TAK TERKALAHKAN

TAK TERKALAHKAN
Perkelahian antara Dimas dan Andi (masa lalu Lancer)


__ADS_3

"Terus Rifki boleh di lanjutkan ceritannya" kata si Maulana


"Tentu saja boleh Lana selepas pak Agus melerai perkelahian antara Dimas dan Andi pak Agus meminta klarifikasi untuk kedua pihak dan menceritakan apa yang terjadi sebenarnya"


Disaat perkelahian tadi Tasya sangat syok dengan kejadian yang barusan dia lihat sementara itu Tasya seperti orang yang tidak tau menahu atas Andi yang menyukai dirinya tasya sempat nangis dia khawatir dengan keadaan Dimas yang mukannya penuh darah, Tasya pun menangis atas kejadian itu dia sempat berpikir


"Kenapa aku gak ngomong dulu ya kepada Andi bahwa aku tidak menyukainnya dan aku menyukai Dimas (ujarnya berkata dalam hati)


Pada saat itu, Tasya merasa sangat bersalah gara-gara ulah dia semuannya menjadi begini kalau saja Tasya ngomong jujur pada Andi tidak menutupinya mungkin Andi gak mau berkhianat dengan temennya sendiri


"Kamu ya mas tega kamu tega kamu dasar bajing*n aku tidak mau lagi berteman sama orang seperti kamu, kamu tidak memikirkan perasaan orang lain jangan mentang mentang kamu anak orang kaya kamu bisa ngelakuin apa aja terhadap sahabat mu sendiri ujar Andi dengan mata merah dan terlihat dari wajahnya yang sangat marah"


"Apa kata aku tidak memikirkan perasaan teman aku sendiri emang aku salah apa sama kamu tiba-tiba saja kamu memukul ku hingga aku terbaring seharusnya kamu sadar diri siapa yang salah disini dasar ba*i sekarang terserah kamu kalau mau keluar dari tim ini silahkan"


Suasana terasa udah sangat panas hingga orang berkerumunan melihat kejadian yang barusan saja terjadi karena Dimas dan Andi ini sama sama orang penting di tim Lancer pada saat itu tiba-tiba dengar suara


"Dharmasraya"


"Dharmasraya"


"Dharmasraya"


"Diam kalian berdua kalau kalian masih cek Cok begini gak akan ada akhirnnya sekarang sini kalian yang bertengkar tadi" (pak Agus membentak meja dengan tatapan ganas dia dan penuh amarah)


Tiba-tiba perdebatan pun berakhir dan tidak ada yang berani bersuara disaat pak Agus marah, kemudian Andi dan Dimas menuju jalan ke pak Agus

__ADS_1


"Thak thak thak"


Suara jalan mereka hingga Dimas dan Andi mengeluarkan keringat dingin karena takut kenak sanksi dan dihukum oleh pak Agus


"Ya pak kami datang pak" (ucap Dimas sambil menunduk kan kepalannya)


" Siapa yang membuat keributan duluan di antara kalian berdua" (kata pak Agus)


"Exceed, saya pak memukul Dimas duluan di karenakan Dimas mencium si Tasya di depan saya pak" (jawab si andi dengan gugup dan mengulurkan keringat dingin)


"Apa betul Dimas"


"Iyaa pak betul sekali apa yang di katakan oleh Andi pak"


"Terus kenapa kamu memukul dimas, ndi kan itu hanya berupa ciuman apa yang terjadi dengan kamu sebenarnya Andi jawab dengan jujur" (dengan muka marah pak Agus)


Dengan merasa penyesalan apa yang di lakukan oleh Andi mengapa semuannya menjadi begini masalah cewek lagi haduh


"Apa kamu bilang ndi ini rupannya masalah cewek astaga kamu sungguh keterlaluan hingga memukul sahabat kamu sendiri yaitu Dimas"


Sontak yang berada disana semuannya terdiam dan kaget terutama Dimas dia tidak menyangka menyukai wanita yang sama dan penuh rasa bersalah Dimas hanya terdiam termenung sejenak lalu dia memandangi Tasya dengan tatapan yang sangat tajam


