG CALON MERTUA
Tak terasa jika Hafshah sudah hampir menyelesaikan semester duanya itu berarti ia sudah hampir setahun di negara gingseng tersebut, walaupun hari hari tinggal berada di negara orang bukanlah hal yang mudah tapi ia menjalaninya dengan senang hati.
sore ini Hafshah baru saja menyelesaikan kelas kuliah nya ia melangkahkan kakinya keluar dari kampusnya karena ia pulang dengan jalan kaki hitung hitung hemat dan olahraga sekalian ia ingin berburu makanan halal pinggir jalan di Seoul untuk berbuka puasa karena hari ini hari Kamis jadi ia rutin berpuasa sunah tersebut, dilihatnya jam diponsel nya ternyata masih satu jam an lagi untuk berbuka puasa.
Hafshah masih berjalan jalan santai sambil menikmati keindahan kota Seoul yang tak pernah sepi tersebut ia juga mencari cari logo makanan halal akhirnya ia tertuju pada makanan timur Tengah dan beberapa camilan Korea halal lainnya.
Ia segera memesan makanannya dan segera duduk di bangku dekat supermarket lalu melihat jam dan ternyata sudah waktunya berbuka akhirnya ia segera menyantap makanannya sambil memandangi lampu yang berada di kota Seoul.
Tapi tiba-tiba ada seorang perempuan paruh baya yang mendekati dan duduk disamping Hafshah
"annyeonghaseyo"ucap perempuan tersebut sambil tersenyum
"nee annyeonghaseyo nyonya"balas Hafshah sambil tersenyum juga
"kau sendirian?siapa namamu? kenalkan namaku Han mijoo"tanya perempuan tersebut pada Hafshah
"nee nyonya Han aku sendirian, namaku Hafshah, senang berkenalan dengan mu"ucap Hafshah lagi
"kau berasal dari mana?sepertinya kau bukan orang Korea"
"nee, aku memang bukan orang Korea, aku berasal dari Indonesia"
"oh ternyata kau orang Indonesia"
"apakah aku boleh memelukmu?kau mirip sekali dengan mendiang putriku, ah maafkan aku ,aku terlalu lancang"ucap Nyonya Han dengan tatapan sedih dan segera menundukkan wajahnya
Hafshah menatap wajah wanita yang berada didepannya tersebut dilihatnya wanita itu sangatlah rapuh dan butuh seseorang untuk menghiburnya.
"kau boleh memelukku nyonya, sampai kau puas!"ucap Hafshah tersenyum lembar dan melebarkan tangannya untuk memeluk wanita tersebut
wanita tersebut mendongak sambil menatap Hafshah tak percaya sesaat kemudian ia tersenyum dan segera memeluk Hafshah dengan erat sambil menangis tersedu sedu tak percaya jika ia bertemu dengan seseorang yang sangat mirip putri kesayangannya yang telah meninggalkannya beberapa tahun yang lalu tersebut, semenjak itu Ia kehilangan gairah untuk hidup walaupun hidupnya dipenuhi dengan harta yang melimpah,sebenarnya Ia juga masih memiliki seorang putra tapi juga jarang pulang ke rumah karena kesibukannya sendiri begitu juga suaminya, Ia hanya dikurung didalam mansion yang hanya berisi para pelayan dan pengawal saja karena Ia selalu dianggap orang gila oleh kerabatnya dan orang-orang diluar sana setelah kehilangan putri kesayangannya tersebut.
Bahkan semenjak kejadian tragis yang menimpa putrinya tersebut Ia tak pernah lagi tersenyum selebar sekarang ini, ya putri pertamanya dibunuh oleh orang yang mengincar harta kekayaan suaminya orang tersebut menyamar sebagai pacar putrinya. orang tersebut membunuh putrinya setelah memperkosa dan setelah itu putrinya dibakar didalam mobil saat ditengah hutan sungguh orang yang tak punya hati.
