
Dan pada akhirnnya cerita yang di ceritakan oleh Rifki belum selesai karena jam sudah mau senja, dan begitu pula hujan telah reda dengan penuh keseriusan Rifki menceritakannya hingga lupa dia ada jadwal latihan beladiri di base camp Lancer untung saja Maulana mengingatkannya untuk nanti aja melanjutkan ceritannya yang belum kelar
"Rif hari udah mulai senja kita belum melakukan sholat ashar ada baiknnya cerita kamu hentikan saya begitu penasaran atas kelanjutan cerita kamu akan tetapi disisi lain kita harus melakukan sholat ashar dulu yuk baru kita pulang, apakah kamu lupa dengan sore ini kan kamu juga ada janji latihan sama tim kamu yaitu Lancer Rif" (kata Maulana)
"Yaudah kita sholat ashar dulu kalau latihan itu gampang Lana aku bisa nelpon Dimas bahwasannya aku ada janji sama kamu dan met lobby kamu agar ikut bersama tim Lancer gitu Lana"(kata Rifki)
"Yaudah yuk kita sholat dulu sebelum kita pulang" (kata Maulana)
"Yuk Lana"(kata Rifki)
"Permisi mbak apakah disini ada ruangan yang kosong atau musholla kami mau berdua ingin sholat mbak" (kata Rifki)
"Owh tentu aja ada kak mari saya beritahu kah disini kami ada ruangan sholat tapi bukan musholla sih kak gak apa apa ya kak tempat air wudhu disebelah sana ya kak" (kata waiter)
"Owhiya, terima kasih banyak ya mbak udah dianterin" (kata Rifki)
"Udah seharusnya kak kami begitu karena tamu adalah raja kak" (kata waiter) sambil tersenyum manis
"Iya mbak kamu bener sekali sekali lagi terima kasih ya mbak yaudah kami berdua mau sholat dulu ya mbak" (kata Rifki) sambil membalas senyuman manisnya
Dan Meraka berdua Maulana dan Rifki melakukan ibadah sholat ashar dan ketika selesai sholat ashar dan mereka berdoa kepada Allah SWT untuk meminta perlindungan dan di selamatkan berjalan menuju pulang ke rumah masing-masing ketika udah selesai melaksanakan sholat ashar Rifki langsung mengambil handphonenya untuk memberitahu bahwasannya dia gak bisa latihan ada urusan sama Maulana,
Thet thet thet, Rifki menelpon Dimas dengan wajah gembira karena Maulana akhirnnya mau walaupun dia menjadi tim medis dan pemain pengganti Rifki sangat senang karena Maulana sendiri udah dianggap sahabat nya sendiri oleh Rifki
"Assalamualaikum mas maaf ya aku gak bisa latihan untuk hari ini karena aku sama mau Lana sedang di cafe sanberd karena aku ingin ngajak Maulana ini bergabung ke tim kita" (kata Rifki)
__ADS_1
Maulana pada saat itu hanya terdiam dan termenung karena dia ke ingat dengan cerita Rifki dan berpikir kesalahan terbesar Surya dan Andi melakukan penghianatan kepada tim yang telah memberikan popularitas Maulana sungguh tidak menyangka dengan kejadian tersebut,
"Kok ada ya orang yang tega meninggalkan temannya di waktu membutuhkan dia apa gak punya hati orang seperti menyindir Surya dan Andi (kata Maulana) sambil termenung dan berbicara dalam hati
" Waalaikumsalam, Hahahaha, kenapa sampai gak latihan Rif apa begitu pentingnya Maulana orang kampung itu di tim kita Rif, Owh yaudah Rif apa dia mau masuk tim kita" (kata Dimas) jawab di telpon Rifki