" Tasya sini kamu apa yang telah terjadi sebenarnya apa kamu tidak mengatahui orang yang menyukai kamu ini tidak terima terhadap kelakuan Dimas yang tiba-tiba mencium kamu di depan Andi gimana coba jelaskan sama bapak sini kamu Tasya" (dengan wajah kesal pak Agus ngomong)


"Iya pak pelatih saya kesana sekarang, iya saya aku mencoba menjelaskan sejujur jujurnya pak" (kata Tasya dengan suara gagap dan gugup)

__ADS_1


"Coba jelaskan sama kita semua sebetulnya apa yang terjadi kok bisa menjadi cinta segitiga di dalam tim Lancer ini"


"Iya, pak ini saya jelaskan, emang iya pak Andi suka sama saya kami sering chatan wa hampir setiap malam pikiran saya pak gak tau Andi ini menyukai saya soalnnya dia gak pernah menyatakan perasaan terhadap saya dan gak pernah ngomong dia menyukai saya pak, saya juga bingung dengan kejadian ini pak apa yang yang harus saya perbuat (sambil meneteskan sedikit air mata) sayang tidak tau menahu pak setau saya dia menyukai saya se batas temen aja pak dan lagian saya menganggap Andi ini seperti Abang saya sendiri pak begitu, saya tidak mempunyai perasaan terhadap dia pak karena saya menyukai Dimas semenjak saya berada disini ke salah pahaman ini saya juga mengakui saya salah karena gak ngomong kalau saya udah menjadi pacarnnya Dimas pak kami udah jadian pak begitu pak sekian terima kasih pak"


"Kan ini salah paham jadi gimana ndi kamu sekarang udah tau kan sekarang penjelasan dari Tasya bapak harap kamu bisa menerima dengan legowo ndi"


"Iya pak saya paham sekarang saya mengakui kesalahan saya pak terhadap Dimas pak karena udah salah paham terima kasih ya atas penjelasannya tadi Tasya  (dengan muka malu dan menunduk Andi mengucapkan kata seperti itu)


"Iya, sama sama ko ndi ucap Tasya sambil tersenyum sebelumnya Tasya minta maaf ya ndi karena gak pernah ngomong sama kamu bahwasannya aku menyukai Dimas bukan kamu maaf kan Tasya bang Andi" (sambil tersenyum tipis Tasya mengucapkannya)


"Dah sekarang kalian saling memaafkan capten dan wakil capten karena bapak tidak ingin kalian bertengkar"


"Iya pak" ucap si Andi


"Mas maaf kan aku ya atas kesalahan aku tadi, aku reflek memukul kamu mas sekali lagi maaf kan aku ya capten" ucap si Andi tersipu malu


"Yaudah santai aja lagi kan kita temen wajar kita seperti itu aku juga minta maaf telah merendahkan kalian maaf kan aku ya ndi dan temen temen semuannya"


Lalu Mereka bersalaman berpelukan bagaimana adik kakak


"semuannya maaf kan atas perlakuan aku tadi yang membuat kalian tidak nyaman dan merasa terganggu atas aku perbuat sama Dimas ya kami hanya salah paham aja kok semua akan baik baik saja" ucap si Andi


"Iya aku juga minta maaf ya temen temen telah merendahkan kalian tadi seperti itu aku emosi dan gak terkontrol karena ini peristiwa dadakan yang gak pernah aku lupakan "hahahaha" (ucap Dimas sambil bercanda)


"Kami berdua minta maaf ya atas keributan yang kami lakukan terutama terhadap pak Agus yang telah mendatangi kami dan mendamaikan kami terima kasih ya pak"

__ADS_1


"Oke sama sama dengar kalian semua silahkan duduk sekarang aku akan memberi saran terhadap kalian semua "duduk"


Semua anggota tim Lancer mematuhi apa yang di bicarakan oleh pak Agus seketika semua duduk dan gak ada yang berbicara


__ADS_2