"hiks hiks aku sangat senang sekali melihatmu kembali sayang apakah kau baik-baik saja disana?hiks"ucap nyonya Han sesegukan didalam pelukan Hafshah
"nyonya aku yakin putrimu pasti bahagia disana, jadi tolong jangan menangis lagi ya!putrimu pasti akan sedih jika melihat ibunya menangis"ucap Hafshah sambil mengusap lembut punggung wanita paruh baya tersebut
Nyonya Han melepaskan pelukannya lalu menatap Hafshah dalam dengan mata sembab nya
"bolehkah aku meminta sesuatu kepadamu?"ucap Nyonya Han dengan mata yang sangat berharap tentu membuat Hafshah tidak tega untuk menolaknya Ia tersenyum lalu mengangguk pelan, Nyonya Han langsung tersenyum lebar saat mendapat anggukan dari Hafshah
"bolehkah kau memanggilku eomma dan menyempatkan dirimu berkunjung ke mansion ku, aku sangat kesepian suamiku dan juga putraku sangat sibuk mereka sampai melupakanku"ucap Nyonya Han sambil menunduk, tentu permintaan wanita dihadapannya sangat membuatnya kaget dan syok tapi jika Ia menolaknya tentu akan membuatnya sedih,
Hafshah tampak berfikir jika Ia berada di posisi Nyonya Han pasti akan sangat terpukul,kemudian apa salahnya jika menolongnya itu juga akan menambah pahalanya bukankah islam adalah agama yang mengajarkan tentang tolong menolong dengan orang yang membutuhkan bantuan bahkan dengan orang yang non-islam ,bahkan nabi Muhammad SAW saja masih mau membantu orang kafir yang bahkan sudah mencaci maki beliau dan sedangkan kita hanyalah umatNya yang mengharapkan syafaat beliau tidak mau mencontoh perbuatan beliau.Hafshah menghembuskan nafasnya pelan lalu tersenyum
"insyaallah nyo- em maksudku eomma, aku akan sempatkan berkunjung ke mansion mu"ucap Hafshah tersenyum
"insyaallah?apa itu?"ucap Nyonya Han kebingungan
__ADS_1
"em maksudku aku akan berusaha untuk memenuhi permintaan mu"ucap Hafshah lagi
"eoh kukira apa?aku tidak faham"ucap Nyonya Han
"emm bolehkah aku meminta nomor ponselmu?agar aku bisa menghubungi mu "ucap Nyonya Han sambil menyodorkan handphone nya kepada Hafshah
"nee, tentu saja eomma"ucap Hafshah sambil mengambil handphone tersebut lalu mengetik nomor miliknya
"ini eomma sudah kutuliskan disitu"ucap Hafshah menyodorkan handphone
"emm terimakasih"
"permisi Nyonya!maaf menganggu waktunya"ucap seorang laki-laki bertubuh kekar menghampiri mereka berdua
"ah iya ada apa?"tanya Nyonya Han
"itu tuan muda akan pulang dan anda disuruh tuan muda untuk segera pulang ke mansion"ucap pengawal tersebut
"eoh tumben sekali dia pulang ada apa memangnya?"ucap Nyonya Han kepada pengawal
"tuan muda baru saja menyelesaikan tour konsernya Nyonya jadi agensi nya memberi cuti dan tuan muda ingin menemani anda"ucap pengawal
"baiklah tunggu sebentar!sayang eomma pergi dulu ya!nanti ku hubungi lagi!"ucap Nyonya Han pada Hafshah
"nee eomma hati-hati dijalan ya!"ucap Hafshah
"bye bye"
"bye bye"
sopir yang melihat pemandangan tersebut ikut tersenyum karena setelah sekian lama ditinggal pergi oleh nona muda majikannya tersebut tidak pernah lagi tersenyum selebar itu Ia sangat bersyukur jika nyonya besar nya senang.
"emm pak choi apakah kau tau penutup kepala yang biasanya dipakai oleh wanita timur tengah itu?"tanya Nyonya Han kepada sopir pribadinya
"ya saya tau nyonya"ucap pak choi sambil mengangguk
"apa namanya?"
"namanya hijab nyonya"
"baiklah hijab, dimanakah aku bisa membeli itu?"
"kalau untuk itu saya kurang tau nyonya"
"emm baiklah, akan ku tanyakan pada cyra saja "
Nyonya Han segera membuka handphone nya dan menelpon cyra sang asisten pribadi nya
"halo cyra apakah kau tau hijab?
" nee nyonya saya tau,"
__ADS_1
"tolong carikan aku hijab yang paling bagus tak apa jika mahal yang penting bagus jika perlu yang langsung dari timur tengah"
"nee nyonya akan saya carikan"
"jangan lupa juga dress lengan panjang dan sampai mata kaki"
"nee nyonya"
tut tut tut
Ia segera mematikan sambungan handphone nya lalu tersenyum dan menghadap kedepan.
"nyonya kita sudah sampai"ucap pak choi sambil membukakan pintu mobil
"terimakasih pak choi"ucap Nyonya Han
"Sama-sama nyonya"
Nyonya Han segera masuk kedalam mansion nya Ia melihat putra satu satunya tersebut duduk disofa ruang tamu dengan jas yang disampirkan ditangan kanannya dengan dasi yang sudah longgar.
"eomma, bagaimana kabar eomma?" ucap putranya
"nee aku baik baik saja Lio-shii, kau sendiri bagaimana hmm?"ucap Nyonya Han sambil mendaratkan bokongnya disofa sebelah putranya
"aku baik eomma, ku lihat eomma sedang senang ada apa?"tanyanya penasaran
"emm rahasia, kau akan tau nanti"ucap Nyonya Han
"ah baiklah terserah eomma saja yang penting eomma senang"ucap Lio
"apakah aku boleh meminta sesuatu kepada putra ku ini hmm?"
"tentu saja boleh eomma mau apa akan ku berikan"
"tapi kau harus janji harus memenuhinya ya!"
"ya aku janji tapi eomma mau apa?"
"besok saja akan eomma beri tau ok, kita makan malam dulu setelah itu kau istirahat kau pasti lelah bukan?"
"nee eomma"
"kajja!"
😌❄😌
**mohon maaf jika ada salah kata ya Raiders dan typing
salam hangat author
annyeong 👋**
__ADS_1