" Alhamdulillah mau kok kamu jangan ngomong seperti karena Maulana ini adalah sahabat aku sekarang mas, aku suka berteman dengan dia soalnnya dia tampil apa adannya bukan ada apannya mas udah kamu jangan ngomong seperti itu lagi, gak enak kalau di dengar sama Maulana karena dia ada di dekat ku sekarang ini, yaudah itu aja maaf ya aku gak bisa latihan untuk hari ini tolong sampaikan kepada teman-teman kita dan pak Agus ya mas" (kata Rifki) jawab di telpon
"Iya, iya, gak apa apa kok besok sore latihan dan sekalian bawa Maulana itu ya biar sama sama kita latihan disini oke Rif aku gak akan nolak apa mau kamu karena kamu adalah sahabat aku yang paling setia kita adalah keluarga Rif"( kata Dimas)
"Iya iya iya yaudah ya aku tutup telponnya soalnnya aku mau pulang hari udah senja ini mas sampai berjumpa besok ya" (kata Rifki)
"Oh, yaudah matikan Rif aku juga ni mau bersih bersih soalnnya kami baru aja latihan dasar sih dan pak Agus ngasih arahan soalnnya kamu gak datang jadi gak jadi latihan beladiri hanya perkenalan aja udah alam soalnnya gak latihan yaudah kamu hati-hati di jalan ya kalau ada apa apa Telpon aja aku, soalnnya aku siap menolong kamu kapan pun bye" (kata Dimas)
Dan Rifki mematikan handphone nya pada saat itu juga dan Rifki tanpa sengaja melihat Maulana yang sedang melamun pada saat itu
Dan Maulana pun gak menyahut perkataan Rifki setelah Rifki mengepak bahunya dan Maulana pun kaget pada kala itu,
"Iyaa Rif kenapa, ada apa Maulana sambil kaget karena dia sedang melamun memikirkan cerita Rifki tadi
"Ayo kita pulang sebelum pulang kita bayar dulu makan kita dan minum kita tadi lama
"Oh iyaa, mari Rif
"Owh iyaa, kamu kenapa tadi aku selesai aku telponan aku panggil kamu gak menyahut Lana apa yang sedang kamu pikirkan Lana
__ADS_1
Sambil berjalan menuju ke kasir menuju untuk membayar makan dan minum mereka
"Nggak apa-apa kok hanya kepikiran aja
'hayoo apa yang sedang kamu pikirkan saat ini apakah kamu sedang memikir kan Keysa haha tenang aja kamu akan bertemu setiap hari mulai besok lana hahahaha"
"Haha kamu bisa aja Rif yaudah kita pulang yuk"
Maulana menghela nafas lega untuk Rifki berpikiran seperti, karena Maulana dia sedang memikirkan masalah yang terjadi pada tim Lancer pada saat itu
"Tunggu bentar Lana kita bayar dulu ya permisi mbak berapa total yang kami makan dan minum tadi mbak" (kata Rifki)
"Ni Rif uang aku untuk membayar makan kita dan minum kita tadi gak enak aku pakai uang kamu melulu hehe" (kata Maulana)
"Nggak usah lana ini aku ada uang kok kamu tenang aja pakai uang aku aja karena aku sangat bahagia hari ini kamu mau di ajak ke tim aku Lana udah pakai uang aku aja" (kata Rifki)
"Yaudah deh kalau gitu aku ngikutin apa kata kamu aja kalau gitu hehehe terimakasih banyak ya atas traktirannya untuk hari ini Rif hehe" (kata Maulana) sambil tersenyum ke arah Rifki
"Iya santuy aja kok aman itu kalau soal itu" (kata Rifki)
"Berapa mbak"
"Owh iya kak totalnya 105 ribu kak total semuannya kak" (kata penjaga kasir)
"Oke, mbak nih kah 110 ribu ambil aja kembaliannya mbak untuk mbak aja" (kata Rifki) dengan muka tersenyum kepada penjaga kasir
__ADS_1
"Terima kasih banyak ya kak atas kunjungannya semoga puas dengan layanan kami disini dan tidak mengecewakan kakak"(kata penjaga kasir) dengan wajah tersenyum sambil melihat Maulana
"Iya sama sama mbak" ujar Rifki